<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642</id><updated>2011-08-18T22:24:03.758-07:00</updated><title type='text'>perjalanan senja</title><subtitle type='html'>Celoteh untuk Senja Mungilku</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>58</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-1291959606852142960</id><published>2009-03-12T22:19:00.000-07:00</published><updated>2009-03-13T00:06:00.887-07:00</updated><title type='text'>Bioteknologi, Masa Lalu dan Award Itu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SboD8p_XwMI/AAAAAAAAASM/3lfdN1afeGU/s1600-h/sausan+belepotan.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SboD8p_XwMI/AAAAAAAAASM/3lfdN1afeGU/s200/sausan+belepotan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312563051035607234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SboDhT2OQgI/AAAAAAAAASE/WL0MnHzysUI/s1600-h/indobic+award.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SboDhT2OQgI/AAAAAAAAASE/WL0MnHzysUI/s200/indobic+award.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312562581235188226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika M Shol (sahabat hebat saya di Intisari)memfoward SMS undangan penganugerahan award, saya sedikit gundah (halah).Jujur, saya menunggu pengumuman ini krn salah 3 artikel saya ikut.Lain dg lomba yg lain, biasanya sy kirim terus lupakan. Yang ini agak beda, karena panitia agak aktif memotivasi utk mengirim. Setelah berharap banyak, kok undangan kehadiran saja tidak dapat...hopeless.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari sebelum pengumuman, akhirnya saya mendapat telepon dari panitia sebanyak 3 kali, SMS 3 kali dari nomor yang berbeda. Bunga - bunga bermekaran di hati dan Mbak Christ (dari Intisari juga, spesialis peserta lomba) memberi harapan, 'kalau ditelp. biasanya menang, Tik.' Pyuuuhh...berita gembira ini saya sampaikan ke suami saya, juga Sausan yang ikut dengar tapi sibuk menebar tepung (duh..). Si ayah ini langsung mendongak ke eternit 'Wah, kita bisa buat beli lampu yang ada reflektor spt lobby kantor.Biar cahaya enggak 'nyuleg mata'.Malam itu kita berandai2, menghitung andai juara harapan dapat  Rp 1 juta aja, 500 rb buat beli lampu, sisanya buat nraktir temen - temen kantor, minimal gorengan biar didoain dapat lagi (optimismu luar biasa, Nduk).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, singkat cerita saya sampai di pengumuman itu. Dr. Bambang dr Indobic sukses membuat air mineral di gelas saya teguk sampai habis karena tegang (saya berusaha menyusun kalimat untuk suami saya, andai lampu yg spt lobby kantor itu tak jadi terbeli). Juara harap 1,2 lolos..hati saya bersorak, minimal dapat Rp 7 juta ! Pas ke2..lolos jg ! Saya raih minuman yg masih disegel. Akhirnya..kusujud syukur padamu ya Allah..juara II setelah saya habis 3 gelas air putih di meja hotel itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Award itu ada di tangan saya, untuk tulisan yang banyak menuai pro dan kontra : Bioteknologi. Saya balik ke 13 tahun silam, ketika masih berkalung syal Mapala Kompos dan turun ke jalan ala Chicho Mendes. Tentunya transgenik itu zombie keanekaragaman hayati, dominasi negera maju, bioteknologi adalah kengerian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, seperti sifat bawaan orok, menjadi mahasiswa itu dibekali bakat menentang, berontak. Dan betapa bangganya ketika ada sarana untuk menentang demi alasan idealisme. Sifat itulah yg setelah lama saya renungkan, dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mendukung apa mau dari kekuatan yang lebih besar dari pihak itu. Jadi intinya, pihak itu dan kami pada mahasiswa adalah wayang yang tak tahu dalangnya. Tapi kami tampil heroik di panggung dan kami bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bioteknologi (khususnya rekayasa genetika) sebagaimana ilmu lainnya, selalu punya dua sisi. Sayang, kedua sisi itu tak tersebar ke khalayak secara utuh. Ilmuwan yang meneliti sulit mengomunikasikan ilmu yang banyak istilah rumit itu dengan cara yang sederhana.Sementara informasi yang sederhana dan mudah dimengerti justru datang dari yang bukan ahli, hingga banyak kesimpangsiuran.Masyarakat berhak mendapatkan informasi secara utuh hingga mereka bisa menentukan pilihan. hak pilih inilah yang kerap tak diperhatikan dan dimengerti. Belum tentu sesuatu yang dianggap bagus, modern, canggih menjadi pilihan mereka dan membahagiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika plakat itu ada di tangan saya, kembali saya pertanyakan. Apakah saya sudah tidak idealis lagi karena 'berkawan' dengan pihak yang dulu antipati. Apakah adakah semacam kompromi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealis ada masanya. Itu kalimat yang kerap melegalkan para mantan mahasiswa atau aktifis. Menurut saya, idealis tak ada masanya. Adalah pegangan yang seharusnya diperjuangkan. Hanya saja, keidealan itu menjadi berbeda tatkala kita semakin memandang permasalahan dengan banyak sudut pandang. Dengan bertemu banyak orang di berbagai sisi. Seperti itulah peran yang kini tengah saya jalankan. Sebagai jurnalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Note : Artikel itu berjudul : Padi Emas : Ketika bunga daffodil menjelma semangkuk nasi. Dimuat di Majalah Intisari, Desember 2008.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Untuk Sausan :&lt;/span&gt; sayang, kau uji kesabaran Ibu dengan aktifitas tanganmu yang begitu kreatif. Hasilnya : setengah kilo tepun membedaki lantai, mie yang mau dimasak masuk ke bak mandi, gelas pecah, dan lain - lain. Semoga kamu akan mengingatnya kelak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-1291959606852142960?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/1291959606852142960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=1291959606852142960&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/1291959606852142960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/1291959606852142960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2009/03/bioteknologi-masa-lalu-dan-award-itu.html' title='Bioteknologi, Masa Lalu dan Award Itu'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SboD8p_XwMI/AAAAAAAAASM/3lfdN1afeGU/s72-c/sausan+belepotan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-3966015908799875431</id><published>2009-03-05T04:58:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T05:37:18.322-08:00</updated><title type='text'>Cerita tentang pohon</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/Sa_VH6yUl4I/AAAAAAAAAR8/NsYeg951o1A/s1600-h/flower+of+heaven.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/Sa_VH6yUl4I/AAAAAAAAAR8/NsYeg951o1A/s200/flower+of+heaven.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309696817709225858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/Sa_VHupIiSI/AAAAAAAAAR0/lUEQWMbAPKo/s1600-h/pohon.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/Sa_VHupIiSI/AAAAAAAAAR0/lUEQWMbAPKo/s200/pohon.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309696814449461538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pohon tegak, “masing-masing bagaikan dewa, dalam sebuah aliansi merdeka”, kata Hölderlin. Seandainya sang penyair pernah melihat sebuah hutan tropis, (bukan hutan Jerman), ia mungkin tak akan bicara tentang pohon yang tampak berdiri “masing-masing”. Di hutan tropis bukit ini, pohon-pohon saling merapat, terkadang bertaut, semua bergerumbul dengan semak dari jenis dan zaman yang berjauhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuplikan Catatan Pinggirnya Goenawan Mohammad itu membuatku teringat akan batang - batang pohon yang dulu padanya aku terpikat. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Sebatang edelweiss di Sabana Merbabu, desember 1995&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kala itu aku berhenti kelelahan. Lalu bersandar di bawah pohon edelweis yang begitu memikatku pada waktu itu. Karena aku tak menyangka, aku bisa bersandar di keindahan tubuhnya. Aku kenal edelweis dari buku pelajaran bahasa Inggris kelas 3 SMP. Di sana ditulisakan bahwa edelweis adalah bunga abadi, tumbuh di tebing terjal dimana banyak pendaki yang rela mati untuk memetiknya. Kalimat terakhir ini yang membuatku 80% yakin, aku takkan pernah bertemu dengan tanaman itu (saat SMP aku tak pernah berpikir untuk mendaki gunung). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan betapa takjubnya aku, ketika aku bisa bertemu, melihat dan bersandar di bawah keharuman daun jarum (aku tak pernah memetiknya, karena keabadian edelweis hanya akan ada di tempta ia dilahirkan)Di situlah aku mengalami sesuatu yg menurutku keajaiban. Waktu seperti berhenti. Aku mengalami keheningan yang aku tak bisa melukiskan dengan kata. Hingga kini,aku masih ingat bagaimana rasaku waktu itu..setiap kali mengingat, ada kerinduan yang dalam..kerinduan yang tak bisa kuterjemahkan. Berselangtahun kemudian, aku menuju tempat itu lagi...tapi aku tak bisa merasakan keheningan ajaib itu. Tetapi aku justru merasakan di tempat lain, ratusan kilometer dari sana, di puncak 2054&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pepohonan Jobolarangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku lupa, bulannya, tapi mungkin tahun 2000 ketika aku survey untuk diksar Mapalaku. Saat itu aku bersama Hery (sahabatku yang membuat segala yang tak mungkin jadi mungkin, selamat menempuh hidup baru yah..)Aku duduk sambil bersandar di tas carrierku, di puncak 2054 mdpl. Di sekitarku ilalang kering sedang merontokkan bunganya yang putih seperti kapas. Kering sekali waktu itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di seberang sana, melewati kabut, melewati lintasan sayap burung yang mencicit seperti merobek cakrawala sunyinya komplek Lawu,aku melihat pohon yang tumbuh subur di Bukit Jobolarangan. Saat itulah aku merasakan keheningan sebagaimana yang aku rasakan sebelumnya. Begitu aku sadar dan melihat jam tangan, paling hanya 3 menit. Tetapi seperti lama sekali. Bahkan energiku seperti terkuras. Hingga kini, aku belum mendapat penjelasan apa yang sebenarnya terjadi.Yang jelas, aku mengalami kedamaian yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Rasamala di balik kabut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masih di lereng Lawu, aku lupa kapan dan persisnya lokasi. Kukira kami Mapala Kompos sepakat menamainya Pancuran. Aku naik pada track yang sangat menanjak dengan carrier di punggung. Aku bayangkan, jika dilihat dari belakang seperti ada tas besar berjalan karena perbandingan tas dan tubuhku (yang tak semampai) adalah bukan perbandingan sempurna. Begitulah, untuk menaiki track miring lebih dari 45 derajad, membuatku terkapar. Masih di tengah - tengah, aku menemukan pemandangan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kejauhan, pohon rasamala berjajar rapi di lereng bukit. Warna daunnya yang merah menyala karya matahari dan suhu rendah,tersaput kabut, menjadikan lanskap itu sedemikian indah. Sungguh aku terpesona dan semakin jatuh cinta dengan hutan tropis. Dimana aneka rupa warna dan aroma bisa ditemukan dalam keberagaman hayati di dalamnya. Keberagaman yang terkadang dimaknai permusuhan bagi yang tak bisa menerima keberagaman sebagai berkah. Bukankah karena keberagaman yang menciptakan harmoni dan keabadian  yang umurnya lebih tua dari peradaban manusia ? Keberagaman itu hadir jauh sebelum manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu keberagaman itu menjadi senjata untuk saling merendahkan, saling menghapuskan, saling memaksakan. Akankah sebuah kehebatan tatkala perdu yang seharusnya hidup di bawah naungan mendongak congkak mengguli pohon yang membutuhkan sinar lebih dari perdu ? Bijakkan pohon tinggi ketika memaksakan cara hidupnya pada rumput dan jamur yang makanannya humus dan tanah lembab ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai mereka yang tak setuju perbedaan, yang memaksakan kiblat keragaman, sempat duduk di tebing dimana saya melihat keindahan itu. Kuyakin, pepohonan rasamala itu akan juga menceritakan keharmonisan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita itu masih terngiang, sebagaimana bentakan teman saya yang tiba - tiba sudah mencengkeram tas saya dengan susah payah. Ternyata, saya tertidur beralaskan akar yang menjorok di tebing dan nyaris saya terjungkal ke jurang yang menganga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Untuk Sausan : &lt;/span&gt;terima kasih Sayang, kau telah mengantar ayah dan ibu untuk keliling ke pameran buku. Lalu kita kehujanan, berteduh di bawah pohon berdaun kupu - kupu Behaunia. Dedaunannya yang mencoba rindang di tengah kota yang tak ramah pohon, menyerah pada hujan yang dersa. Kaupun basah kuyup. begitu pula rambut keritingmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-3966015908799875431?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/3966015908799875431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=3966015908799875431&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/3966015908799875431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/3966015908799875431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2009/03/cerita-tentang-pohon.html' title='Cerita tentang pohon'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/Sa_VH6yUl4I/AAAAAAAAAR8/NsYeg951o1A/s72-c/flower+of+heaven.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-9155981035831225211</id><published>2009-02-13T04:52:00.001-08:00</published><updated>2009-02-13T04:54:26.204-08:00</updated><title type='text'>Me, my book and I</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZVtexY6iFI/AAAAAAAAARs/r1fGk6mUAvM/s1600-h/teach+me+how+to+bloom.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZVtexY6iFI/AAAAAAAAARs/r1fGk6mUAvM/s200/teach+me+how+to+bloom.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302264511719966802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZVtXuQMUlI/AAAAAAAAARk/uOPwD-cN0ig/s1600-h/my+library+copy.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZVtXuQMUlI/AAAAAAAAARk/uOPwD-cN0ig/s200/my+library+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302264390618993234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZVtXjTwMsI/AAAAAAAAARc/41jj6E7J-wU/s1600-h/my+leasure+time+copy.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZVtXjTwMsI/AAAAAAAAARc/41jj6E7J-wU/s200/my+leasure+time+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302264387681137346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZVtXhKZDpI/AAAAAAAAARU/bUS1HhrjOdY/s1600-h/for+you+my+%27deer%27+copy.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZVtXhKZDpI/AAAAAAAAARU/bUS1HhrjOdY/s200/for+you+my+%27deer%27+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302264387105001106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZVtXaCwXBI/AAAAAAAAARM/Rb8YpuVlV8s/s1600-h/busy+day+copy.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZVtXaCwXBI/AAAAAAAAARM/Rb8YpuVlV8s/s200/busy+day+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302264385193925650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZVtXb2T_RI/AAAAAAAAARE/su69DpCh6nY/s1600-h/first+job.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZVtXb2T_RI/AAAAAAAAARE/su69DpCh6nY/s200/first+job.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302264385678605586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-9155981035831225211?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/9155981035831225211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=9155981035831225211&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/9155981035831225211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/9155981035831225211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2009/02/me-my-book-and-i.html' title='Me, my book and I'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZVtexY6iFI/AAAAAAAAARs/r1fGk6mUAvM/s72-c/teach+me+how+to+bloom.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-8707614540006653190</id><published>2009-02-13T01:06:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T01:13:13.178-08:00</updated><title type='text'>Someday in Rambut Island</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZU5lRmgtII/AAAAAAAAAQ8/Cz1OVjGyR8Q/s1600-h/when+the+sun+go+down+copy.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZU5lRmgtII/AAAAAAAAAQ8/Cz1OVjGyR8Q/s200/when+the+sun+go+down+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302207448841499778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZU5lZ5spEI/AAAAAAAAAQ0/0kF6QRfizRY/s1600-h/somewhere+copy.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZU5lZ5spEI/AAAAAAAAAQ0/0kF6QRfizRY/s200/somewhere+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302207451069457474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZU5lcfLgDI/AAAAAAAAAQs/yq8nclytdwg/s1600-h/flying+on+distance+copy.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZU5lcfLgDI/AAAAAAAAAQs/yq8nclytdwg/s200/flying+on+distance+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302207451763540018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZU5lNx0_9I/AAAAAAAAAQk/UHnnSWXjnnU/s1600-h/evolution+step+copy.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZU5lNx0_9I/AAAAAAAAAQk/UHnnSWXjnnU/s200/evolution+step+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302207447815225298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZU5lBskqeI/AAAAAAAAAQc/J7FzZ3aDQnk/s1600-h/beyond+pirates+caribbean+copy.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 151px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZU5lBskqeI/AAAAAAAAAQc/J7FzZ3aDQnk/s200/beyond+pirates+caribbean+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302207444571957730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-8707614540006653190?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/8707614540006653190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=8707614540006653190&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/8707614540006653190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/8707614540006653190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2009/02/someday-in-rambut-island.html' title='Someday in Rambut Island'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZU5lRmgtII/AAAAAAAAAQ8/Cz1OVjGyR8Q/s72-c/when+the+sun+go+down+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-2635888775759979910</id><published>2009-02-10T21:27:00.000-08:00</published><updated>2009-02-10T22:05:32.105-08:00</updated><title type='text'>Fragmen di bis terakhir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZJqoXl2JcI/AAAAAAAAAPs/OFxQxZ8WTi4/s1600-h/terlelap.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZJqoXl2JcI/AAAAAAAAAPs/OFxQxZ8WTi4/s200/terlelap.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301416953128560066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Malam telah larut, saya duduk di Bus Mayasari Bhakti terakhir untuk hari ini. Baru saja saya duduk, seorang laki - laki naik lengkap dengan tas kulit yang tiba- tiba menampar muka saya. Dia tahu, tapi tak minta maaf. Ya mungkin dia beranggapan, untuk mengatakan maaf itu harus mengeluarkan ribuan dolar. Saya mencoba mengerti di era krisis macam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara lelaki muda di samping saya menyumbangkan tawa untuk menyaksikan kejadian tadi. Saya bernapas dalam - dalam menahan jengkel. Tetapi saya mencoba mengerti lagi, bahwa mungkin baginya, melihat orang lain menderita adalah keindahan tiada tara. Itu sifat dasar manusia yang kerap tak diakui tetapi ditunjukkan nyata. Oleh karena itu, saya mohon maaf saja ketika si lelaki penyumbang tawa itu membuka percakapan untuk perkenalan dan mulai tak jelas ala ABG, saya bilang : maaf Mas, saya menerima telepon dulu ya, dari anak saya.Lalu dia diam hingga nanti saya turun dari bis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di seberang saya duduk, seorang ibu dengan tiga anak. Yang paling kecil usia sekitar 1,5 tahun sedang nenen dan sembari terlelap. Seorang lagi laki - laki, usia sekitar 3 tahun. Yang paling besar 4 tahuan. Dari kemiripin wajah dan matanya, dugaan kuat saya mereka memang bersaudara dan miri dengan ibunya. Ibunya itu...berpakaian daster ala kadarnya (dari style busananya pastilah akan segera diamanankan ketika masuk Grand Indonesia atau Senayan City), rambut cepak dan sibuk melawan kantuk sembari tetap mempertahankan si anak nenen dalam gendongannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh..kebayang, bagaimana keseharian ibu itu. Jangan dibayangkan akan menjadi ibu yang lembut sebagaimana dalam iklan susu. Sesekali saya melihat sang ibu membentak anaknya yang bertingkah mulai dari menumpahkan makanan sampai membenturkan kepala ke dinding kaca bis. Percayalah, bentakan itu tak berarti benci. Kasihnya takkan terbeli dengan jutaan dolar yang telah dikorupsi sekalipun.Hanya saja, bahasa yang diungkapkan tak bisa selembut public relation.Energinya terkuras untuk memenuhi kebutuhan pokok : memastikan ketiga krucil itu tak kelaparan, tak basah ompol maupun tidak memegang benda tajam yang melukai dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(tiba - tiba saya teringat tempo hari menarik rambut si keriting hingga ia meringis. Bagaimana paniknya saya ketika tiba - tiba dia sudah masuk selokan sementara kepalanya baru saja dijahit).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Catatan untuk Sausan :&lt;/span&gt; Ketika ibu sampai rumah, posisi tidurmu seperti dalam foto itu sementara ayahmu lagi sibuk mencoba bor yang baru saja dibeli. Hemmm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-2635888775759979910?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/2635888775759979910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=2635888775759979910&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/2635888775759979910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/2635888775759979910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2009/02/fragmen-di-bis-terakhir.html' title='Fragmen di bis terakhir'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZJqoXl2JcI/AAAAAAAAAPs/OFxQxZ8WTi4/s72-c/terlelap.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-2266257740794016124</id><published>2009-02-09T05:36:00.000-08:00</published><updated>2009-02-09T05:59:13.290-08:00</updated><title type='text'>Blooming early morning</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZA2A3N7COI/AAAAAAAAAPk/tOmbbM50-eg/s1600-h/bunga+pukul+8.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZA2A3N7COI/AAAAAAAAAPk/tOmbbM50-eg/s200/bunga+pukul+8.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300796149865318626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;When the night have gone&lt;br /&gt;A purity dew hold you tight&lt;br /&gt;You answered with your...&lt;br /&gt;Blooming early morning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You gave my world with fragrance&lt;br /&gt;You painted my heart with colour&lt;br /&gt;You sing my soul with love&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But...&lt;br /&gt;I'm so sorry my dear&lt;br /&gt;I haven' understood&lt;br /&gt;You little sign, little hope&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When the sunsine&lt;br /&gt;I just see the last petal&lt;br /&gt;Close slowy and &lt;br /&gt;Say have a nice day&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Suatu malam ketika meja berantakan dan kopi sudah habis 2 gelas)&lt;br /&gt;Lt 5 Kebon Jeruk, Februari 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mekar Kepagian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika malam berlalu&lt;br /&gt;Embun jernih mendekapmu&lt;br /&gt;kau jawab dengan...&lt;br /&gt;Mekar di pagi hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau wangikan duniaku&lt;br /&gt;Kau lukis hatiku dengan warna&lt;br /&gt;Kau nyanyikan jiwaku dengan cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi,&lt;br /&gt;Maafkan aku, Sayang&lt;br /&gt;Aku tak mengerti&lt;br /&gt;Seberkas tanda, setitik harap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala hari terang&lt;br /&gt;Aku hanya bisa memandang mahkota terakhirmu&lt;br /&gt;Menutup pelan&lt;br /&gt;Sembari mengucapkan : semoga harimu indah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-2266257740794016124?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/2266257740794016124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=2266257740794016124&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/2266257740794016124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/2266257740794016124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2009/02/blooming-early-morning.html' title='Blooming early morning'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SZA2A3N7COI/AAAAAAAAAPk/tOmbbM50-eg/s72-c/bunga+pukul+8.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-5549943346708986287</id><published>2009-02-03T04:03:00.001-08:00</published><updated>2009-02-06T05:46:32.410-08:00</updated><title type='text'>Flying leaf</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SYw_KoHMfFI/AAAAAAAAAPc/HY03nwVPF-w/s1600-h/pakis+halimun.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SYw_KoHMfFI/AAAAAAAAAPc/HY03nwVPF-w/s200/pakis+halimun.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299680313307069522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;One day...&lt;br /&gt;When you hear dancing wind's melody&lt;br /&gt;A leaf falling down from the huge tree&lt;br /&gt;A tree what be glory house&lt;br /&gt;Than..&lt;br /&gt;No body know what next&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;May be you said it is dead episode&lt;br /&gt;As like end of life journey&lt;br /&gt;Someone in somewhere crying for&lt;br /&gt;A mourn day&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Can you hear with your imagine  &lt;br /&gt;A falling leaf dancing with the wind&lt;br /&gt;Dancing...dancing...and dancing&lt;br /&gt;Like a classic dancer&lt;br /&gt;Flying aroud the world&lt;br /&gt;Lost in no end space&lt;br /&gt;So I can't tell you more&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;May be a leaf found a new land&lt;br /&gt;Land where rainbow end&lt;br /&gt;May be...&lt;br /&gt;Decay be a compost&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No matter what the story end&lt;br /&gt;But...&lt;br /&gt;Enjoy the leaf dancing story happening&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kebon jeruk, februari 2009&lt;br /&gt;(Ketika hujan angin dan daun jatuh merepotkan cleaning service)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sehelai daun jatuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari...&lt;br /&gt;Tatkala kau dengar irama angin yang menari&lt;br /&gt;Sehelai daun jatuh dari pohon nan perkasa&lt;br /&gt;Pohon yang jadi rumah megahnya&lt;br /&gt;Kemudian...&lt;br /&gt;Tak seorangpun tahu apa yang terjadi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau katakan sebagai episode kematian&lt;br /&gt;Akhir perjalanan hidup&lt;br /&gt;Seseorang di suatu tempat tersedan&lt;br /&gt;Sebuah hari perkabungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengarkan dengan imajimu&lt;br /&gt;Sehelai daun yang jatuh berdansa dengan angin&lt;br /&gt;Menari..menari..dan menari&lt;br /&gt;Layaknya penari klasik&lt;br /&gt;Terbang ke seantero jagad&lt;br /&gt;Hilang di angkasa tak berbatas&lt;br /&gt;Aku tak dapat menceritakannya lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin..menemukan tanah baru&lt;br /&gt;Pulau dimana lengkung pelangi berakhir&lt;br /&gt;Mungkin...&lt;br /&gt;Terurai menjadi kompos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak penting apa akhir dari cerita perjalanannya&lt;br /&gt;Tetapi..&lt;br /&gt;Nikmati setiap detik daun menari&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-5549943346708986287?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/5549943346708986287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=5549943346708986287&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/5549943346708986287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/5549943346708986287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2009/02/flying-leaf.html' title='Flying leaf'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SYw_KoHMfFI/AAAAAAAAAPc/HY03nwVPF-w/s72-c/pakis+halimun.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-9163424553674860443</id><published>2009-01-20T05:16:00.000-08:00</published><updated>2009-01-20T05:31:16.573-08:00</updated><title type='text'>Kebun Cahaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SXXSGKXnqmI/AAAAAAAAAPQ/C17hcSIU4ZE/s1600-h/senja.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SXXSGKXnqmI/AAAAAAAAAPQ/C17hcSIU4ZE/s200/senja.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293367940348357218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seseorang pernah menceritakan padaku&lt;br /&gt;Tentang sebuah kebun yang indah&lt;br /&gt;Di suatu tempat yang tak ada dalam peta&lt;br /&gt;Namanya Kebun Cahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana hanya ada keindahan&lt;br /&gt;Semuanya berkilauan&lt;br /&gt;Hingga permata tak lagi berharga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali ia bercerita&lt;br /&gt;Tentang suara angin yang berkilau&lt;br /&gt;Tentang kemerlip harum Kebun Cahaya&lt;br /&gt;Air matanya mengalir &lt;br /&gt;Jika kugenggam jemarinya&lt;br /&gt;Dia mengatakan 'Tak perlu, aku tak sedang sedih'&lt;br /&gt;Kucoba melihat lebih dalam ke hatinya&lt;br /&gt;Dia memang tidak sedang sedih&lt;br /&gt;Dia hanya sedang hanyut akan kisahnya&lt;br /&gt;Kenangannya&lt;br /&gt;Tentang Kebun Cahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja dia meredup&lt;br /&gt;Manakala kutanya kemana arahnya&lt;br /&gt;Bagaimana jalan menuju ke sana&lt;br /&gt;Seperti apa petanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sahabat, &lt;br /&gt;Kebun Cahaya takkan teraba&lt;br /&gt;Dia hanya akan berkilau&lt;br /&gt;Jika kau menikmatinya dari sini..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di genggamnya tanganku&lt;br /&gt;Diletakkannya di dada&lt;br /&gt;Ada degup pelan&lt;br /&gt;Detak teratur&lt;br /&gt;Lalu aku melihat cahaya&lt;br /&gt;Kebun Cahaya itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan Untuk Sausan&lt;/span&gt; : Sayang, senja di sebelah rumah kita mendadak menangis. Tapi Ibu tahu, kau akan selalu tersenyum untuknya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-9163424553674860443?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/9163424553674860443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=9163424553674860443&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/9163424553674860443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/9163424553674860443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2009/01/kebun-cahaya.html' title='Kebun Cahaya'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SXXSGKXnqmI/AAAAAAAAAPQ/C17hcSIU4ZE/s72-c/senja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-5508596770902883249</id><published>2009-01-14T05:35:00.000-08:00</published><updated>2009-01-14T06:22:51.112-08:00</updated><title type='text'>Memory..When You Worries</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SW3tFNSL-WI/AAAAAAAAAPI/z94JfO19R84/s1600-h/Re-exposure+of+Resize+of+IMG_2502.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SW3tFNSL-WI/AAAAAAAAAPI/z94JfO19R84/s200/Re-exposure+of+Resize+of+IMG_2502.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291145810951272802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SW3tEzpBxgI/AAAAAAAAAPA/3L0z6NBCrqc/s1600-h/palembang+mei+2008.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SW3tEzpBxgI/AAAAAAAAAPA/3L0z6NBCrqc/s200/palembang+mei+2008.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291145804067751426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SW3tE_4UQfI/AAAAAAAAAO4/dHq3iNJem3s/s1600-h/orchid+with+Jerry.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SW3tE_4UQfI/AAAAAAAAAO4/dHq3iNJem3s/s200/orchid+with+Jerry.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291145807353102834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SW3tE80oOHI/AAAAAAAAAOw/sFyGhIYchuY/s1600-h/Gunung+Halimun+nop+08.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SW3tE80oOHI/AAAAAAAAAOw/sFyGhIYchuY/s200/Gunung+Halimun+nop+08.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291145806532327538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto ini adalah sebagian dari perjalanan saya untuk meliput ke berbagai lokasi. Sebagaimana yang saya katakan sebelumnya, menjadi wartawan Flora Fauna mempunyai cerita yang unik. Sesekali akan saya share,sekedar membuat tersenyum kala suasana hati mendung.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Paling atas&lt;/span&gt; : Kebun Durian di Semarang&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nomor dua&lt;/span&gt; : Kampung Ulu Pitu di Palembang&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nomor tiga &lt;/span&gt;: Meliput utk National Geographic Indonesia dengan Jerry Aurum&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Paling Bawah&lt;/span&gt; : Gunung Halimun, Jawa Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kebun Durian, rapuhnya seorang petani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fotonya bukan di foto ini. Suatu hari, saya bertugas untuk meliput dan memotret kebun durian. Terbayang dalam benak saya, durian monthong nan ranum tersaji di hadapan siap santapz (pakai z tanda mantapz).Begitulah, saya menuju lokasi tersebut dan karena sesuatu hal, tak bisa bawa mobil. Saya dan Armin (enggak pakai Compost)menuju lokasi dengan angkot. Jaraknya lumayan menakjubkan karena didera macet tiada tara. Dari rumah saya hingga UKI yang biasanya 1,5 jam ditempuh 3 jam. Belum lagi terbanting - banting di angkot menuju lokasi (adegan ini tak ada dalam petunjuk elemen jurnalistik Bill Kovack maupun Vademecum Wartawan). Sesampai di lokasi, saya mendapati durian yang besar - besar,namun tak dapat dijual. Karena rontok dihajar angin yang datang karena pemanasan global. 30% buah tak bisa dikonsumsi. Kerugian minimal 60 juta rupiah. "Durian ini dijual butiran, Mbak. Udah enggak pakai dicoba. Saya akhirnya hanya jual durian, bukan jual manis. Makanya kalau ada pembeli nanya yang manis, saya enggak bisa jual," ujar pekebun sembari menatap durian jatuh yang tak pada masanya. Sebuah renungan bagi saya, kalau beli buah...nawarnya jangan terlalu sadis dan nyela sana sini. Penuh peluh untuk menghasilkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau banjir menghadang...&lt;br /&gt;Ini cerita saya ketika meliput untuk Nat. Geo Indonesia. tatkala membayangkan majalah begengsi itu, saya seakan - akan berpose ala John Krauker.Bersepatu tracking, menyandang tas carier dan kamera terkalung di leher. Amboy gagah nian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya pada kenyataanya, saya menyandang perut menggelembung dan memakai sepatu trepes. Saat mendapatkan tugas, saya sedang hamil Sausan (si keriting yang kini sudah tengil). Total penugasan hingga 1 tahun sampai artikel dimuat. Ada cerita yang saya ingat yaitu saat perjalanan ke Malang, februari 2006. Banjir melanda jakarta. termasuk menggenangi rel yang dilalui kereta yang saya tumpangi. Begitulah, malang - jakarta yang hanya ditempuh kurang dari 12 jam, menjadi 24 jam di dalam kereta. Saya hamil 7 bulan waktu itu. Si tengil itu sudah berakrobat di dalam perut. Bahkan saat tiba di stasiun tujuan, saya panik seperti mau lahir. Ternyata saya hanya hiperbolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi saya sungguh berkesan pada penugasan ini. Saya menelusuri peranggrekan Indonesia, peraganya. Saya bertemu dengan 'penyelundup' anggrek legendaris yang dipenjara di California pada usia yang teramat muda. Dia satu - satunya orang Indonesia yang dipenjara karena anggrek, di luar negeri pula. Hingga kini saya bersahabat dengannya, beliau memberi saya banyak pelajaran berharga.Juga 'penadah' yang mempertanyakan : kalau hunter anggrek meminjam uang pada saya untuk mengobati istrinya yang sakit. Lalu ia membayar hutangnya dengan sekotak anggrek dari hutan, apakah saya penadah ?" Ya,sampai di titik ini, dimanakah konservasi bertahta ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tak kalah mengesankan tentu saja bekerja sama dengan Mas Jerry. Yang kata teman saya si fotografer bilang : Hah, kamu sama Jerry ?? Nah, saya enggak tahu apa maksud 'hah' ini. (Hehehe..Mas Jerry, pengagumu banyak deh hehehe)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Ada 'bisul' di Halimun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengunjungi G.Halimun saya ekstra paranoid. Selalu mengoleskan lotion ke segenap penjuru badan. Sungguh, ini tak ada dalam prosedur penjelajahan ataupun berlagak sok centil. Saya punya pengalaman tak sedap dengan Mr.P (baca : pacet, binatang yang sepertinya Tuhan sedang tidak mood saat menciptakannya...maaf).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala itu, saya sedang tracking di belakang Taman Safari Indonesia. Baru melangkah, ee..kamera terlihat berkilau - kilau di dasar sungai (baca :kecebur). Panik dan tak hati2 akhirnya sayapun tersuruk. Singkat kata, perjalanan sukses. Sampai pulang kami serombongan PAI (Perhimpungan Anggrek Ind) mampir di KFC Sentul. Eh, kok tiba - tiba perut rasanya gatal. Iseng tangan saya meraba perut, kok ada benjolan seperti bisul nan hangat. Perasaan saya enggak bisulan. Reflek saya buka..begitulah, sesuatu yang terlalu mengerokan untuk dideskripsikan, bergelung hangat di sana. Suara kepanikan pun diakhiri dengan suara 'teplox', si Mr. P pun melenggang kekenyangan, menyisakan darah bak baru ketusuk pisau di perut saya. Saya sharing ya...digigit Mr.P itu tak sakit, sungguh..hanya sakit hati yang enggak tahan, hingga terbawa mimpi jadi mimpi buruk..Tapi paling tidak, ia sudah menempuh puluhan Km antara hutan TSI hingga Sentul, kira-kira 4 jam bergantung gigih di perut saya. &lt;br /&gt;Mr.P itu semacam spesies pembeda penghuni gunung di Jawa Barat dan Jatim/jateng. Waspadalah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-5508596770902883249?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/5508596770902883249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=5508596770902883249&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/5508596770902883249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/5508596770902883249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2009/01/memorywhen-you-worries.html' title='Memory..When You Worries'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SW3tFNSL-WI/AAAAAAAAAPI/z94JfO19R84/s72-c/Re-exposure+of+Resize+of+IMG_2502.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-324337547015380454</id><published>2009-01-06T04:04:00.000-08:00</published><updated>2009-01-06T04:40:29.864-08:00</updated><title type='text'>Energi dari Diary</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SWNRNbVvQtI/AAAAAAAAAN4/b07fIeoB-O4/s1600-h/joussy.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SWNRNbVvQtI/AAAAAAAAAN4/b07fIeoB-O4/s200/joussy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288159678582178514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ini foto saya dan Joussy waktu ke Aceh sendirian, tahun 1997 (jd saya semester 3)Foto ini diambil di pinggir danau Singkarak, tapi entah apa yang ada di benak saya waktu melakukannya, kok ya terus dicropping gitu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Diary...&lt;br /&gt;Barusan saya buka web mapala tempat yang menentukan sebagian hidup saya (www.kompos.web.id),ada kakak (salam ya buat 2054 mdpl) yang menulis ttg buku agenda. Ya, kala itu betapa berartinya buku agenda bagi kami. Agenda (atau bisa disebut diary)sudah menjadi bagian dari anggota tubuh kami. Dia selalui menyertai kala malam - malam dingin begadang rapat yang begitu alot, menampung kekesalan dalam bentuk coretan makian, menuliskan semangat untuk memotivasi diri hingga menjadi teman kala kita keserang gila/cinta (beda tipis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai menulis diary saat SD kelas 4, kala itu saya suka (atau jatuh cinta kali ya) dengan kakak tingkat saya. Untuk membeli buku diary seperti dalam majalah kan mahal. Saya ingat, saya beli buku tebal yang sampulnya batik (semua pasti tau buku macam apa itu, yg kerap dipakai tukang kredit atau buku kasbon). Lalu depannya saya gambari pakai spidol merah. Gambar mawar merah lengkap dengan duri - durinya huahaha(ketahuan betapa noraknya saya kala itu..sampai kini kali). Di dalamnya saya tulis data diri, dan..saya ingat..saya tulis cita - cita saya dengan huruf besar besar : Saya ingin jadi DOKTER (cita - cita pada umumnya). Di dalamnya ampun..kalimatnya puitis, romantis abis....tak dinyana, kalau baca sekarang takjub sekaligus mual dan ngakak. Tapi lumayan rinci, isinya pertemuan saya dengannya mulai dari hal kecil : dia senyum, dia lewat di depan rumah saya, atau saya yang lewat depan rumahnya (kalau disuruh belanja ibu, pasti saya lewat..padahal jelas rute warung sama rumahnya bertolak belakang)sampai akhirnya..saya kok lupa ya, endingnya bagaimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari SD itu, saya terus menulis diary...tapi kemudian saya tak hanya menulis dear Diary...diary itu jadi punya nama, namanya Joussy. Ah..si Joussy itu tokoh yang pada bayangan saya waktu itu hermaprodit, bisa laki bisa cewek tergantung kebutuhan (heheh). Selain diary, Si Joussy itu menjelma jadi boneka panda warna abu - abu yang lusuhnya ampun - ampunan. Saya beli waktu pertama kali kost di Solo, beli di pasar malam. Nasib Joussy itu jadi punya seribu laki - laki...setiap kali ada teman yang main ke kos, baik cowok atau cewek selalu memakainya buat bantal. bahkan ada yang menorehkan tanda tangan. Sampai lulus, Joussy selalu menemani saya. Sempat sudah dibuang ibu saya di tempat sampah, lalu saya ambil lagi (Ini seperti bola yang lama - lama jadi gondrong yang nemeni Tom Hank dalam Cast Away).Tapi jangan salah, Joussy tak hanya menemani saya di kamar, jalan2pun ikut. Jousy saya ajak naik Puncak Lawu hingga perjalanan sendiri saya ke Banda Aceh. hebat kan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joussy yang tak berwujud lama - lama tak saya sapa ketika saya sudah menikah. Entahlah, semoga karena sudah menemukan teman yang kasaad mata sehingga si Joussy memilih pergi. Tapi kadang..saya kangen dengannya. Dia adalah makhluk ajaib yang memberi sayap pada mimpi dan imaginasi hingga terbang dan bertengger pada realisasinya. Ya..karena Joussy, saya berlatih menulis yang akhirnya menjadi kehidupan saya kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa diary masih ada yang terselamatkan, bahkan sobekan - sobekan kertas (saya dulu punya laci di kost, di depannya saya labeli : the letter never send. Kebayang, ada banyak surat di saya selama 5 tahun saya sekolah)termasuk kertas lembaran soal ujian yang saya tulisan besar - besar :DUCK, NOMOR 5 JAWABANNYA APA ???(Doekie,itu sahabat saya yang NIM didepan saya waktu kuliah H 0196060 itu NIM saya, nah si doeki pastilah 59. Terkadang saya masih membukanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana saya menemukan : betapa pengkhayalnya saya, konyol, jahil, terpuruk, ga masuk akal, norak, dll. Tapi semua itu selalu membuat saya tersenyum, senyum yang memberikan energi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Untuk Sausan &lt;/span&gt;: Sayang, semoga kamu baik - baik saya. Maaf, Ibu lengah hingga terpaksa ada dua jahitan di kepalamu. Really..I love you, more than you know...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-324337547015380454?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/324337547015380454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=324337547015380454&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/324337547015380454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/324337547015380454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2009/01/energi-dari-diary.html' title='Energi dari Diary'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SWNRNbVvQtI/AAAAAAAAAN4/b07fIeoB-O4/s72-c/joussy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-6224478672631451406</id><published>2008-12-18T00:52:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T01:23:33.640-08:00</updated><title type='text'>Dan Maryamah Karpov-pun sudah ada bajakannya...</title><content type='html'>Tadi siang ketika saya naik angkot dari Slipi ke JCC,ada seorang pedagang asongan yang dagangannya menari bagi saya : setumpuk buku dengan harga @ Rp 20.000,-.Buku yang dijajakan dengan disangga tangan kiri itu antara lain : Kite Runner, A Thousand of Splendid Sun, Ketika Cinta Bertasbih (dll, mulai enggak enak melolotin.. buku-buku itu tumpukannya sampai setinggi dagu)dan yang dijajakan di tangan tanda 'most wanted': Laskar Pelangi dan Marymah Karpov. Waw...saya sempat bengong, kemarin saya beli di Gramedia seharga Rp 71 ribu (ini karena diskon karyawan, dari harga hampir 80-an).Menyesalkah saya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, tentu saja itu buku bajakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ibu rumah tangga yang musti berhitung dengan anggaran ketat, tentunya akan memilih harga yang lebih murah. Setuju ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penumpang angkot yang kategori WNI (yang baik dan belum tentu benar) yang mengamalkan butir - butir Pancasila, tentulah akan membeli dari pedagang asongan yang keringatnya sudah sebutir jagung untuk menjajakan buku itu. Barangkali lebih mulia  membeli dari pedagang daripada korporasi (ini mengingatkan saya pada film "You Get A Mail" dengan toko buku raksasa 'EF OuW EX' (FOX).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seseorang yang sangat 'napsu' buku, tapi uang cekak (bahkan harus menimbang dengan jatah uang makan) tentu tanpa pikir panjang akan membeli yang murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seseorang yang mencintai buku dan menyayangi dunia yang mengabarkan tentang banyak hal, menembus batas waktu, batas geografis dan mencoba mengintip dapur sang pengarang yang berdarah - darah mencurahkan energinya untuk menulis sebuah buku dan memimpikan bahwa negeri ini tak gelap lagi...tentunya memilih dengan berat hati untuk tak membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, pembajakan itu adalah sebuah kejahatan, apapun alasannya.Tetapi untuk menilai ini benar atau salah...sungguh sulit bagi saya. Bagaimana pendapat Anda ketika Chairil Anwar mencuri buku Zarathustra dari toko buku karena tak mampu membeli dan ia ingin membacanya ? Karena cahaya (baca: pengetahuan) itu harus dibungkus oleh nominal yang demikian mahal dan tak tersentuh oleh tangan - tangan mungil kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note : posting gambar menyusul ya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-6224478672631451406?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/6224478672631451406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=6224478672631451406&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/6224478672631451406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/6224478672631451406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/12/dan-marymah-karpov-pun-sudah-ada.html' title='Dan Maryamah Karpov-pun sudah ada bajakannya...'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-6984113625985025568</id><published>2008-11-27T21:53:00.000-08:00</published><updated>2008-12-03T02:09:07.227-08:00</updated><title type='text'>Andai Mereka Mengerti</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/STZal9JbxSI/AAAAAAAAAKk/ShAB1FOoMgo/s1600-h/sampah+kereta.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/STZal9JbxSI/AAAAAAAAAKk/ShAB1FOoMgo/s200/sampah+kereta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275503621626905890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Minggu kemarin saya naik kereta bisnis Senja Utama dari Jogja ke Jakarta. Kegiatan yang rutin saya lakukan semenjak anak saya ikut neneknya gara - gara belum dapat ganti partner yang ngasuh (baik - baik di sana ya, Sayang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, tiap kali saya ke Jogja saya menyempatkan memberi koran setempat terutama hari Minggu. Koran yang tidak akan saya temui di Jakarta. Mulai Suara Merdeka, Kedaulatan Rakyat, Jogja termasuk Kompas saya beli. Tanpa teliti harga, ternyata ada yang harusnya saya hanya bayar 2.500, tetap dihargai 4.000. Sebenarnya bukan karena besar uangnya, tapi kenapa pedagang asongan mesti melakukan itu ? Ya..kalau dia sedikit jujur, pastinya sudah punya lapak..tak perlu naik turun kereta dari gerbong ke gerbong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penumpang tak terlalu penuh, walau tiket selalu habis kalau ada yang beli (Sekali lagi saya berdoa, semoga kelak PT KAI ada saingannya sehingga mereka bisa berbenah diri. Katanya anti monopoli jaman VOC, tapi kenapa negeri ini masih melakukannya. Dan setiap saat PT KAI selalu rugi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baca pertama Kompas. Tetapi belum selesai saya sudah mengantuk. Lalu koran yang setumpuk itu saya lipet rapi, saya letakkan di bawah ransel saya sebagai tanda saya masih ingin membaca koran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata keinginan saya tak dimengerti oleh penumpang kanan dan kiri tempat saya duduk. Rupanya ketika saya tidur, koran tersebut diambil. begitu saya terjaga di tengah malam, koran - koran tersebut sudah berserakan sebagai alas tidur. Saya benar - benar mau marah. Yang terbayang di benak saya adalah menendang mereka yang tengah tidur lantas mengambil koran itu. Tapi itu tak masuk akal. Mereka akan bilang...hanya koran ?! Pelit amat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ambil nafas sedalam mungkin untuk menenangkan diri. Ya ...hanya koran. Tapi mengertikah mereka bahwa koran itu berharga bagi saya ? Saya membelinya dengan tidak murah karena memang bukan koran bekas. Dan lagi, koran itu takkan bisa saya beli lagi di Jakarta.Seandainya mereka minta ijin, saya pasti akan ngasih. Siapa sih yang tega kalo orang minta untuk alas tidur ? Walau bagaimanapun...pasti saya akan pisahkan halaman mana yang benar - benar ingin saya simpan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama sekali saya menahan emosi. Lalu saya liatin terus koran yang jadi alas, yang didinjak - injak dengan kaki. Baru setelah sampai Jatinegara, mereka tergeragap bangun. Lalu saya ambil koran itu.&lt;br /&gt;"Maaf Pak, apakah sudah selesai. Saya akan baca lagi," itu kataku. Aneh bin ajaib..mereka tak mengucapkan terima kasih atau boro - boro maaf karena telah mengganggu hak orang lain. Mereka melihat saya sama dengan melihat pemulung koran yang selalu bawa karung di setiap stasiun di Jakarta. Saya jadi meragukan, katanya orang Indonesia ramah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama, satu per satu penumpang pun turun. Hanya sampah - sampah mereka yang tak ikut turun. Apakah sebuah pekerjaan berat melipat kembali koran alas tidur mereka ? Hingga kereta nampak bersih kembali ?Kalau mereka hanya bikin sampah..kenapa mesti naik kereta untuk manusia, bukan kereta sampah saja ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya berpikir, Anda mereka sedikit mau peduli dengan orang lain, barang kali mereka sudah mampu naik pesawat. Sehingga tak perlu butuh koran untuk alas tidur karena perjalanan yang panjang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-6984113625985025568?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/6984113625985025568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=6984113625985025568&amp;isPopup=true' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/6984113625985025568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/6984113625985025568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/11/andai-mereka-mengerti.html' title='Andai Mereka Mengerti'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/STZal9JbxSI/AAAAAAAAAKk/ShAB1FOoMgo/s72-c/sampah+kereta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-4528492946536605915</id><published>2008-11-19T05:24:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T20:06:22.354-08:00</updated><title type='text'>Nocturnal, Suatu Malam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SSQbax-bGgI/AAAAAAAAAKc/vGbKaL0fanQ/s1600-h/Resize+of+IMG_3325.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SSQbax-bGgI/AAAAAAAAAKc/vGbKaL0fanQ/s200/Resize+of+IMG_3325.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270367610836032002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kopi asli, local coffe. Itu kata - kata yang eksotis menurutku. Mengandung kejayaan masa silam, memori, romantisme klasik dan kenikmatan yang unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, tadi malam setelah menunggu Mbak Christ menyelesaikan deadline Intisari, kamipun meluncur ke Anomali Coffe, di Jl Senopati. Sebenarnya saya sempat ragu, jam sudah menunjukkan angka 20.30, jam berapa sampai sana ? Sementara saya ada keterbatasan waktu (baca: angkot, beginilah nasih angkoters).Tapi sekali lagi, demi tugas ditambah ras penasaran, kamipun meluncur dengan taxi (hemmm)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi segala kekhawatiran itu terlupakan ketika memasuki bangunan eksotik itu. Ada aroma kopi yang tercium dari karung goni. Entah mengapa, saya merasa seperti membelesak ke jaman VOC. Aroma keanggunan. Jujur, saya bukanlah penikmat kopi sejati (menuang cup-nya saja bingung). Bagi saya kopi adalah kebutuhan untuk mengganjal mata kala deadline. Capuccino adalah mantra penjinak kantuk. Selebihnya, saya tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi begitu masuk ke cafe itu, mencium aromanya,seperti saya masuk dalam pusaran keakraban. Mungkin saya berlebihan, tapi itulah yang saya rasakan. Apalagi ketika membaca labelnya : Java Jampit, Papua Wamena, Sumatra Mandailing, Sumatra Lintong, Bali Kintamani, Aceh Gayo (ini nama jenis kopi asli Indonesia). Tiba - tiba saya merasa pulang ke suatu tempat yang indah. Tanah yang kurindu.Mungkin karena akhir-akhir ini saya jarang menemukan indonesia yang dikemas menawan. Dimana - mana justru nama lokasi negeri antah berantah yang mudah kudapati. Sebut saja cluster Frankfurt, Valensia,  bla bla. saya lupa, saya ada di mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kopi terhidang. Dan jujur, saya bingung bagaimana menuangnya (kebangeten ya ?)Lalu saya menikmati serbuk Sumatera Mandailing. Sebelumnya saya tak pernah mau dengan kopi yang disajikan di hotel dengan selera 'bule' (karena pahitnya ampun), tapi kali ini seteguk demi seteguk...amazing. Sekali lagi, saya bukan penikmat kopi sejati, tetapi ada keindahan yang datang entah darimana..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kami memutuskan pulang, pikiranku merasa seringan kapas. Saya tiba - tiba ingat Filosopi Kopi yang ditulis Mbak Dee. Apakah energinya seperti ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, cerita inipun berakhir dengan saya pontang panting mencari angkutan untuk pulang sembari menahan mau ke toilet (kopi memang membuat gampang pipis). Saya menumpang angkutan malam hari (Amari) yang isinya mahluk - makluk malam. Nocturnal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalanan Jakarta yang sepi. Saya seperti melihat amuba raksasa yang tengah mengumpulkan energi untuk membelah di siang harinya. Sepi tapi bukan berarti tak ada bunyi. Ada energi yang tertahan. Ada bisik - bisik yang teredam. Ada sesuatu yang terbungkam. Jakarta menjelma jadi makluk purba yang terjebak gletser. Beku tapi mengancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, makhluk nocturnal ini (termasuk saya kali ya) berbeda dengan makhluk yang saya temui setiap pulang kantor yang larut malam bukan larut pagi. Kalau yang pulang larut malam ini biasanya jam 11 malam, semuanya bermuka seperti asbak rokok yang kepenuhan. Sepeti mau muntah melihat nasib. mereka duduk di bis kota bobrok, lalu duduk sambil tertidur. Coba kalau saya pas tak dapat tempat duduk dan berdiri di dekat supir, menghadap ke belakang, tercipta pemandangan yang tiba - tiba jadi mengerikan. Seperti barisan zombie..what happen with us ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan untuk Sausan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sayang, I miss U so much. Semoga cepet dapat gantinya Mbake yang ngasuh ya...biar kita bisa bernyanyi Bintang Kejora lagi. &lt;br /&gt;Btw, Sayang, ingatkah waktu lebaran kita pontang - panting nyari kantor pos buka ? Tidak sia - sia, Sayang..cerpen ibu berhasil jadi pemenang di Femina. Tidak juara satu sih..tapi lumayan. Nanti kita beli sepeda, terus Ibu boncengin keliling lapangan, menyapa ulat di pohon rambutan. Thanks ya, menemani Ibu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-4528492946536605915?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/4528492946536605915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=4528492946536605915&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/4528492946536605915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/4528492946536605915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/11/nocturnal-suatu-malam.html' title='Nocturnal, Suatu Malam'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SSQbax-bGgI/AAAAAAAAAKc/vGbKaL0fanQ/s72-c/Resize+of+IMG_3325.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-8558829785830294571</id><published>2008-11-06T21:41:00.000-08:00</published><updated>2008-11-06T21:52:31.326-08:00</updated><title type='text'>Obama...</title><content type='html'>4 Nopember adalah hari bersejarah bagi dunia. &lt;br /&gt;Bagi Amerika, fenomena baru yang mampu membalikkan fakta. Obama memberikan inspirasi, ketika kita yakin dan gigih berusaha...segalanya mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Indonesia, begitu bangganya ketika ada salah satu warganya akhirnya menjadi orang nomor satu di Amerika (baca: dunia?!)Kadang saya berpikir, kala itu Obama pastilah orang biasa yang tak pernah ada dalam obrolan. Mungkin hanya kerabat dekatnya saja yang tahu. Atau kawannya yang selintas lihat karena dia hitam dan miskin (ukuran miskin di Menteng tentu saja beda dengan miskin pada umumnya). Saya membayangkan, mungkin kala itu masih banyak yang bisa dilihat dari hanya sekedar Obama. Toh dalam bukunya, Obama juga menuliskan bagaimna ketidakadilan dan kesemena-menaan yang dia terima karena ia kulit hitam di Indonesia.Tentu saja, kala itu (hingga kini), Indonesia tak peduli akan potensi seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Obama semoga bisa belajar, ada banyak mutiara ini terpendam di Indonesia. Walaupun mutiara akan senantiasa putih berkilau  walau di comberan. Tetapi siapa yang mengerti keindahan mutiara jika yang melihat hanya nyamuk dan kecoak ? Nyamuk dan kecoak pastilah lebih tertarik dengan darah segar dan remah keju daripada keindahan mutiara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Congrats Obama !&lt;br /&gt;Selamat juga untuk Kofifah ! (hayo, pasti lupa kalau kita punya pemilu juga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semarang, suatu siang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-8558829785830294571?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/8558829785830294571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=8558829785830294571&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/8558829785830294571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/8558829785830294571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/11/obama.html' title='Obama...'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-1307775697841556726</id><published>2008-10-31T00:24:00.000-07:00</published><updated>2008-10-31T00:43:03.582-07:00</updated><title type='text'>Seroja dari tanah dewa</title><content type='html'>Bisik angin di kejauhan&lt;br /&gt;Menerbangkan rambut kuningmu bersama misteri pasir&lt;br /&gt;Kau kirimkan biru matamu untuk menemaniku&lt;br /&gt;Di sebuah pulau asing yang menjadi surga bagimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekuntum seroja jatuh di tanahku dan kau berdiri&lt;br /&gt;Tegap tubuhmu membungkuk laksana ksatria berkuda putih&lt;br /&gt;Sejenak kau timang bunga yang sudah puluhan tahun kukenal&lt;br /&gt;Dari jemari porselenmu, serojapun terbaring di telapakku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mahkotanya ada 10 helai. &lt;br /&gt;Apakah kau sempat menghitungnya ?&lt;br /&gt;Susunannya menyebar seperti spektra cahaya&lt;br /&gt;Apakah kau bisa merasakan keindahannya ?&lt;br /&gt;Dia hanya ada di tanah ini, tidak di belahan bumi manapun&lt;br /&gt;Tidak juga di tempat matahari tenggelam dimana aku berasal&lt;br /&gt;Kau tahu itu ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seroja di tanganku,&lt;br /&gt;Tiba - tiba berkilau bagai sejuta kristal Swarozki&lt;br /&gt;Harum melebihi parfum Perancis&lt;br /&gt;Lumer mengalahkan kelembutan Haagen Dazs&lt;br /&gt;Benarkah ini seroja yang kemarin ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang memujamu&lt;br /&gt;Aku yang ingin menjadi dirimu&lt;br /&gt;Aku yang silau oleh segala yang ada padamu&lt;br /&gt;Hingga lupa pada diriku, tanahku&lt;br /&gt;Bagimu, aku adalah permata Asia yang akan selalu berkilau&lt;br /&gt;Jika aku tetap menjadi aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanur, 21 Oktober 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-1307775697841556726?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/1307775697841556726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=1307775697841556726&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/1307775697841556726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/1307775697841556726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/10/seroja-dari-tanah-dewa.html' title='Seroja dari tanah dewa'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-4751194814080312339</id><published>2008-10-26T21:45:00.001-07:00</published><updated>2008-10-31T00:06:25.629-07:00</updated><title type='text'>Dari PakThorsten,Saya Belajar tentang Indonesia...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SQcg3No6I2I/AAAAAAAAAKU/reC5peFQ9y4/s1600-h/Resize+of+IMG_1732.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SQcg3No6I2I/AAAAAAAAAKU/reC5peFQ9y4/s200/Resize+of+IMG_1732.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262210822531851106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SQcfg8HcZTI/AAAAAAAAAKM/tNnuT-sSLgM/s1600-h/bali+3+sunset+kuta.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SQcfg8HcZTI/AAAAAAAAAKM/tNnuT-sSLgM/s200/bali+3+sunset+kuta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262209340359337266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SQcfgMsXwLI/AAAAAAAAAKE/yGYFzOxs-8E/s1600-h/bali+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SQcfgMsXwLI/AAAAAAAAAKE/yGYFzOxs-8E/s200/bali+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262209327629320370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SQcffmWavFI/AAAAAAAAAJ8/QRWvxfAf79U/s1600-h/bali+1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SQcffmWavFI/AAAAAAAAAJ8/QRWvxfAf79U/s200/bali+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262209317336693842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setiap tempat yang  saya singgahi, pada momen yang tak diduga, saya menemukan sebuah nilai hidup. Kalau dalam istilah pewayangan semacam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sastrajendra Hayuningrat Pangruwating Diyyu&lt;/span&gt;. Secara sederhana diartikan sebagai ilmu untuk mencapai makrifat alias kesempurnaan hidup. (Berat deh...) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu lalu saya berkesempatan mengunjungi Bali, The Paradise Island. Pulau yang lebih terkenal di ranah internasional ketimbang Indonesia. Bali yang dalam benak saya, akan dapat melihat dan memotret segala ritus kebudayaan yang terkenal itu. Imagi itu akan terlaksana tatkala kita datang sebagai turis atau pejalan. Sayang, saya datang dalam rangka bekerja dan dapat dikategorikan kerja keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, saya menjadi sekerup yang teramat kecil dalam kegiatan pemeriah perhelatan besar yang dinamai 1st Asia Beach Games. Bukan sebagai peliput namun sebagai panitia. Sebuah sebutan mentereng namun sangat ‘merusak’ keindahan Bali bagi saya. Begitulah, tatkala turis dari segala bangsa berduyun – duyun berwisata, saya dan juga teman sejawat dari Jakarta mengurusi kedatangan tamu luar negeri, tamu negara hingga berpikir keras menemukan solusi bagaimana WC mampet bisa bekerja lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru pada hari ketiga, saya  bisa melihat sekeliling. Itupun masih dalam lingkup tugas. Saya bertemu dengan seorang desainer lanskap asal Jerman, namanya Thorsten d’Heureuse. Saya memanggilnya Pak Thorsten, entahlah...sampai sekarang saya masih bersikap sebagaimana ibu saya mengajarkan sopan santun ala Klaten. Bahwa menyebut langsung nama pada orang yang lebih tua itu kategori kurang ajar.&lt;br /&gt;Sebagaimana layaknya ekspatriat (paling tidak yang pernah saya temui), cara kerjanya begitu sistematis. Segala dipersiapkan dengan profesional dan meyakinkan. Walaupun banyak desainer lanskap Indonesia yang karyanya tak kalah dari Thorsten, bahkan ada yang lebih bagus, hanya saja mereka belum bisa mengemas hingga menjadi format bisnis yang dipercaya internasional. Saya penah menemui desainer lanskap Indonesia dimana ia mengerjakan taman senilai 1 M, dan tamannya eksotik luar biasa, sketsanya dibikin di atas kadus makanan. Perihal kemasan, banyak lahan dimana Indonesia belum bisa melihat potensi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;packing&lt;/span&gt; yang menawan. Coba pikir, sejauh mana kekayaan Singapore Botanical Garden dibanding dengan kekayaan Kebun Raya Bogor ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang saya duga, karya Thorsten akan kental sekali dengan nuansa tropis yang dibanggakan orang barat tetapi tidak dibanggakan orang Indonesia sendiri, jantung hutan tropis. Saya tak menyalahkan, sudah menjadi minat psikologis dimana orang akan tertarik rumput hijau di negeri tetangga. 'Indonesiawan' ini akan begitu bangga tatkala punya desain lansekap Mediterania, Japanese Garden atau American Garden dimana mereka repot mendatangkan tanaman impor. Prestis dan bermartabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja komentar Thorsten yang membuat saya merenung,” Bukan, itu bukan psikologi manusia. Itu adalah keegoan manusia yang mau melawan Tuhan. Kamu pikir, apakah manusia lebih pinter dari Tuhan untuk menata alam ini ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan telah membuat bentang alam dengan komponen yang harmonis. Secara mudah, datanglah ke pinggiran sungai. Perhatikan jenis dan bagaimana pohon, semak, perdu yang tumbuh di sana. Itu adalah penataan paling jenius. Jika kamu ingin membuat taman, contohlah seperti itu. Jangan memaksakan tanaman yang berbeda ekologinya tumbuh di halaman rumahmu. High maintanance. Disamping itu, akan menimbulkan bencana lingkungan yang tak terduga. Di China, tanaman introduksi macam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sphatodea campanulata&lt;/span&gt; menjadi tumbuhan penggagu yang susah dibasmi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, untuk membuat taman, membangun perumahan, harus menebang pohon yang lebih dulu ada sebelum lanskapernya ada. Kenapa ? Kamu bisa bayangkan berapa waktu yang diperlukan tumbuhan itu untuk tumbuh ? Belum lagi kalau diganti dengan tanaman impor, biaya tinggi. Itu perlu disadari. Kenapa kita tidak mensyukuri yang kita punya. Indonesia punya yang negaraku (baca: Jerman) tak punya. Kenapa itu tidak dihargai ? Puluhan ribu spesies tanaman, berapa persen yang beredar di pasaran sebagai komoditi ? Lalu bandingkan dengan tanaman impor yang justru lebih banyak.” Di tengah nada bicaranya yang tenang, bersemangat, berbahasa Indonesia dengan lancar, baik dan benar (sesuai dengan EYD)diiringi dengan musik rock aliran keras (ini yang membuatnya tampil muda, energik dan style ala McJagger), akupun terdiam. Mengapa ?&lt;br /&gt;“Kalian tak boleh putus asa. Indonesia harus bangkit. Saya yakin, Indonesia adalah negara besar dan akan menjadi tetap besar,” begitulah kata - kata yang aku ingat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thorsten adalah satu dari ribuan ekspatriat yang tersedot magnet keindahan Indonesia. Yang menurut sebagian dari kita yang 'idealis dan nasionalis' tak menyukai keberadaan mereka. 'Merebut ladang lokal' Sementara kita yang berpusar di pusat medan magnetnya tak menyadari, bahwa di luar sana daya tarik kita begitu kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan pulang ke hotel, saya kembali ke jalan yang tadi saya lalui bersama Thorsten. Tiba - tiba saya merasakan pohon, jalan, bangunan dan hal - hal yang saya lewati menjadi lebih berarti. Haruskah untuk menyadari hal berharga yang kita miliki harus meminjam kaca mata orang lain ? Lebih parah lagi, kita baru menyadari bahwa kita punya banyak tatkala banyak hal itu sudah tak lagi jadi milik kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan Untuk Sausan&lt;/span&gt; : Sayang, senja di Kuta terasa sunyi tanpa kehadiran pipi tembem u. Really, I miss u, my little sunset. Baik - baik yah sama nenek.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-4751194814080312339?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/4751194814080312339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=4751194814080312339&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/4751194814080312339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/4751194814080312339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/10/from-thorsten-i-learn.html' title='Dari PakThorsten,Saya Belajar tentang Indonesia...'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SQcg3No6I2I/AAAAAAAAAKU/reC5peFQ9y4/s72-c/Resize+of+IMG_1732.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-3277148996612214565</id><published>2008-09-25T03:02:00.000-07:00</published><updated>2008-09-25T05:57:51.814-07:00</updated><title type='text'>Mamma Mia...'sinting' di masa tua !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SNuKxPOsUoI/AAAAAAAAAJ0/87fjhCvpABM/s1600-h/sausan+gigi+6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SNuKxPOsUoI/AAAAAAAAAJ0/87fjhCvpABM/s200/sausan+gigi+6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249942369136824962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SNtuWGTYj9I/AAAAAAAAAJk/8yZgFI-xf_0/s1600-h/ABBA.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SNtuWGTYj9I/AAAAAAAAAJk/8yZgFI-xf_0/s200/ABBA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249911116558536658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SNtuWkiLO3I/AAAAAAAAAJs/LhnTC1j0i4Y/s1600-h/sausan+close+up.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SNtuWkiLO3I/AAAAAAAAAJs/LhnTC1j0i4Y/s200/sausan+close+up.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249911124673641330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin sore, saya melakukan tindakan yang tak masuk akal. Tetapi untunglah akhirnya justru menyehatkan akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Fanny Poyk tiba2 ngajak ketemuan, katanya ada temennya yang mau nraktir nonton ABBA. Saya tegaskan sekali lagi, bener ga saya juga dibayarin ? Bener. Kan tiket konser artis bule gitu mahal. Enggak kok, cuman 30 ribu. Yakin ? Jangan - jangan kita nonton di bawah drum. Enggak, bener...nonton di Megaplex. walah, itu mah pilem, bukan nonton ABBA. Iya..ABBA dalam film hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, pukul 15.00 saya sempat ragu. Berangkat enggak ya tatkala menimbang pekerjaan yang bejibun tiada tara (Aduh...mau libur nasional seminggu aja bayarannya mahal bener)Akhirnya, menimbang kepala yang sudah berat dan butuh ketawa ngakak..saya pun berangkat dan berniat balik lagi ke kantor untuk menyeleseikan tulisan. (Saya sedang mengedit tulisan untuk acara di Bali dan duh...terkadang daripada mengedit mending menulis sendiri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, akhirnya saya tunggu Mbak Fanny di TKP yang dimaksud. Sebuah lokasi yang menurut saya begitu mewahnya. Dan saya selalu merasa berdosa, tak nyaman, dan pengin secepatnya kabur dengan lokasi seperti ini (dasar berpribadi miskin hehehe). Saya duduk di pojok, sembari melihat orang lalu lalang. Mbak - mbak cantik2, bajunya minim - minim (oh, khusus untuk hal ini di sini sangat efisien, sehingga tak perlu merasa berdosa dengan kere yang tak mampu beli baju). Lalu banyak wartawan (ya saya mengenali mereka dari atribut dan pembicaraan : seputar deadline. Aduh..kepalaku jadi berat). Banyak wartawan itu menandakan mau ada premier film (ternyata Laskar Pelangi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Fanny datang. Temannya Mbak Fanny, namanya Bu Sasi pun menepati janjinya untuk membelikan tiket. Ya benar, 30 ribu ! Tapi mak...yang membuat saya sesek (dan ga rela), untuk bekal berbuka pas nonton film (karena pas maghrib pastilah film sedang diputar, maafkan saya ya Allah, sedikit tak bertaqwa), saya beli sebotol air mineral . Dengan kalem, Mbak kasirnya menyebut angka Rp 13.350,- Byuh. Serasa nyesek. Coba tadi beli di kaki lima, maksimal Rp 2.000,- Kalau di sini Rp 5.000,- gitu masih maklum, lha ini 6 x lipat. Kejem !! Mau saya kembalikan, tapi kok takut..bukan takut dituduh miskin, tapi takut dipelototin Mbak kasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Fanny senyam senyum Pun ketika seorang sales kartu kredit menawarkan jasanya, dengan elegan Mbak Fanny menolak. begini kalimatnya :&lt;br /&gt;"Wah, saya tidak mau lagi ikut yang begituan "&lt;br /&gt;"Lah ini kan menguntungkan bla..bla..bla (yang ditawari hanya Mbka Fanny, bagaimanapun dia masih nampak kaya daripada aku hahaha)&lt;br /&gt;"Maaf Mas, saya gak punya tabungan sama sekali. Saya kan pengangguran (dengan menepuk dada, tanpa beban justru malah bangga). Nanti kalo ikut, ga bisa bayar, dikejar kejar tuh sama depcolector yang badannya gede (sembari mengangkat kedua tangan posisi Ade Rai)" Salespun pergi tanpa basa basi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film pun diputar. Yang menonton sedikit. Kami telat 10 menit.&lt;br /&gt;Waw...itu film kereeeeen, sinting, menghibur. Saya takkan menceritakan detail. Yang jelas pemainnya semua emak2, Merly Streep (bener ga ya nulisnya) yang aku ingat main di Adaptation. Terus si bapak ganteng Piere Brosnan (ga tau ini tulisan bener ga). Mereka begitu energik, sinting cerdas dan...jadi mamma (emak, simbok, ibu) tetap bisa bahagia, muda dan menyenangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sesama kawan yang memang tak bisa menjadi ibu yang lembut nan halus sebagaimana di sinetron dan uang lima rupiahan (tempo dulum, si ibu berkebaya)Tetap bisa menjadi ibu yang baik (plus harus menonton Mamma Mia..bukan promisi, tapi ini menginspirasi). Jadilah teman bermain dan berjalan - jalan (mendaki gunung ..), jadilah sahabat tempat curhat...bagi anak - anak kita. Kami pun tertawa, beban masing - masing seringan kapas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks ya Bu Sasi, Mbak Fanny...for exicting moment !Sausan, senja mungilku..terkadang ibu merasa cepat tua begitu melihat kamu semakin tumbuh. Tapi film itu menginspirasi ibu untuk tetap menjadi temanmu, kapanpun. Dari kini kita menyanyikan 'Gembira Berkumpul-nya Tasya' sembari jingkrak jingkrak di atas kasur, atau main lempar-lemparan tepung kue (kue kosong dan berbau sangit, toh kue enak bisa beli di toko..kebahagiaan itu ga bisa dibeli)sampai nanti kamu dewasa dan butuh sahabat untuk curhat. Just say..SOS !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan untuk Sausan&lt;/span&gt; : Aduh, Sayang..Mbake dah mudik neh, ibu jadi pontang panting. Jadi sebaiknya kamu tak usah protes kalo bubur bikinan ibu tak seenak Mbake sebab buru2 bikinnya. Yang penting bergizi dan penuh sayang, itu pasti !Kalau mau ngompolin Ayah..yang basah sekalian semuanya, jangan tanggung - tanggung yah!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-3277148996612214565?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/3277148996612214565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=3277148996612214565&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/3277148996612214565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/3277148996612214565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/09/mamma-miasinting-di-masa-tua.html' title='Mamma Mia...&apos;sinting&apos; di masa tua !'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SNuKxPOsUoI/AAAAAAAAAJ0/87fjhCvpABM/s72-c/sausan+gigi+6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-4075606527420256320</id><published>2008-09-18T22:41:00.000-07:00</published><updated>2008-09-18T22:49:49.154-07:00</updated><title type='text'>Dulu Kau Ada</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SNM9WySlB9I/AAAAAAAAAJM/TXeSSp-BEww/s1600-h/mendung+di+telaga+warna.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SNM9WySlB9I/AAAAAAAAAJM/TXeSSp-BEww/s200/mendung+di+telaga+warna.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247605452482873298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dulu kau ada,&lt;br /&gt;Menyaksikan langit yang berlahan gelap&lt;br /&gt;Kabut berat turun menjadi mendung&lt;br /&gt;Tanah gelap tapi hatiku terang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu kau ada,&lt;br /&gt;Ketika tampias gerimis membasahi sweater merah jambu&lt;br /&gt;Kau hapus lembut dengan T shirt yang kau kenakan&lt;br /&gt;Hangat berlahan menjalar&lt;br /&gt;Dalam gigil aku dan kau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu kau ada,&lt;br /&gt;Untuk selalu mengatakan jalan tak jauh lagi&lt;br /&gt;Kau genggam erat jemari&lt;br /&gt;Kakiku pun lebih berdaya melawan luka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu kau ada,&lt;br /&gt;Untuk meyakinkan aku&lt;br /&gt;Bahwa aku yang terbaik bagimu&lt;br /&gt;Kau memang yang terindah untukku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau adakah, kini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendung di Telaga Warna,&lt;br /&gt;Rain Lalu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-4075606527420256320?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/4075606527420256320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=4075606527420256320&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/4075606527420256320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/4075606527420256320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/09/dulu-kau-ada.html' title='Dulu Kau Ada'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SNM9WySlB9I/AAAAAAAAAJM/TXeSSp-BEww/s72-c/mendung+di+telaga+warna.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-7378470292642381339</id><published>2008-09-09T03:43:00.000-07:00</published><updated>2008-09-09T04:11:52.463-07:00</updated><title type='text'>Tatkala Mbok Sri Bertemu Super Toy</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SMZZvO4TjLI/AAAAAAAAAJE/ZHqOXxoi6e4/s1600-h/padi+petani.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SMZZvO4TjLI/AAAAAAAAAJE/ZHqOXxoi6e4/s200/padi+petani.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243977484102503602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kanggo Mbok Sri, iki sekul pethak gondo arum, pisang ayu, jongkong inthil.Kanggo Ki Dadung Awuk, saiki Mbok Sri wis ngancik dewasa, keparenga takboyong&lt;/span&gt;.."&lt;br /&gt;(Untuk Mbok Sri, ini nasi putih nan wangi, pisang mulus, jongkong inthil (makanan tradisonal dari ketan). Untuk Ki Dadung Awuk, sekarang Mbok Sri sudah dewasa, ijinkan saya bawa pulang..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kemenyan mengepul, mata terpejam dengan khusuk, seorang nenek tertatih menyusuri pematang sawah. Urat rentanya seakan mendapat energi lebih dari padi keemasan yang sebentar lagi dituai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali Anda yang tinggal di kota tak mengenal adegan di atas, upacara wiwit yang dilakukan sebelum panen. Dulu waktu saya kecil, saya begitu semangat membantu (tepatnya ngrecokin) nenek saya (RIP)dengan upacara wiwit. Saya senang sekali waktu itu karena bisa makan nasi dibungkus daun pisang di tengah sawah, tanpa cuci tangan, bersama teman2 di desa yang 'klumut' (lusuh). Keharuman nasi itu masih teringat hingga sekarang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Jawa Tengah, termasuk nenek saya sangat menghormati Mbok Sri (Dewi Sri) sang dewi padi. Mereka memperlakukan malai badi laksana rambut sang dewi sehingga disediakan cermin, sisir dan minyk rambut. Tak hanya sebatas 'kesintingan' yang tak masuk akal, tetapi kesabaran menunggu hasil panen. Padi jaman dulu (sebelum dikenalkan dengan IR)panennya hanya dua kali setahun. Oleh karena itu beras adalah barang mewah. Namun bukan berarti mereka lapar. Ada singkong dan jagung (yang juga varietas tradisional) yang bisa dimakan. Kala itu, mereka tak merasa miskin karena hanya makan singkong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu padi menjadi makanan yang wajib dikonsumsi. Makan singkong identik dengan kampungan (baca : terbelakang) dengan sebutan Anak Singkong. Makan jagung disebut sebagai kekurangan makan. Lalu Mbok Sri-pun 'dipaksa' secepatnya untuk segera dewasa. Mbok Sri yang cepat dewasa itu akan menghasilkan banyak beras dalam waktu singkat. Harusnya masyarakat tak lagi lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang, Mbok Sri jual mahal,tak lagi kenal dengan nenek saya dan juga orang2 dusun lainnya. Ia pindah ke menara gading. Tak semua bisa mengakses beras. Ketika singkong dan jagung dianggap makanan rendahan, masyarakat justru makan nasi aking. Saya kira itu dulu hanya dimakan oleh bebek. Padahal bebek kalau tidak digembala di sawah, akan mandul ga keluar telur kalau hanya makan nasi aking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kelaparan itu,banyak pihak mengajari masyarakat untuk mimpi dan budaya instan. Indikasinya, sinetron lampu ajaib dengan jin yang bisa mewujudkan segala keinginan laris manis. Ikut bisnis mudah hasilnya jutaan rupiah. Segalanya mau cepat, siap saji, tak perlu susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Super Toy menjadi mudah diterima. Karena padi Super Toy mewakili sesuatu yang cepat dan siap saji. Masyarakat sudah terlanjur hidup dalam mimpi. Pemerintah tak mengajari untuk hidup nyata dan lebih cerdas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Nenek saya masih ada, saya yakin dia akan selalu setia untuk permisi dulu dengan upacara wiwit ketika akan memboyong Mbok Sri ke rumahnya. Mbok Sri pun tersenyum, dan takkan menjauh dari nenek saya, para petani itu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-7378470292642381339?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/7378470292642381339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=7378470292642381339&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/7378470292642381339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/7378470292642381339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/09/tatkala-mbok-sri-bertemu-super-toy.html' title='Tatkala Mbok Sri Bertemu Super Toy'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SMZZvO4TjLI/AAAAAAAAAJE/ZHqOXxoi6e4/s72-c/padi+petani.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-4093213366938604129</id><published>2008-08-26T05:31:00.000-07:00</published><updated>2008-08-26T06:06:45.238-07:00</updated><title type='text'>Surat Buat Simbok di Desa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SLP_wuj0R8I/AAAAAAAAAII/hFvV901j5A8/s1600-h/tungku.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SLP_wuj0R8I/AAAAAAAAAII/hFvV901j5A8/s200/tungku.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238812004159080386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto : Tungku-nya Simbok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbok, apa kabar ?&lt;br /&gt;Saya di sini baik - baik saja, tidak kurang suatu apa, kecuali kurang uang - kekurangan yang sudah bukan lagi menjadi kekurangan bagi saya dan keluarga. Lha wong sudah terbiasa tidak punya uang. Tetapi bukan berarti susah, sungguh Mbok. Segala masalah menjadi enteng ketika melihat cucumu ini sudah menik - menik dan tipluk - tipluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin Genduk mencret - mencret, tapi sudah dibawa ke Puskemas. Biasa, dikasih pil warna - warni, terus sembuh. Entah karena penyakitnya sudah bosen menggerogoti tubuh yang makanannya yang enak, atau memang pil Pak Mantri yang dari saya kecil hingga kini, sudah lintas kota antar propinsi juga masih sama warnanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perihal warna, yang bertambah warna - warni bukan obat pil di Puskemas tetapi warna warni bendera partai. Di Jakarta, Mbok...sepanjang jalan warna - warni bendera itu berkibar dengan meriahnya. Seperti kalau di desa kita mau ada pertandingan antar RT. Apakah Simbok sudah dikasih tahu Pak Bayan, kalau partainya sudah tidak lagi hanya hijau, kuning dan merah seperti lampu stopan (Baca: traffic light) ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih ingat kata Pak Sukam, guru PMP (Pendidikan Moral Pancasila)SD, bahwa di Indonesia ini hanya ada 3 partai karena untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Kalau hanya dua, bisa berantem. jadi harus ada penengahnya, yaitu partai ke 3. Sementara kalau kebanyakan seperti pemilu jaman tahun 66, persatuan akan terpecah belah.&lt;br /&gt;Kini saya yang lulus SD saja tidak tahu, apalagi Simbok..apakah persatuan dan kesatuan masih diperlukan untuk melengkapi sila - sila Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halah Mbok, saya juga ndak tahu..apakah Pancasila tidak pada dicuri orang..wong barang - barang pada naik begini. Elpiji di tipi naik yang tadinya 63 ribu rupiah menjadi 69 ribu rupiah. Kalau di tokonya Encik dari 68 ribu rupiah menjadi 75 ribu rupiah. Kalau ditanya kok tidak sama dengan di tipi, Encik malah menyuruh beli di tipi saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O ya, Mbok..saya belum cerita ke Simbok ya kalau sekarang saya sudah tidak menggunakan kompor minyak yang dulu bawa dari desa waktu pindahan ke Jakarta. Beberapa waktu pemerintah menginstruksikan untuk mengganti minyak tanah ke elpiji atau gas. Begitulah, minyak tanah langka, kalau ada pun mahal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juragan punya kompor gas besar dan tabungnya yang sudah tidak dipakai. Makanya saya lungsur dengan nyicil. Nah, semenjak menggunakan gas, kasur tempat tidur tidak lagi kena langes (baca : jelaga) sebagaimana dulu waktu masih pakai kompor minyak. Kadang bantal juga kecipratan minyak tanah atau sumbu kompor. Hanya masalah sekarang menjadi mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi rindu di desa, Mbok. Masak tidak usah repot nyari bahan bakar. Cukup pakai sabut kelapa atau blarak (daun pisang kering). Apalagi listrik di Jakarta sering byar pet. Kalau di desa tidak pernah jadi masalah. Listrik mati ya paling tidak bisa melihat sinetron Kanza. Air masih ngalir wong nimba, nyetrika juga bisa pake arang, lampu tak masalah bisa pake minyak klentik bikinan sendiri.&lt;br /&gt;Mbok, dengan kondisi ini, bukannya saya pelit..lebih baik Simbok tetap tinggal di desa saja, ngurusi sawah. Walaupun bukan punya kita, tapi Pak Bei kan sudah memasrahkan seumur hidup Simbok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Simbok ke kota, siapa yang akan menanam padi ? Siapa yang akan menghasilkan pangan untuk penduduk Indonesia, termasuk penduduk Jakarta. Siapa lagi yang akan jadi model untuk kampanye partai ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah, kalau tetangga kita nyalon presiden, pasti butuh orang - orang kayak Simbok untuk dirangkul dan dipeluk - peluk lalu masuk tipi. Bayangkan, Simbok masuk tipi seperti Kanza itu. Rak ya hebat ta ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian Mbok, surat dari saya. Semoga bisa sampai sebelum lebaran. Soalnya sering nyangkut di balai desa lama sekali. Doakan dagangan saya laris, sehingga besok bisa beli jarik pring sedapur dan bawa nastar untuk lebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungkem saya,&lt;br /&gt;Genduk Pagiyem&lt;br /&gt;Jakarta - Tangerang - Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-4093213366938604129?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/4093213366938604129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=4093213366938604129&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/4093213366938604129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/4093213366938604129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/08/surat-buat-simbok-di-desa.html' title='Surat Buat Simbok di Desa'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SLP_wuj0R8I/AAAAAAAAAII/hFvV901j5A8/s72-c/tungku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-7494754807039998231</id><published>2008-08-15T05:34:00.000-07:00</published><updated>2008-08-15T05:55:14.332-07:00</updated><title type='text'>Lelaki di Jembatan Ampera</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SKV8NDpyloI/AAAAAAAAAIA/Qep7dw5FsyI/s1600-h/tato+ampera.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SKV8NDpyloI/AAAAAAAAAIA/Qep7dw5FsyI/s320/tato+ampera.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234726705648801410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jembatan Ampera, suatu siang&lt;br /&gt;Kala mesin pengeruk menggerus tubuh Musi. Riuh besi beradu lumpur meramaikan siang. Ada banyak laki - laki yang ikut berkubang bersama roda mesin. Nampak biasa, sebiasa potret ribuan buruh di negeri ini. Tiba - tiba aku menangkap sesuatu yang nampak tak biasa pada lelaki itu. Lelaki dengan tato, JEMBATAN AMPERA !Apa maksudnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari tersenyum, saya memotretnya. (Saya yakin, Andapun tertawa). kalau tatonya kepala ular, tengkorak atau apapun yang berbau sangar, mungkin pas. Tapi ini tatonya landmark kota gitu loh. Begitu susah mendapatkan angel yang saya inginkan. Akan lebih menarik jika lelaki itu berdiri menghadap jembatan ampera, hingga saya bisa mengabadikan keduanya. Nun jauh di perkampungan kumuh nelayan Tujuh Ulu, serasa saya menemukan mutiara 'nasionalisme' pada sebuah negeri. Begitu harunya saya pada lelaki itu, yang sedemikian bangga pada salah satu sudut negeri ini. Hingga merelakan kulitnya ditusuk jejarum warna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, Selamat 17 Agustus 2008. Semoga penghuni Taman Makam Pahlawan Kalibata, dan seantero Indonesia masih bisa tersenyum di kediamannya. Mereka tak sia-sia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-7494754807039998231?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/7494754807039998231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=7494754807039998231&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/7494754807039998231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/7494754807039998231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/08/lelaki-di-jembatan-ampera.html' title='Lelaki di Jembatan Ampera'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SKV8NDpyloI/AAAAAAAAAIA/Qep7dw5FsyI/s72-c/tato+ampera.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-1461581617555039432</id><published>2008-08-04T05:31:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T12:48:24.847-08:00</updated><title type='text'>Merenung di Halimun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SJb5y5IMI_I/AAAAAAAAAH4/092R4uUPXS8/s1600-h/kanopi+trail.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SJb5y5IMI_I/AAAAAAAAAH4/092R4uUPXS8/s320/kanopi+trail.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5230642669961356274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SJb5ePWnV4I/AAAAAAAAAHw/bLvzPbzBNEI/s1600-h/air+terjun+halimun.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SJb5ePWnV4I/AAAAAAAAAHw/bLvzPbzBNEI/s320/air+terjun+halimun.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5230642315150186370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aroma pakis, lumut yang bercampur dengan tanah basah khas hutan tropis adalah aroma yang selalu kurindu. Aroma itu telah menentukan sebagian hidupku. Menempa sebuah kegigihan untuk mencapai sesuatu. Merenungkan tentang tapak - tapak yang telah lewat. Ada tawa, cita dan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kembali ke hutan, serasa kembali ke yang Maha Hidup. Tenggelam dalam keperkasaan rimba menjadikanku malu, kenapa harus takabur ? Ketika menekuri helai demi helai dedauanan yang menghadirkan beragam bentuk, betapa malunya aku ketika harus menginjak teman demi sebuah persaingan. Bukankah masih ada helaian daun lain yang bisa kau singgahi ?Ketika menekuri remah - remah semak runtuh dan terurai di lantai hutan, kembali kemerasa rendah dan menyatu dengan tanah. Menyatu pada Yang Asal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cikaniki - Citalahap&lt;br /&gt;Agustus 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-1461581617555039432?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/1461581617555039432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=1461581617555039432&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/1461581617555039432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/1461581617555039432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/08/merenung-di-halimun.html' title='Merenung di Halimun'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SJb5y5IMI_I/AAAAAAAAAH4/092R4uUPXS8/s72-c/kanopi+trail.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-736933653824634055</id><published>2008-07-31T00:45:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T12:48:25.076-08:00</updated><title type='text'>Why must be amicable?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SJFy83mgFnI/AAAAAAAAAHo/M-Bn0elxsko/s1600-h/sevia+blog.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SJFy83mgFnI/AAAAAAAAAHo/M-Bn0elxsko/s320/sevia+blog.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229087032397010546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa mesti baik hati ?&lt;br /&gt;Barangkali itu pertanyaan konyol. Hanya saya, pertanyaan ini muncul ketika saya menghadapi suatu keadaan, dimana baik hati dan dedikasi bukan lagi menjadi tolok ukur pada sebuah penilaian (dalam hal ini scoring). Terkadang memang kita harus menerima ketiak segalanya dihitung dari angka yang dihasilkan secara kuantitatif, bukan kualitatif. Bukan pula melihat bagaaimana sebuah proses sesuatu itu dihasilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat akal sehat dan kata hati yang tulus itu berjalan normal, dengan senang hati saya melakukan banyak hal dengan segala keikhlasan. Sesuatu yang boleh tidak saya kerjakan, namun saya kerjakan karena kata hati saya mengatakan baiklah harus dilakukan.  Konon kata hati yang paling dalam adalah sebagian dari manusia yang selalu menunjukkan kebaikan.(hanya pada kenyataannya, yang kita anggap itu adalah perbuatan amal kita, tidak dinilai amal oleh orang lain. Terkadang mereka lupa kalau kita sudah bersusah payah untuknya. Kenyataannya, semua itu tidak ada hasil yang konkrest atau peningkatan grafik kuantitaf yang kasad mata)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat akal sehat dan kata hati saya juga sehat, mereka berdua selalu menyemangati untuk melakukan yang terbaik. Membabat segala halangan, mendedikasikan untuk keidealisan. Kalau toh itu gagal, kamu sudah berproses di dalamnya.&lt;br /&gt;Pada kenyataannya, gagal is gagal. NOT MORE ! Karena scoring itu berdasarkan hasil, bukan proses yang tak dapat diukur dengan alat kuantitatif. Menyedihkan. Melelahkan.Menjatuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan namun pasti, kata hati itu ternyata masih setia menemani. Di saat-saat genting dan tak dapat dikendalikan, diapun hanya diam lantas menatap dengan pilu. ketika semakin berantakan, dia mencoba bangkit. Ketika sudah pada titik pasrah, diapun membisikkan sesuatu : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KENAPA KITA HARUS JATUH, BRUCE ? KARENA KITA HARUS BELAJAR UNTUK BANGKIT LAGI. You're never give up, Alfred ? NEVER !!&lt;/span&gt;Itu salah satu fragmen Batman Begin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusadari, baik hati memang tidak ada scoringnya. Namun tak penting itu penghargaan, karena saat berbuat baik itulah keindahan dirasakan. Proses memang tak ada yang peduli, tapi ada banyak mata yang lain yang akan selalu meletakkan diri kita di antara orang - orang yang layak dihargai. Minimal penghargaan itu datang dari diri kita sendiri. Jadi, bolehlah jatuh, tapi jangan menyerah. Karena menyerah itu artinya  melumuri diri dengan kotoran ayam, bau !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-736933653824634055?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/736933653824634055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=736933653824634055&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/736933653824634055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/736933653824634055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/07/why-must-be-amicable.html' title='Why must be amicable?'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SJFy83mgFnI/AAAAAAAAAHo/M-Bn0elxsko/s72-c/sevia+blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-377492071238664990</id><published>2008-07-27T21:58:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T12:48:25.241-08:00</updated><title type='text'>Seandainya novel saya terbit...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SI1ZBnZvKSI/AAAAAAAAAHY/OkK24HeGxHk/s1600-h/menulis+blog.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SI1ZBnZvKSI/AAAAAAAAAHY/OkK24HeGxHk/s320/menulis+blog.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227932626738686242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Baru saja saya baca email Pak Anwar Holid dari milist, judulnya 'Menjaga Api Semangat Menulis'. Saya baca kalimat demi kalimat, rasanya seperti cermin diri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, akhir - akhir ini rasanya tak lagi semangat menulis. Banyak ide, banyak impian, tetapi rasanya hanya berpusing di kepala lantas meledak berkeping - keping. Serpihan itu menguap tanpa bekas. Begitulah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tulisan Pak Anwar Holid itu, saya seperti disadarkan bahwa jika kita malas menulis, musti menengok ke belakang : motivasi. Motivasi apa yang membuat kita menulis. Kembali saya mengingat kenapa saya belajar menulis kala itu ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya menulis karena ingin mengatakan sesuatu pada seseorang (hehehehe), tanpa berani mengungkapkan di depannya. Lalu 'mencipta dunia' ideal menurut saya. Jadilah saya menulis cerpen tentang romantika termehek - mehek. Dari SMA hingga semerter awal kuliah, sekitar 25-an cerpen dimuat di Mingguan Jaya Baya. Padahal waktu itu saya tidak punya mesin ketik. Saya memakai mesin ketik ayah saya secara diam - diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kuliah, sayapun menulis 'idealis' di koran dan mimbar mahasiswa. Kala itu dilandasi pengaruh bukunya Soe Hok Gie. Saya beberapa kali menulis masalah lingkungan hidup di mimbar mahasiswa Solopos. Dan beberapa puisi. Juga beberapa obrolan ringan di Suara Merdeka. Entah kapan tepatnya, kala itu saya bercita - cita menjadi penulis novel. Paling tidak sebelum umur 25 tahun, sudah ada novel (ataupun buku science) yang ditulis atas nama saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir - akhir kuliah, saya pun menulis. kala itu tujuannya bergeser, saya butuh uang terutama untuk naik gunung. Begitulah, sayapun menulis. Dari salah satu cerpen yang dimuat plus berhutang dari teman, saya bisa sampai ke Mahameru yang waktu itu menurut saya sangat mahal biayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, saya menulis, tiap hari. Karena pekerjaan saya memang menulis berita. Pada dasarnya sama motivasinya, menulis demi uang. Walaupun terkadang ada berita yang memang saya sukai sehingga saya menulis sepenuh hati. Tetapi memang ada tema yang saya tidak suka dan harus menulis. Itulah yang kerap menghabiskan energi. Karena ini tugas, sayapun harus menulis. Ketika energi terkuras, saya hanya bisa menatap draft novel saya yang semakin berdebu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Pak Anwar, kita harus jujur tentang motivasi menulis. Memang, saya menulis (yang bukan pekerjaan) memang uang salah satu motivasinya. Ya hanya salah satu. Karena kalau memang uang adalah motivasi segalanya, saya akan menerima tawaran beberapa penerbit yang berniat mengontrak saya untuk menulis tetapi dengan nama samaran. Ini bukan masalah idealis, tetapi sebenarnya lebih pada perwujudan impian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impian saya masih sama dengan tahun - tahun yang lalu : menulis novel, tinggal di rumah kayu dengan halama penuh bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2007 silam, ada satu kumpulan cerita anak berhasil diterbitkan atas nama saya. Bahagia. Walaupun tidak sepenuhnya. Karena buku itu hanya diedarkan terbatas. Setiap kali saya ada di toko buku, saya bertanya : kapankah nama saya ada di salah satu buku - buku itu ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan di balik layar &lt;/span&gt;: Menulis... menulis..menulis&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-377492071238664990?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/377492071238664990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=377492071238664990&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/377492071238664990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/377492071238664990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/07/seandainya-novel-saya-terbit.html' title='Seandainya novel saya terbit...'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SI1ZBnZvKSI/AAAAAAAAAHY/OkK24HeGxHk/s72-c/menulis+blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-8610762556030619268</id><published>2008-07-16T22:59:00.000-07:00</published><updated>2008-07-16T23:36:34.782-07:00</updated><title type='text'>Sore, di toko buku itu...</title><content type='html'>Toko buku itu berada di sudut komplek eksotis yang bernama TIM (Taman Ismail Marzuki). Kecil, tak sistematis, padat buku dan berdebu. Kata temen saya, toko buku itu milik Rizal Manua. Saya tidak tahu pasti. Yang jelas, setiap kali memasuki toko buku itu, saya seperti masuk pusaran waktu (kayak masuk ke jaringan Flo-nya Harry Potter).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti saya berada di Social Agency di shooping center Yogyakarta (kini namanya Taman Pintar), satu dekade lalu. Selalu ada embak-embak gemuk (yang saya tak pernah menanyakan namanya), ramah dan cekatan (jemarinya lincah memencet kalkulator menghitung diskon). Dia selalu menyodorkan buku - buku yang memang selalu saya cari. Kala itu buku - buku tentang lingkungan hidup, lengkap dengan diskon terbesar yang bisa ia berikan tanpa membangkrutkan tokonya. Setelah transaksi deal, uang kumal yang menjadi energi penuhku menyetrika Malioboro beralih tangan, jemarinya memberi servis gratis lainnya : sampul plastik. Manjadikan buku itu rapi, berkilau dan glamour. Peristiwa paling megahnya, kini ada di tanganku !&lt;br /&gt;Kresek kresek suara plastik dari sampul adalah irama merdu yang aku dengar. Rasanya seperti mendapat nilai A untuk ujian Rancob (semacam statistik lanjutan).Bagaimana tidak, uang itu saya kumpulkan keping demi keping dengan memotong anggaran setiap kali makan. (Tak heran bila tubuhku kecil, malnutrisi)&lt;br /&gt;Entah trik dagang atau memang dia iba melihat kegigihanku mendapatkan buku, ia akan memperlihatkan buku - buku yang lain untuk saya beli bulan depannya lagi. Tentu saja dengan diskon yang amit - amit saya ajukan.Eksotisme transaksi untuk sebuah buku itu tergambar di toko buku pojok TIM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toko buku itu juga membawa saja mengarungi tataran waktu yang lebih berpendidikan : pelajaran bahasa Indonesia semasa SMA. Saya ingat, guru bahasa Indonesia saya namanya Pak Sigit Sugiman. Kurus, botaks, suara melengking, kumisan dan...(selalu kita gosipkan dia menyukai cowok, namanya Nurman Kurniawan - sahabatku yang ganteng (serius) dan rankingnya tepat di bawahku : 43 dari 44 siswa). Dulu saya selalu membuat beliau sibuk dengan  pertanyaan yang enggak penting. Saya suka seolah bertanya serius agar beliau menjelaskan ulang. Lalu saya sibuk makan mangga mentah dan garam yang saya sembunyikan di laci meja. Seperti jamaknya murid Fisika, pelajaran B. Indonesia adalah refresing dan enggak penting. Makanya nama - nama seperti STA, Armijn Pane, Sanusi Pane, Nur Sutan Iskandar tenggelam di antara rumus bangun, fluida dan integral.&lt;br /&gt;Baru kini saya sadari, bahwa orang - orang seperti Pak Sigit Sugiman, Pak Sukir (ini guru B. Indonesia saya waktu SMP, orang yang keahliannya nomor dua setelah ibu saya : dalam hal menjewer telinga)yang membuat negeri ini lebih berbudi, bermartabat dan berjati diri dan sombong dikit(tidak seperti pesan pemerintah kan ya)?. Karena beliau telah mengajarkan kami - kami, pemuda harapan bangsa yang sedikit pecicilan ini untuk mengenal dan mencintai kata dan sastra. Ranah 'omong kosong' membuat manusia menjadi utuh. Membuat bangsa menjadi bernurani.&lt;br /&gt;Hanya setelah saya berada di toko buku pojok TIM itu, saya baru ingat, mengapa di buku Pelajaran Bahasa Indonsia ada nama STA, Armijn Pane, Sanusi Pane, HAMKA, N.H Dini dll. Kenapa tidak pernah ada nama Iwan Simatupang, Pramoedya, Goenawan Mohammad, bahkan Gerson Poyk pun saya tidak tahu. Di toko buku itu saya membaca nama - nama beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, toko buku itu membawa ingatan saya ke sebuah lokasi,toko buku loak di bawah pohon asem. Penjaganya adalah lelaki tua yang selalu menceritakan tentang buku yang akan dibacakan kelak jika saya sudah mengerti. Anehnya, lelaki itu justru menghilang dan membiarkan saya membaca buku yang selama ini ia jaga. Lokasi ini hanya da di cerpen saya yang belum pernah terseleseikan dan saya lupa file-nya dimana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-8610762556030619268?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/8610762556030619268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=8610762556030619268&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/8610762556030619268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/8610762556030619268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/07/sore-di-toko-buku-itu.html' title='Sore, di toko buku itu...'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-5017404471720205753</id><published>2008-07-14T10:30:00.000-07:00</published><updated>2008-07-14T10:45:57.528-07:00</updated><title type='text'>Lelaki Dengan Dua Pijar Matahari</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Untuk Teguh Esha&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mata itu berpijar bak dua bola helium&lt;br /&gt;Menyalakan peta langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata kanan serupa fajar&lt;br /&gt;Kurasakan jemari energi meraup malam&lt;br /&gt;Mengisi detik dengan makna pada kata&lt;br /&gt;Kau yakin bahwa kata adalah senjata&lt;br /&gt;Setajam apa senjatamu melawan hitam ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata kiri adalah senja&lt;br /&gt;Yang gemetar dalam rengat hari&lt;br /&gt;Berdiri dengan iga retak dan kulit keriput&lt;br /&gt;Adakah raga berpihak padamu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Catatan di balik layar :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada lampu sebening hati di Bulungan. Satu jahe hangat dan es teh tawar, kudapatkan satu kalimat yang begitu menyentakku ' Wartawan itu menuliskan fakta' Hah !&lt;br /&gt;Sayang aku lupa mengambil moment itu, ketika fosil - fosil sejarah menjelma menjadi energi pada diri 'muda' nan 'pecicilan' ini. I come to realize, to my idealism.&lt;br /&gt;Thanks to Mbak Fanny Poyk (tanpa pakai J), Bang Iwan Soekri for inspiratif moment this day. That is my feel to incredible person who I meet by you - Bapak Teguh Esha - penulis Ali Topan Anak Jalanan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-5017404471720205753?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/5017404471720205753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=5017404471720205753&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/5017404471720205753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/5017404471720205753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/07/lelaki-dengan-dua-pijar-matahari.html' title='Lelaki Dengan Dua Pijar Matahari'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-9041747171285382335</id><published>2008-06-26T05:13:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T12:48:26.110-08:00</updated><title type='text'>Kepada Roh Pagi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SGOKx47Y60I/AAAAAAAAAHQ/S2cVuOmjGMA/s1600-h/petani+nanas+palembang.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SGOKx47Y60I/AAAAAAAAAHQ/S2cVuOmjGMA/s320/petani+nanas+palembang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216165383124872002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yang terjaga ketika nafas lain terlelap&lt;br /&gt;Yang bangun sebelum fajar merah&lt;br /&gt;Yang berpeluh di antara gemuruh pesta&lt;br /&gt;Yang berjasa menjadikanmu bertahta&lt;br /&gt;Yang tegar walau tanganmu mencakar&lt;br /&gt;Yang ingat kala kau lupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roh Pagi,&lt;br /&gt;Masih memekarkan bunga - bunga padi yang menghidupi&lt;br /&gt;Memompa oksigen ke paru - paru bumi&lt;br /&gt;Memberi energi pada penghuni hari&lt;br /&gt;Tak peduli Republik tak memberi arti&lt;br /&gt;Pada perjuangan Roh Pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Untuk kawan, tetangga atau seseorang entah dimana&lt;br /&gt;Yang tak lelah menjaga &lt;br /&gt;Sebentuk hidup di pertiwi kita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;span style="font-style:italic;"&gt;dibikin di bawah pohon angsana, depan apartemen Kedoya,&lt;br /&gt;Saat menunggu seseorang sembari menghirup asap knalpot&lt;/span&gt;-----&lt;br /&gt;June.25.2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-9041747171285382335?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/9041747171285382335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=9041747171285382335&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/9041747171285382335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/9041747171285382335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/06/kepada-roh-pagi.html' title='Kepada Roh Pagi'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SGOKx47Y60I/AAAAAAAAAHQ/S2cVuOmjGMA/s72-c/petani+nanas+palembang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-9134657364995603256</id><published>2008-06-16T01:05:00.000-07:00</published><updated>2008-06-16T02:01:12.035-07:00</updated><title type='text'>Syaraf Senyum Petugas Stasiun, Remuk Tergilas Roda Kereta Api</title><content type='html'>Sabtu kemarin adalah hari yang berwarna bagiku. Diawali saya menjemput teman saya yang jauh - jauh datang dari Malang,menginap di Hotel Istana Nelayan (hehehe, saya baru tahu di Tangerang ada hotel juga). Sebenarnya sudah 3 hari dia ada di Jakarta untuk menyelesaikan urusan bisnisnya dengan perusahaan 'perusak lingkungan' (hahaha, sori ya Mas Heri, whatever it take, congrat with your S2 !).Karena dia belum minat pulang, saya ajaklah liputan (tepatnya main) ke rumah Pak Greg (Gregori G. Hambali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali, kalau bukan orang yang berkecimpung di tanaman, nama beliau cukup asing. Yang jelas, Pak Greg itu ilmuwan tingkat dunia yang 'tak mendapat tempat' di negeri ini. Bertemu dengannya bagi saya seperti kuliah 5 tahun di Pertanian. Saya setia meliput dia sedari tahun 2003, hingga kini. Bagi saya, dia sudah menjadi seperti ayah saya, dosen saya, tempat saya menanyakan banyak hal terutama tentang tanaman, tapi tidak tentang Tuhan dan agama. Yah, begitulah..selalu ada yang baru bila saya datang ke tempat ini, apalagi di kebunnya yang seluas 3.000 m dimana tersimpan tanaman unik dari seluruh dunia. Saya begitu ,menikmati ngobrol dengannya ditemani setandan pisang (bener-bener setandan). Satu yang kuingat dari kata - katanya "Kamu harus menulis yang bermutu, agar orang mendapat sesuatu, inspirasi dari membaca tulisanmu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dinyana, teman saya ini penelitiannya sama dengan Pak Greg, tentang ubi jalar. jadilah, mereka berdua yang ahli pemuliaan tanaman larut dalam diskusi ilmiah. Tak dinyana pula, teman saya ini agak tak biasa jua (untuk tidak mengatakan sinting). Dia sepakat dengan Pak Greg "Ya, surga dan neraka itu untung - untungan. Siapa tahu memang ada, jadi kita juga enggak rugi berbuat baik seperti yang disyaratkan untuk masuk surga." No Comment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulangnya, ke stasiun Gambir, teman saya ini ngotot pengin naik kereta. saya sudah pesankan tiket, tapi saya lupa, tiket tersebut atas nama saya. Karena butuh untuk admisnistrasi perusahaan, tiketnya harus diganti nama bersangkutan. Hemm..sayapun harus berurusan dengan pihak stasiun kereta. Pihak stasiun kereta itu identik dengan kata tidak menyenangkan. Percayalah. Saya minta teman saya ini duduk manis saja, sayapun ambil napas panjang. Begini kronologisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tanya ke petugas berseragam biru dengan topi putih, di lenganya tertulis PROV yang amboy...gagah nian. Jawabannya segagah yang saya kira (dan saya sudah hafal betul).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;GAK BISA ! GAK BISA DIGANTI &lt;/span&gt;(Huruf besar ini sebagai visualisasi nada yang sama dengan ketika Anda mengucapkan "GO TO HELL atau PERGI KAU PENGEMIS, Anda mengerti kan ?") Kembali saya ambil napas sepanjang mungkin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bapak ada saran &lt;/span&gt;?" tanya saya dengan sesopan mungkin diikuti senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;TANYA KE LOKET " ( &lt;/span&gt;Ini identik dengan TEGAK SENJATA...GRAKKK)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayapun menuju petugas loket. Perlu Anda tahun kata petugas loket itu sama artinya dengan tugu batu, beku dan syaraf senyumnya sudah rusak terlindas roda kereta api. Sungguh.&lt;br /&gt;Setelah mengantri barang 8 - 10 peserta, dimana ada dua kunyuk yang nyerobot. saya pun berhadapan dengan petugas. Sebelumnya saya sudah ambil napas panjang dulu, berharap oksigen bisa memperlebar hati saya hingga lapang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"N&lt;span style="font-style:italic;"&gt;GGAK BISA. DALAM ATURAN, HANYA JAM DAN KERETA YANG BOLEH DIGANTI &lt;/span&gt;!! (Huruf besar di sini sebagai simbol bahwa kata - kata diucapkan dengan kekuatan penuh. Agaknya baterei petugas itu habis dicharge)Saya pun tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Terus saran Bapak bagaimana ?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;HARUS GANTI TIKET"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Lalu teman saya yang tiba-tiba ikut nimbrung langsung setuju)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"E&lt;span style="font-style:italic;"&gt;h tunggu dulu, kalau ganti tiket itu artinya bayar lagi kan ?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"YA IYA. NGEPRINT TIKET LAGI.&lt;/span&gt; "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lalu tiket lama mau diapain Pak ? Dikasih ke calo &lt;/span&gt;?" (Alot)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;KALAU GITU, BAYAR Rp 125.000, nanti saya print lagi&lt;/span&gt;" (125 ribu itu artinya stengah dari harga tiket. Setara dengan 10 kali makan)Teman saya langsung setuju, tapi saya bilang NO WAY !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pak, bayar 125 ribu itu aturan darimana ? Atau aturan yang bapak bikin barusan ?Boleh saya ketemu dengan kepala stasin ?Atau petugas administrasi ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;NGGAK ADA KEPALA STASIUN. SEMUA UDAH PULANG"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yan&lt;span style="font-style:italic;"&gt;g benar Pak. Jadi tidak ada yang bertanggung jawab di stasiun ini sekarang &lt;/span&gt;?"tanya saya dengan senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas itu kehabisan kata-kata. Lalu saya disuruh bertanya ke para lelaki gagah tadi dimana letak ruang adminitrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Terima kasih, Pak. Bapak tahu enggak..sebenarnya Bapak itu cakep loh. Sayang enggak bisa senyum...jadinya mirip hantu" &lt;/span&gt;komentar saya sembari berlalu. Saya tidak menyempatkan diri untuk melirik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya kembali ke lelaki gagah berseragam biru itu, jawaban pahit masih saya dapatkan. Tetapi saya hanya senyum dan senyum. Hingga saya menghadap petugas adminitrasi, nama diganti dan dicap stasiun hanya dalam 3 detik. Begitu keluar, saya melewati petugas berseragam biru tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gimana, bisa " (Anda lihat, nadanya sudah beda"&lt;br /&gt;"Bisa"&lt;br /&gt;"Gimana caranya"&lt;br /&gt;"Ada capnya kepala stasiun"&lt;br /&gt;"ITU BUKAN KEPALA STASIUN"&lt;br /&gt;"Ada kok, gak percaya..check aja" kata saya yakin. Saya lihat keraguan di wajah lelaki gagah tadi. Nah, lo..."MAU TAUUUUU AJAHHHH" kata saya sembari mengibaskan rambut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluhan semacam ini sudah saya tulis di sini beberapa waktu lalu. Sempat juga saya berniat menulis di Kompas. Tapi entahlah, saya merasa itu sia - sia saja. Saya hanya berdoa dan doa saya memang tidak nasionalis "Ya Tuhan, datangkanlah investor asing yang berinves di Kereta Api. Agar PT KAI ada saingan. Jangan lupa Tuhan, datangkan pula dokter bedah ahli, yang bisa mengoprasi semua petugas kereta api hingga mereka bisa senyum kembali. Amin" Dan Anda seharusnya juga mengamini doa saya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-9134657364995603256?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/9134657364995603256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=9134657364995603256&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/9134657364995603256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/9134657364995603256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/06/syaraf-senyum-petugas-stasiun-remuk.html' title='Syaraf Senyum Petugas Stasiun, Remuk Tergilas Roda Kereta Api'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-4901683998509740199</id><published>2008-06-02T22:55:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T12:48:26.354-08:00</updated><title type='text'>That the friends are for</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SETiTJRcK9I/AAAAAAAAAHI/ac0Lrl09aLE/s1600-h/Sutan+Iwan+Soekri.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SETiTJRcK9I/AAAAAAAAAHI/ac0Lrl09aLE/s320/Sutan+Iwan+Soekri.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207535887681596370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya hanya senyum&lt;br /&gt;Lalu sapa&lt;br /&gt;Lantas kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian canda&lt;br /&gt;Ada cerita &lt;br /&gt;Tentang dia, mereka, cinta dan waktu&lt;br /&gt;Mengalir ide&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilanjutkan dengan khayal&lt;br /&gt;Pada mimpi&lt;br /&gt;Tentang keidealan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sini kita memang berbeda&lt;br /&gt;Dalam pandang&lt;br /&gt;Dalam jarak&lt;br /&gt;Dalam rentang usia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kuyakin semua itu terengkuh hangat&lt;br /&gt;:peluk seorang sahabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Juni.1.2008&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Untuk F Rahardi dan Sutan Iwan Soekri Munaf (Kak Iwan hahahaha&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini yang saya rasakan ketika berada di antara obrolan 'dua fosil' menakjubkan ini. Pada suatu malam ketika Jakarta macet dan bulan sabit yang berkarat. Dengan ayam pop, gulai kambing dan kopi hitam. Sungguh saya merasa bukan siapa - siapa. Masih banyak yang harus saya pelajari. Thanks telah mengenalkan saya pada dunia yang saya kagumi"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-4901683998509740199?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/4901683998509740199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=4901683998509740199&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/4901683998509740199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/4901683998509740199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/06/that-friends-are-for.html' title='That the friends are for'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SETiTJRcK9I/AAAAAAAAAHI/ac0Lrl09aLE/s72-c/Sutan+Iwan+Soekri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-1817697559794795558</id><published>2008-05-30T04:48:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T12:48:26.688-08:00</updated><title type='text'>Lady of Heaven</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SEADdZRcK7I/AAAAAAAAAG4/phGtdZj4NXc/s1600-h/Img_0039.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SEADdZRcK7I/AAAAAAAAAG4/phGtdZj4NXc/s200/Img_0039.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5206164972775418802" /&gt;&lt;/a&gt;Coklat dan kopi, perpaduan yang menawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu ini, hidup saya serasa unik dan nyentrik. Dari mulai menunggu kepulangan suami saya yang katanya akan pulang minggu ini (Waduh, Sayang... datanya belum kelar dientry.Terus?Ya, ditunda awal bulan.Hiks. Ya udah deh, Mas... yang penting tidak menikah dengan gadis desa yang lugu dan lupa pernah nikah sama saya. O, santai saja...tidak banyak kok yang mau sama aku, kecuali kamu. Oh, syukurlah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih berurusan dengan tunggu menunggu, seorang kawan (saya menyebutnya kawan saja,walo lebih tepat disebut 'suhu'alias guru)datang dari Prabumulih, Bang Sutan Iwan Soekri Munaf, datang ke Jakarta. Setelah menyesuaikan jadwalnya yang luar biasa sibuk dengan jadwal saya yang sok sibuk, akhirnya disepakati kita ketemuan hari kamis, 6 hari setelah beliau ada di Jakarta. Kebetulah ada mbak Fanny Poyk juga merencanakan bertemu. Entahlah, begitu semangatnya saya menunggu hari itu, sampai saya coret hari demi hari yang saya lalui (ini salah satu bentuk kesintingan yang kadang ga masuk akal).Akan banyak yang akan saya tanyakan. Akan banyak yang akan kami obrolkan. Tahu apa yang terjadi ? Tepat 24 jam sebelum hari H, kabar yang membuatku ternganga sekaligus ketawa "Aduh, Nduk... saya sakit xxxxx. Beneran,Abang tidak bohong." Sakit itu sengaja diberi tanda xxxxx,karena sakit ini memang benar sakit tapi sakit yang bikin ketawa orang yang mendengar. Setara dengan sakit gigi deh.(Bang Iwan, komentar Mas Gi'..Wan..wan, sakitmu kok memalukan gitu. Memangnya kamu ngapain aja hahahaha).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sela - sela tunggu menunggu, sayapun bekerja (sungguh kok, bos. Saya tetap wartawan telad-an hahaha)Di tengah kemelutnya harga BBM, demo mahasiswa (Heh, Rif..Arif Nurhayadi BEM Faperta 2000, masih idup kagak lu ?Jadi ingat, kamu ya yang menjerumuskan aku sampai terkapar tidur di bawah air mancur gedung DPR dengan uang Rp 9.300,- di jas almamater biru langitku itu, uang sisa beli mie ayam Pak Ho untuk menempuh Solo-jakarta. Awas ya kalau kamu ternyata duduk manis jadi pejabat. Gua kutuk ambien berat !!).Nah, pekerjaan saya itu meliput sebuah pameran bunga internasional. Persertanya para ibu kelas atas dengan sanggul menjulang (kata teman saya - lady coffe morning).Suasananya demikian megah, kontras dengan suasana di pagar gedung parlemen. Tahu enggak, pembaca yang budiman...saya tidak mimpi buruk malam sebelumnya, tidak melakukan hal yang tidak senonoh, kenapa hari itu sial bener.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, saya tidak dapat celah wawancara tokoh - tokohnya sama sekali. Karena memang tokohnya itu orang asing (bc Amerika). Alhasil, saya hanya mendengarkan dari luar ring sambil mencatat secepat mungkin. Ada ibu - ibu, one of lady coffe morning, menanyakan :&lt;br /&gt;"Emang kamu tahu artinya apa ?" Oh huhuhuhu&lt;br /&gt;"Ehmm...sedikit, Bu." Jujur saya jengkel berat. Tampang saya memang khas Klaten (The megapolitan city hehehe), tapi  untuk mengerti ucapan bule, apalagi tentang po'on (bc: taneman) tidak sesulit saya mengartikan teks original sajaknya Shakespeare. Tetapi kejengkelan saya mendapat jawaban saat itu juga, ketika si bule justru mendekati saya dan saya bisa wawancara dengannya, lamanya dua kali lipat waktu yang dijadwalkan untuk wartawan lain. Bule itu mau menerima siapa saja, tak peduli tampang. Apakah ini yang membuat negara lain melangkah lebih cepat dari negeri ini ?Bahkan secara enggak sadar, justru saya beri tahu lebih banyak ilmu tanaman daripada si bule itu. Hah, look at me. Im Indonesian people, agraris country. I proud of my self as a farmer. Really farmer, not Indonesian Farmer Society (bc : HKTI/Himpunan Kerukunan Tani Indonesia)&lt;br /&gt;"Oh, kamu bisa juga toh ngomong sama dia. Tahu betul kamu tentang tanaman" komentar ibu itu. Ah, telat bu...ini ni Bu, tampang Klaten, tampang po'on!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu lagi hidup saya yang berwarna minggu ini. Ketika saya bertemu dengan seorang kawan (kali ini saya takkan sebut namanya) di sebuah diskusi para sastrawan hebat. Seorang kawan yang mengaku pernah kena pelecehan seksual. Lalu menjadi trauma dengan laki - laki. Pelampiasannya justru dia bisa jatuh cinta dengan lelaki yang usianya jauh di atasnya, sangat jauh, bahkan kalau diusut itu seusia dengan kakeka saya. Bayangkan kalau laki - laki yang pernah dicintai itu kini usianya 77 tahun. Ia mencari figur pelindung. Saya benar - benar tak menyangka, dia yang tulisannya begitu berat, di majalah sastra yang berbahasa berat, hidupnya berat juga. Dia yang wajahnya tak berdosa, polos dan begitu belia (ternyata seumurku). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba - tiba saya menjelma menjadi dirinya, bagaimana saya dulu pernah begitu terpesona dengan 'dunia intektual' yang mengawang - awang. Ranah ideal yang diobrolkan hingga ampas kopi-pun tertelan hingga butir terakhir. Saya pernah hidup di sana walau tak persis sama. (Sekali lagi Rif, kalau kamu baca tulisanku ini, dimanapun kamu berada, tapi kuharap bukan muncul di Patroli ya, kamu harus berjanji untuk mengembalikan 'hidup saya' yang kau comot hingga terdampar di perempatan Gladag, lengkap dengan slogan - slogan 'sinting' itu, hah!)Kesimpulannya, kalau mau 'sembuh' dan 'normal', come to the riil world. Standing on the earth. Stop be lady of heaven...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi satu yang aku acungi jempol dari kawan tadi, ia tetap berdiri. Selalu membuat dirinya bersinar. "Gue ingin tunjukkan, Tik...gue tetap ada. Gue tetap layak dihargai dengan karya - karya gue, bukan dikenang dari masa lalu gue. Soalnya kalau gue mo nuntut pada orang yang melecehkan itu, sama saja gue bunuh diri. Dia pegang kartu As gue." Saya jadi beku. Kau hebat, kawan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan Untuk Sausan&lt;/span&gt; :Sayang, kini kamu mulai tahu siapa ibumu. Makanya, setiap ibu berangkat kerja harus pakai ritual : menggendongmu hingga pintu gerbang, cium pipi kanan, cium pipi kiri lalau kamu bilang daaaaa sambil memutar pergelangan tangan kirimu.Jadi, ibu enggan pergi. Btw, Sayang...ada puisi indah yang ditulis oleh penyair hebat di negeri ini, hanya untukmu, Sausan. Kalau sudah tahu, akan ibu kasih tahu. Ayah saja enggak punya loh...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-1817697559794795558?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/1817697559794795558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=1817697559794795558&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/1817697559794795558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/1817697559794795558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/05/lady-of-heaven.html' title='Lady of Heaven'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SEADdZRcK7I/AAAAAAAAAG4/phGtdZj4NXc/s72-c/Img_0039.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-7027799661037664116</id><published>2008-05-22T22:42:00.000-07:00</published><updated>2008-05-22T22:44:09.073-07:00</updated><title type='text'>Prolog</title><content type='html'>Untuk sebuah nama&lt;br /&gt;Yang tak seharusnya kusebut kembali&lt;br /&gt;Sayangnya, ingatan tak butuh keharusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka,&lt;br /&gt;Ijinkan aku mencuri secuil inspirasi yang menjalari jejaringan syarafmu&lt;br /&gt;Ijinkan aku tetap membingkai diskusi hebatmu dalam folder-folderku&lt;br /&gt;Ijinkan aku memupuk imagi tentang bumi yang hidup dan menghidupi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah,&lt;br /&gt;Aku tak bermaksud mengusikmu&lt;br /&gt;Kukagumi dirimu beserta planet yang berporos padamu&lt;br /&gt;Dalam harmoni sistem semestaku dan semestamu&lt;br /&gt;Kaulah… matahari di tata surya galaksi tetangga&lt;br /&gt;(Folder F)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-7027799661037664116?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/7027799661037664116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=7027799661037664116&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/7027799661037664116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/7027799661037664116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/05/prolog.html' title='Prolog'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-9059271795977842128</id><published>2008-05-19T06:20:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T12:48:27.012-08:00</updated><title type='text'>Folder yang terserak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SDGIRgDJO_I/AAAAAAAAAGw/hSuCzcHorcg/s1600-h/folder.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SDGIRgDJO_I/AAAAAAAAAGw/hSuCzcHorcg/s200/folder.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202088878831909874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah gugusan rasa&lt;br /&gt;Bukan persenyawaan antar molekul-molekul &lt;br /&gt;Cinta tak butuh medium&lt;br /&gt;Kendati hati adalah tahtanya&lt;br /&gt;Namun cinta tetap tak teraba&lt;br /&gt;Kau pernah mendengar kisah perang Bubat ?&lt;br /&gt;Bagaimana kau jelaskan jika peristiwa berdarah itu&lt;br /&gt;Terlahir karena cinta Hayam Wuruk pada lukisan Dyah Pitaloka&lt;br /&gt;Hanya lukisan, bukan wujud nyata&lt;br /&gt;Sungguh aku menyayangimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa&lt;br /&gt;Rasa itu datang begitu saja&lt;br /&gt;Bahkan sebelum pertemuan kasat mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh aku menyayangimu&lt;br /&gt;Sebagaimana aku sayangi setiap serpih waktu bersamamu&lt;br /&gt;Sebagaimana aku sayangi tiap inchi panjang gelombang suaramu&lt;br /&gt;Sebagaimana aku sayangi setiap butir loncatan neron otakmu&lt;br /&gt;Sebagaimana aku sayangi tiap denyut aortamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski aku tak lagi bisa genggam tanganmu&lt;br /&gt;Atau sekedar menyapa 'Apa kabar, matahari pagiku'&lt;br /&gt;Meski aku tak bisa miliki kehangatan bincang kita&lt;br /&gt;Atau sekedar menyapa 'Apa yang sedang kau risaukan saat ini ?'&lt;br /&gt;Meski aku tak pernah bisa dan tak pernah ingin&lt;br /&gt;Memiliki jasadmu...&lt;br /&gt;Bisakah kau lupakan sebentuk raga, sebentuk perseteruan&lt;br /&gt;Lepaskan segenap jubah aturan, komitmen, konstitusi, konspirasi&lt;br /&gt;Meleburlah bersama Yang Maha Lebur&lt;br /&gt;Di sana ranah material bukan lagi kendaraan&lt;br /&gt;Karena roh tak butuh tumpangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh munafik bila kukatakan&lt;br /&gt;'Aku tak mencintaimu'&lt;br /&gt;Karena itulah aku dalam ambigu&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahaha...Anda sudah baca kalimat melow di atas ??? Saya sungguh senang sekali menyampaikan pada Anda. File itu sempat saya kira lenyap, tapi berkat bantuan teman (Mas Fajar, memang kau harus menraktir ayam bakar agar ide kreatif itu muncul lagi hahaha).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya begini, tahun 2004 saya mencoba menulis novel. Dengan tertatih - tatih, dalam 2 tahun draft itu kelar, sekitar 190-an halaman. Sempat saya print untuk dikirim ke penerbit ternama, dan ditolak habis. Setelah itu, saya biarkan 'anak manis' itu teronggok di antara buku - buku dan berdebu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24 Maret 2007, anak saya lahir. Malam itu juga, rumah saya kebobolan dan semua barang lenyap kecuali kulkas dan Mr. lemot (kucing saya yang sekarang sudah almarhum karena kena racun tikus tentangga). Yang paling nyesek di antara sekian barang yang lenyap adalah lap top dan kamera. Bahkan karena itu, suami saya menyampaikannya dengan berliku -liku karena dia tahu betul saya saya menyayangi benda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kala itu, saya tidak merasa begitu kehilangan karena sibuk bahagia dengan kelahiran anak saya. Tetapi begitu sadar, bahwa hilangnya lap top itu artinya hilangnya data yang ada i dalamnya, termasuk novel yang saya tulis selama dua tahun itu. Lunglai sudah dan saya sempat tidak mau lagi mengingatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari yang lalu, Mas Fajar (dan sekeluarga : Mbak Rika, Faya dan Faza...haha kalian sudah besar yah). Menraktir ayam bakar khas solo. Saya jadi ingat waktu tulisan saya di Suara Merdeka dimuat, dengan semangat saya berniat traktir Mas Fajar makan di ayam bakar bu Broto yang terkenal itu. Ternyata dompet saya ketinggalan..hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berangkat, dia mengingatkan saya bahwa saya pernah kirim draft novel itu via email. saya sendiri sudah lupa pernah mengirimnya. Mas Fajar yakin, saya mengirim banyak bab.Tetapi pas dicari - cari tidak ketemu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi sore, saya telepon Bang Iwan sekedar ngobrol ngalor ngidul. Sampai akhirnya saya ingat kejadian yang berkaitan dengan novel itu. Saya cari lagi di komputer kantor...foleder itu masih ada !!! 90% naskah itu tersimpan rapi di dokumen yang sudah sekian lama tidak dibuka. Saya sujud sukur...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan untuk Sausan &lt;/span&gt;: Ayah, sekarang adik semangat menulis lagi. Tunggu ya, kalau ayah pulang akan adik bacakan satu novel hahahaha.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-9059271795977842128?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/9059271795977842128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=9059271795977842128&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/9059271795977842128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/9059271795977842128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/05/folder-yang-terserak.html' title='Folder yang terserak'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SDGIRgDJO_I/AAAAAAAAAGw/hSuCzcHorcg/s72-c/folder.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-7570474333555496185</id><published>2008-05-19T00:19:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T12:48:27.180-08:00</updated><title type='text'>Bogor Style, hah ?!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SDFYFgDJO-I/AAAAAAAAAGo/SzHQ0F4tNlE/s1600-h/marigold+garden.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SDFYFgDJO-I/AAAAAAAAAGo/SzHQ0F4tNlE/s200/marigold+garden.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202035896115346402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jumat yang cerah, di seputaran Ciawi.&lt;br /&gt;Saya heran, kenapa minggu ini diliputi urusan dengan palak memalak para stakeholder angkutan. Baru Senin lalu, saya berurusan dengan becak di Palembang, kini saya berurusan dengan tukang ojek di Sukamanah, sekitar 30 km dari perempatan Ciawi.Walaupun secara geografis beda dengan Palembang, tapi secara esensi sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal ketika saya sampai Pasar Cibedug, mau menuju ke Kebun Bunga Pak Benny (tempat yang selalu aku suka karena hamparan bunganya serasa di Eropa). Saya naik ojek setelah tawar menawar dengan jelas (saya enggak mau ketipu lagi). Disepakati harga Rp 4.000,- (empat ribu rupiah). Jalur yang harusnya ditempuh 10 - 15 menit, muter - muter enggak jelas,saya diberhentikan di villa dengan pagar tinggi dan bersemak belukar.&lt;br /&gt;"Ini kan tempatnya ?"&lt;br /&gt;"Tempat apaan ? Saya mau ke Kebun Politani, Kebun Bunga Pak Benny...bukannya tadi bapak bilang tahu ?"&lt;br /&gt;"Loh...kan ini, yang saya tahu ini "&lt;br /&gt;"ini kan bukan kebun bunga pak benny, ini villa dengan bunga liar. Saya enggak mau cari kamar, Pak. Tapi mau cari berita ?"&lt;br /&gt;"Dari tadi yang jelas dong,Mbak...kalau ke Politani mahal, jauh."&lt;br /&gt;"Ya jauh dari sini. Bapak sudah muter - muter enggak jelas."&lt;br /&gt;"Bukannya gitu, mbak..jalan biasa rusak. Kalau ke Politani mah 35 ribu"&lt;br /&gt;"maksud bapak apa ?" Perselisihan kembali alot. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NO WAY ! Saya enggak mau ketimpuk dua kali dalam seminggu. Kali ini saya tahu betul wilayah ini, saya enggak dikejar dedline..jadi saya bisa mikir jernih.&lt;br /&gt;"Begini aja deh, Pak...kalau Bapak ngotot saya harus bayar 35 ribu untuk sampai kebun politani, dan saya enggak yakin Bapak bisa sampai sana. Balikin saja saya ke tempat semula. Jadi anggap aja bapak enggak pernah ngojekin saya." Dilihat dari wajahnya, Bapak itu mengisyaratkan 'Coba saja kalau berani, dijamin ga ada ojek lagi' Saya pun tersenyum simpul.Bodo' ga da ojek ya telepon nara sumber, minta dijemput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di pasar cibedug, Bapak itu senyum penuh kemenangan. Lalu berulangkali nawarin lagi untuk dianter. Sorry..borry morry...saya malas berurusan denganmu lagi!&lt;br /&gt;Tak berapa lama, ada yang lewat. Tukang ojek junior. Masih kecil dan terlihat belum ahli naik motor. Demi menjadga gengsi, saya pun say goodbye dengan ojek senior tadi. Lihatlah, siapa yang menang ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi resiko dari jaga gengsi pun tidak mudah. Ternyata ojek yunior memang serem, apalagi jalannya sempit, nanjak dan berkelok. Wah, kalau sampai kejeblos di jurang pinggir jalan...benar - benar bukan cerita menarik. Akhirnya saya ajukan solusi..&lt;br /&gt;"Dek...biar saya saja yang di depan" Begitulah, tidak jelas, siapa tukang ojek siapa penumpangnya. Jalan menanjak bukan masalah bagi saya mengingat dulu pernah kejar kejaran dengan polisi di sepanjang Slamet Riyadi Solo hingga akhirnya polisi berkomentar " Kuliah di pertanian ? Kenapa tidak jadi pembalab saja" hahahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir cerita, saya tidak jadi kehilangan Rp 35.000,-...tapi malah si ojek junior enggak mau dibayar. ya karena kasihan, saya ajak makan cilok (semacam siomay) karena saya kelaparan setelah 'berdiskusi' dengan si tukang ojek senior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahaha..this is Sukamanah Style...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan buat Sausan&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; : Sayang, Indonesia tak seramah dalam cerita. Kemanusiaan begitu mahal harganya. Koruptor tak hanya didominasi oleh pejabat, tetapi siapapun bisa melakukan. Kalau mengingat ini, Ibu menjadi menyesal..kenapa dulu harus merelakan tidur di bawah air mancur Gedung MPR DPR demi menyampaikan tuntutan rakyat. Rakyat yang mana ? (seorang kawan ibu pernah mengatakan, kalau orang kecil korupsi untuk makan. Jadi lebih bisa dimaafkan. Benarkah ?)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-7570474333555496185?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/7570474333555496185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=7570474333555496185&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/7570474333555496185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/7570474333555496185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/05/bogor-style-hah.html' title='Bogor Style, hah ?!'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SDFYFgDJO-I/AAAAAAAAAGo/SzHQ0F4tNlE/s72-c/marigold+garden.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-9077271399359023775</id><published>2008-05-12T02:05:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T12:48:28.883-08:00</updated><title type='text'>THIS IS SOUTH SUMATERA STYLE, NDUK..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SDEpFADJO6I/AAAAAAAAAGM/8jIrReT7Luw/s1600-h/season+in+the+sun-+7+ulu+village.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SDEpFADJO6I/AAAAAAAAAGM/8jIrReT7Luw/s200/season+in+the+sun-+7+ulu+village.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201984210478906274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SDEpFQDJO7I/AAAAAAAAAGU/KT8BrP1upvY/s1600-h/hyaaaaa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SDEpFQDJO7I/AAAAAAAAAGU/KT8BrP1upvY/s200/hyaaaaa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201984214773873586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SDEnqADJO4I/AAAAAAAAAF8/LlEVRvUDlYk/s1600-h/18+purnama+menunggu.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SDEnqADJO4I/AAAAAAAAAF8/LlEVRvUDlYk/s200/18+purnama+menunggu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201982647110810498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SDEnqQDJO5I/AAAAAAAAAGE/ruAHyN3QqFE/s1600-h/what+the+meaning+it+rezise.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SDEnqQDJO5I/AAAAAAAAAGE/ruAHyN3QqFE/s200/what+the+meaning+it+rezise.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201982651405777810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SDElvgDJO2I/AAAAAAAAAFs/xTXHEqvF2ng/s1600-h/kambang+iwak+on+the+night.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SDElvgDJO2I/AAAAAAAAAFs/xTXHEqvF2ng/s200/kambang+iwak+on+the+night.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201980542576835426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SDElvwDJO3I/AAAAAAAAAF0/Cp8I4CcaGoY/s1600-h/ampera+on+sunshine.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SDElvwDJO3I/AAAAAAAAAF0/Cp8I4CcaGoY/s200/ampera+on+sunshine.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201980546871802738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Itu yang dikatakan Bang Iwan (Sutan Iwan Soekri Munaf), penyair yang tanpa sengaja saya temui di Palembang. Mungkin ini cara Allah mempermudah liputan saya, hingga Bang Iwan dikirim-Nya untuk menemani saya ke pelosok Muara Enim. Kalau dilihat dari plang hijau penunjuk arah, Palembang - Muara Enim sejauh 186 km. Tapi karena saya masuk ke pelosok2, speedometer mobil menunjukkan angka 380 km PP. Dari jam 9 pagi sampai jam 10 mlm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, meliput suatu daerah, bertemu dengan orang - orang di pedesaan selalu memberikan pelajaran hidup tersendiri. Kali ini saya bertemu dengan petani nanas palembang (yang sebenarnya nanas Prabumulih), Bpk Narman dan keluarganya. Perlu ada catat, untuk sebuah nanas yang dari Pak Narman dijual Rp 1400, dibutuhkan waktu 18 bulan menunggu buah nanas masak di pucuk pohon. Selama itu, Pak Narman harus menjaga nanas - nanas itu dari serangan babi hutan. Alhasil, ketika nanas mulai berbuah, Pak Narman menjaga di malam hari. Menjaga di pos hansip komplek rumah itu saja sudah cukup menjengkelkan, Pak Narman ini harus berdiam diri di gubuk panggung yang dibangun di tengah kebun nanas, 2 km dari perkampungan. Berdiam diri,hanya ditemani nyamuk..tak tanggung - tanggung, karena Muara Enim daerah rawa, nyamuknyapun berlabel malaria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan upaya kerasnya, Pak Narman bisa menghidupi anak - anaknya. Salah satunya Minah yang mengantar saya dan Bang Iwan ke kebon. Minah ini gadis usia 14 tahun, kelas 3 SMP yang ramah dan malu - malu. Dia yang menjadi penerjemah wawancara saya dengan ayahnya. Melihat antusias Minah, saya ingat masa kecil saya seusianya. Pas saya tanya, Minah kamu suka baca ? "Suka..suka banget'. Novel apa yang kamu baca ? "Buku Pelajaran Bahasa Indonesia'. Oh...&lt;br /&gt;Liputan itu sampai malam,Bang Iwan mengantar saya ke sentra duku Palembang (yang sebenarnya duku Muara Lawai, ini masuk Prabumulih). Selesai liputan jam 5 sore. Saya berniat mencari travel karena saya rasa Bang Iwan sudah lelah nyetir plus masuk - masuk kebon nanas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Heh...this is South Sumatra, Nduk. Bukan Kebon Jeruk. Sudah, saya antar kamu sampai Palembang. Mana bisa aku melepasmu." Awalnya, saya hanya menganggap perkataan itu hanya bentuk perhatian bagi seorang kawan yang datang dari jauh. Hari ini, saya merasakan what kind of South Sumatera Style.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehabis wawancara dengan walikota Palembang (yang telah 3 hari bikin janji selalu gagal), saya naik becak mau mencari internet. Si tukang becak sebut saja namanya Mr.Borokotok bilang tigo setengah karena warnet dekat. Naiklah saya dengan gembira. Kayuh demi kayuh, kok saya masuk pasar kumuh (yang saya yakin warnet takkan cocok dibangun di sini), perumahan padat (yang saya yakin juga, tidak ada potensi bikin warnet) dan entah apalagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai curiga, dan akhirnya saya minta berhenti di tengah jalan. Begitu saya kasih 7000 (dua kali tigo setengah) Mr. Borokotok. minta tujuh puluh limo ribu. Ternyta tigo setengah itu kamuflase untuk 'memeras; sebagai 35 ribu. Mangkel, dongkol, panik diburu deadline, pertengkaran panjangpun berlangsung. Sampai ada bapak - bapak (yang ternyata polisi) mendekati kami. Beliau mau bayar ongkos kalau kurang. Tapi saya gengsi (ini nih sok), makanya saya bilang ke bapak itu kalau everything is oke. But I'm wrong. Saya bayar 35 ribu. ini karena Mr. Borokotok dari awalnya mencak - mencak mengaku bekas napi (I dont care, semakin jengkel saya. Kalo bekas napi, tulis aja di otobiografi lu!Nah, yang bikin saya jatuh Mr. Borokotok Van Napi ngaku menghidupi anak istri bla..bla..bla. ini membuat tiba-tiba saya ingat Sausan, anak saya yang keriting, lucu dan imut di rumah sendirian. Ikhlaslah saya kasih 35 ribu walau ia masuk memelas minta terus.Doa saya, ya Allah, kalau Kau pengin menciptakan lagi makhluk, jangan lagi yang seperti Mr. Borokotok ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu Mr. Borokotok Van Napi pergi, saya duduk di pinggir jalan, lunglai dan mendadak lapar. Bener - bener kelaparan karena ternyata saya makan pagi di hotel hanya sebiji model (istilah lain untuk empek - epmepk yang menjadi menu selama 3 hari ini). Datang tukang becak yang baik hati mengatakan, 75 ribu itu pemerasan.Harusnya tadi adik panggil kami. Bbbrhhhh...bagaimana saya bisa percaya, sesama tukang becak ? &lt;br /&gt;"Wah kalau dari Pak Wali, kenapa adik ga tanyo tanyo. Adik kan wartawan (press card masih melilit di pinggang saya) bla..bla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya ya..kenapa wartawan kok tidak nanyo - nanyo? Sebuah pelajaran hidup bagi saya di kota ini, wartawan itu harus tenang dan menerapkan 5 W 1 H&lt;br /&gt;What...75 ribu WHAAATTTT?&lt;br /&gt;Where..dari Kantor Walikota - dekat Hotel duta itu cuman 10 ribu maksimal&lt;br /&gt;Why...sompret, nape lu meres orang dompet tipis, cewek, kecil lagi&lt;br /&gt;When...saat orang lagi berlomba dengan detak waktu deadline, tega teganyo&lt;br /&gt;Who...Mr Borokotok bekas napi ? Di Jakarta malah bekas mayat (katanya rumah kebakaran dan dia ikut kebakar, tapi kok idup lagi)&lt;br /&gt;How...modus kejahatan lu memanfaatkan logal lokal Palembang bakal dikutuk sama Raja sriwijaya, jadi pelengkap candi Borobudiur, sungguh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, South Sumatera Style...different with Kebon Jeruk Style. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatab buat Sausan&lt;/span&gt; : Sayang, kamu baik - baik saja ya. Maaf Ibu belum pulang hari ini karena pesawat belum ada. Kamu hati - hati ya, I miss u much...Ayah, Ibu berdiri di jembatan Ampera, nanti fotonya disandingkan di Jam Gadang yah...tapi sayang, ga da ayah di sana :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-9077271399359023775?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/9077271399359023775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=9077271399359023775&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/9077271399359023775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/9077271399359023775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/05/this-is-south-sumatera-style-nduk.html' title='THIS IS SOUTH SUMATERA STYLE, NDUK..'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SDEpFADJO6I/AAAAAAAAAGM/8jIrReT7Luw/s72-c/season+in+the+sun-+7+ulu+village.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-4800198743234304454</id><published>2008-04-24T05:21:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T12:48:29.117-08:00</updated><title type='text'>Getar Sayap Lebah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SBCBoh0YuTI/AAAAAAAAAFU/UnQKWUijv6g/s1600-h/secret+life+of+bee.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SBCBoh0YuTI/AAAAAAAAAFU/UnQKWUijv6g/s200/secret+life+of+bee.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192792903631026482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika rutinitas kian menyita sisa hidup kita&lt;br /&gt;Semakin sedikit relung yang tersedia&lt;br /&gt;Untuk sekedar tersenyum, menyapa, bercengkerama&lt;br /&gt;Atau sesekali memperhatikan yang ada di sekitar kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irama bising mobil roti di pagi hari tepat pukul enam&lt;br /&gt;RRROTI ROTI...ROTI BBAKAR ROTI UNYIL RROTI MMMANISZZZ&lt;br /&gt;Teriak semangat tukang sayur dengan kangkung dan bayam di pundaknya&lt;br /&gt;SSA A  A  YUUUURRRRRRR&lt;br /&gt;Nada monoton tukang sol sepatu di atas sepeda yang hanya terdiri dari roda&lt;br /&gt;Seperti nada bosan terdengar pendek - pendek PPOP POP PUK&lt;br /&gt;Ah uang, apa yang kau lakukan pada mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali dengarkan bisik suara alam&lt;br /&gt;Getar cinta sayap lebah yang dititipi salam si serbuk sari&lt;br /&gt;Untuk disampaikan pada putik pujaan hati&lt;br /&gt;Menggoyang sebutir embun yang tenang di daun mawar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nada lembut embun yang jatuh di dedaunan&lt;br /&gt;Meluncur anggun menelusuri jejaring urat daun&lt;br /&gt;Terus meluncur meluncur kehilangan pijakan&lt;br /&gt;Mendarat anggun di kubangan air&lt;br /&gt;Tempat kecebong melewatkan sebagian siklusnya&lt;br /&gt;Untuk kelak menjadi pemusik handal&lt;br /&gt;Kung kung koook &lt;br /&gt;Merdu sekali bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berdesakan naik angkot dan bisa antar kota&lt;br /&gt;Di pagi hari, wajah segar nampak tegang dalam cengkeram waktu&lt;br /&gt;Di malam hari, wajah kuyu penuh timpukan sandal sang waktu&lt;br /&gt;Ketika aku tak dapat duduk (who care ?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Basmalah, Saya pun duduk di tempat paling menuai resiko&lt;br /&gt;Meringkuk tegang di dashboard depan sopir, menghadap para penumpang&lt;br /&gt;Jadilah saya point of interest&lt;br /&gt;Karena kudapati semua muka penumpang menghadapku dengan wajah berminyak&lt;br /&gt;Tapi santai saja, tak perlu GR&lt;br /&gt;Toh semua mata lelap hingga mirip zombie yang duduk di kursi&lt;br /&gt;Cobalah perhatikan sesekali pada posisi saya&lt;br /&gt;Pasti Anda akan ketakutan atau geli luar biasa&lt;br /&gt;Pertanyaan retorikpun muncul : Jakarta, apa yang kau lakukan pada mereka hari ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah rutinitas yang semakin memadat&lt;br /&gt;Seakan 24 jam tak cukup untuk membagi hari&lt;br /&gt;Tentu Andapun merasakannya&lt;br /&gt;Tetapi semoga tak mematikan rasa Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayapun semakin khawatir&lt;br /&gt;Masih adakah sedikit ruang di diri saya&lt;br /&gt;Untuk sekedar duduk diam dan melamun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan untuk Sausan&lt;/span&gt; : Sayang, lekas sembuh yah ? Betapa rapuh ibu jika kau sakit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-4800198743234304454?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/4800198743234304454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=4800198743234304454&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/4800198743234304454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/4800198743234304454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/04/getar-sayap-lebah.html' title='Getar Sayap Lebah'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/SBCBoh0YuTI/AAAAAAAAAFU/UnQKWUijv6g/s72-c/secret+life+of+bee.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-2992895233984960282</id><published>2008-04-03T02:49:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T12:48:29.441-08:00</updated><title type='text'>Sebuah Kebaikan Kecil</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R_SxuSOPgDI/AAAAAAAAAFM/x6kdmzkYziY/s1600-h/sausan+blog.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R_SxuSOPgDI/AAAAAAAAAFM/x6kdmzkYziY/s200/sausan+blog.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184964479733956658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R_SvdyOPgCI/AAAAAAAAAFE/foEhT1KpGPU/s1600-h/Img_0133.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R_SvdyOPgCI/AAAAAAAAAFE/foEhT1KpGPU/s200/Img_0133.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184961997242859554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Barusan saya membaca Lentera di Majalah Intisari bulan April. Judulnya 'Kebaikan Kecil'. Ceritanya tentang sepasang kekasih yang sedang malam mingguan, lalu melihat teman perempuannya yang dijuluki si katrok gara-gara dandanannya ancur, nekad hujan - hujan. Ia mendapat SMS ayahnya meninggal. Jelas si cewek amburadul itu menjadi tontonan. Lantas sepasang kekasih itu menyelamatkan dengan mempersilakan si cewek naik taksi dan mengantar hingga rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berselang waktu kemudian, si cewek katrok itu menjadi orang sukses dan cantik. Lantas mengundang sepasang kekasih (yang akhirnya menikah) untuk menghadiri pembukaan salah satu cabang perusahaan. Mereka diminta maju ke atas panggung, diperlakukan istimewa di hadapan para tamu si cewek yang dulu amburadul, kini menjadi general manager perusahaan terkenal.Ia menceritakan 'kebaikan kecil' sahabatnya di hadapan para tamunya. Tentu saja suami istri yang hanya orang biasa itu terharu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya haru membaca tulisan tersebut. Entahlah, itu mungkin semacam cermin dari masa lalu. Dulu penampilan saya mungkin sehancur cewek itu. Rambut yang panjang tak terawat, baju yang seadanya. Bahkan ke kampus tak jarang saya memakai kemeja ayah saya (ini bener..) karena memang tidak ada budget untuk sekedar membeli baju. Apalagi ber-make up seperti teman-teman saya. Untuk bisa bertahan kuliah saja sudah bersyukur. Saking amburadulnya saya, barangkali para lelaki itu lupa kalau saya perempuan. Dari cara memperlakukan hingga olok - olok mereka. Tetapi semua itu saya anggap lelucon (walau kadang menyakitkan). Untung saya masih punya teman - teman di Mapala yang mau menerima saya apa adanya. Kebersamaan kami menjadikan sekretariat yang super berantakan (dulu) dan penuh nyamuk karean ada di tengah hutan kampus, sebagai home sweet home bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berselang, saya sudah punya rejeki sendiri dan tinggal di Jakarta. Alhamdulillah untuk membeli baju ketika ingin, sudah ada uang. Saya menikah dan dianugerahi putri terlucu untuk kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu siang, teman kuliah saya menelepon. Ia dulu pacarnya teman kos saya yang cantik . Setelah ngobrol lama, akhirnya tercetus kata begini :&lt;br /&gt;"Sekarang kamu kayak apa ? Apa rambutmu masih pecah - pecah kayak dulu ?" Barangkali kalimat itu bercanda. Tetapi saya baru tahu, itulah yang terekam di benaknya. penilaian fisik yang seperti umumnya lelaki punyai terhadap perempuan. Sah saja, itu alami. Hanya saja, apakah tidak ada pertanyaan lain yang lebih bersahabat dibanding itu ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, saya agak kaget dengan pertanyaan itu. Dalam hati saya mengatakan, toh dulu kamu juga tidak masuk dalam daftar lelaki idola versiku. Kalau mau mengingat penampilan fisik yang sungguh saya tak menyukai juga. Tapi bukan itu yang saya ingat dari seorang sahabat dan layak ditanyakan di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya mau 'membalas' tapi ternyata kenyataan dia sudah cukup pahit. Dia batal menikah dengan teman kos saya di detik terakhir pacaran, padahal undangan sudah disebar. Gara-garanya si teman saya tertarik dengan cowok lain. Memang tidak masuk akal, tetapi mungkin itu peringatan baginya, semoga bisa menilai sesuatu dengan lebih bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya mengingatkna pada diri saya, siapakah saya sehingga berhak menilai orang dari penampilan fisiknya ? Siapakah saya sehingga bisa merendahkan orang lain ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan dari Sausan&lt;/span&gt; : Ayah, kemarin Sausan jalan2 sama ibu ke kebun raya cibodan dan taman bunga cipanas. Seru deh...tapi pas di cipanas di tempat yang banyak bunga, sausan tertidur. Waduh...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-2992895233984960282?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/2992895233984960282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=2992895233984960282&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/2992895233984960282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/2992895233984960282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/04/sebuah-kebaikan-kecil.html' title='Sebuah Kebaikan Kecil'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R_SxuSOPgDI/AAAAAAAAAFM/x6kdmzkYziY/s72-c/sausan+blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-8238635834286900708</id><published>2008-03-25T23:39:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T12:48:29.551-08:00</updated><title type='text'>Selamat ulang tahun, sayang..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R-n0DyOPgBI/AAAAAAAAAE8/pS7KUQPYLEQ/s1600-h/sausan+ultah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R-n0DyOPgBI/AAAAAAAAAE8/pS7KUQPYLEQ/s200/sausan+ultah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181941192124760082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa, &lt;br /&gt;Dua belas purnama kau alunkan nada di rumah mungil kita&lt;br /&gt;Sebuah simponi yang menyadarkanku, aku menjadi seorang ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangku,&lt;br /&gt;Kunyalakan lilin angka satu di atas kue bulat&lt;br /&gt;Sebulat pipimu yang senantiasa tersenyum&lt;br /&gt;Sebagai tanda syukur, kita telah melewati tahun pertamamu&lt;br /&gt;Dengan segala kekurangan kami&lt;br /&gt;Semoga engkau tetap bangga dan bahagia&lt;br /&gt;Menjadi sahabat, kekasih dan harapan kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini,&lt;br /&gt;Kita bernyanyi bersama sekuat tenaga&lt;br /&gt;Agar rumah menjadi ramai semeriah pesta&lt;br /&gt;Walaupun isinya hanya kita berdua&lt;br /&gt;Karena Ayah ada di seberang sana&lt;br /&gt;Sekali lagi,&lt;br /&gt;Semoga ini bisa menjadi memori indah&lt;br /&gt;Kendati tanpa tempat mewah dan peserta layaknya pesta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari bersyukur, Sayangku&lt;br /&gt;Kita rasakan hangat lilin di sini&lt;br /&gt;Karena di luar sana&lt;br /&gt;Masih banyak teman kecilmu yang tak pernah punya lilin&lt;br /&gt;Untuk dinyalakan di hari kelahirannya&lt;br /&gt;Hanya kilau lampu merah&lt;br /&gt;Atau nyanyian sadis knalpot jalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun, Nak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan untuk Sausan&lt;/span&gt; : Aduh, tepat saat ulang tahunmu, kamu demam hingga 39 derajad celcius. Ibu panik, Sayang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-8238635834286900708?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/8238635834286900708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=8238635834286900708&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/8238635834286900708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/8238635834286900708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/03/selamat-ulang-tahun-sayang.html' title='Selamat ulang tahun, sayang..'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R-n0DyOPgBI/AAAAAAAAAE8/pS7KUQPYLEQ/s72-c/sausan+ultah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-2439180649306530777</id><published>2008-03-06T02:43:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T12:48:30.441-08:00</updated><title type='text'>Joint with Orchid Hunter...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R8_VXHV6YxI/AAAAAAAAAEk/w4OoumJOnAU/s1600-h/gambar+mejeng.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R8_VXHV6YxI/AAAAAAAAAEk/w4OoumJOnAU/s200/gambar+mejeng.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5174589089956651794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R8_VXnV6YyI/AAAAAAAAAEs/YGJcT-wO8GA/s1600-h/macodes.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R8_VXnV6YyI/AAAAAAAAAEs/YGJcT-wO8GA/s200/macodes.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5174589098546586402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R8_VYHV6YzI/AAAAAAAAAE0/xAaP3-Qkp6A/s1600-h/anggrek.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R8_VYHV6YzI/AAAAAAAAAE0/xAaP3-Qkp6A/s200/anggrek.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5174589107136521010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto : tim PAI Jakarta/Anggrek impian :Macodes /Phaius flavus (?)&lt;br /&gt;Mereka menebarkan pesona yang misterius. Lambang seribu wajah yang mengundang para pecintanya untuk menggapai kuntumnya. Tersembunyi di bali seresah lantai hutan, terpancang di tepian tebing terjal hingga menerusup pada sisa daun busuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orchid berasal dari bahasa Yunani yang artinya alat kelamin laki-laki. Pada jaman itu, mitos tentang anggrek menambah perkasa begitu kuat. Salepi dondurma merupakan salep ampuh jauh sebelum lahirnya Mak Erot. Sedangkan di Indonesia, lahirnya penggemar anggrek lebih sederhana. Berasal dari bahasa Sunda 'anggerik' yang artinya menempel (angrok).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalan saya dengan anggrek dimulai pada tahun 1999. Ketika Mapala (PMPA KOMPOS) mengadakan inventarisasi anggrek di Gunung Lawu. Selama sekitar 1 bulan, kami menarik garis transek dari lembah hingga puncak Jonggring Saloko (3.900 mdpl). Berawal dari sanalah saya 'tercebur' dalam komunitas yang oleh Eric Hansen disebut Orchid Fiver. Dendrobium jacobsonii yang tergambar dalam cover buku (impian saya..hiks) Orchids Of Java, JB Comber yang ingin kami temui saat itu. Hingga kami terpaksa lari terbirit birit ketika yakin mendengar suara harimau. Padahal sebelumnya sudah dibekali bagaaimana tata krama ketika ketemu harimau. Tatap matanya, jangan membuat gerakan yang mendadak..bla..bla...Dari semua langkah itu, yang paling praktis adalah lari sejauh kaki bisa melangkah heheehe (pa kabar Hery Azn, u remember?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung, saya bekerja di tempat dimana hobi saya bisa tersalurkan bahkan termotivasi. saya bersukur, masih diberi kesempatan untuk mengunjungi anggrek di habitat aslinya bersama teman - teman di PAI Jakarta. Dari mereka, saya belajar banyak hal : taksonomi anggrek, persahabatan dan kegilaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan untuk Sausan :Kamu hebat, Sayang...di ajak jalan-jalan enggak rewel. Pilek pun jadi sembuh. Aha..agaknya sudah mengalir 'darah' ibu neh. Hayo, Ayah ngiri tidak ? Kita jalan - jalan loh ke Telaga Warna. Btw, HAPPPY ANNiVersarY, AYAH!! March.06.2008.Be my our inspiration...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-2439180649306530777?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/2439180649306530777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=2439180649306530777&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/2439180649306530777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/2439180649306530777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/03/joint-with-orchid-hunter.html' title='Joint with Orchid Hunter...'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R8_VXHV6YxI/AAAAAAAAAEk/w4OoumJOnAU/s72-c/gambar+mejeng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-2637028368827949750</id><published>2008-02-26T03:55:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T12:48:30.662-08:00</updated><title type='text'>Masa Kecil Mereka</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R8QJI9WdwtI/AAAAAAAAAEQ/NJmFUk51Ymc/s1600-h/Img_0048.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R8QJI9WdwtI/AAAAAAAAAEQ/NJmFUk51Ymc/s200/Img_0048.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5171268321640563410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cerita masa kecil selalu berbeda setiap orang, dan pasti masa itu takkan terlupakan. Masa itulah yang membentuk sebagian dari diri kita saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Sabtu kemarin, saya ikut diskusi Karl May di Bentara Budaya. Jujur saya, saya belum pernah membaca satupun buku Karl May. Saya sudah lama tahu, tetapi entah mengapa, saya belum tertarik untuk membacanya. Kata teman, tentang orang Indian dan seru. Kalau tentang Indian, saya hanya ingat Lucky Luke dan 'kawat bernyanyi'yang menembak lebih cepat dari bayangannya. Perlu diketahui, saya memang tidak bisa baca komik, mungkin karena imaginasi saya rendah kali ya...hanya ada dua komik yang bisa saya nikmati yaitu Lucky Luke dan Donal Bebek. Lainnya itu...entahlah, saya merasa kasihan pada yang menggambar. Menggambar komik kan lama, tapi dibacanya cepet...kasihan..itulah mengapa saya tak bisa menikmati komik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke diskusi Karl May, saya tertarik datang karena salah satu pembicaranya Seno Gumira (SGA), yang saya mengagumi karya-karyanya. Benar saja, begitu saya datang, tak satupun saya kenal. Lantas pembicaraan diantara mereka, saya tidak nyambung sama sekali. Akhirnya, saya duduk, diam dan makan (hehehe).Oh ya, begitu SGA datang, sempat menegur (sedikit). Barangkali beliau agak samar2, kok kayaknya manusia satu ini tidak asing. Ya jelas, wong saya kerap melongok ke mejanya di kantor (yang kerap kosong, sembari melongo dengan koleksi bukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film dokumenter tentang kehidupan Karl May diputar. Sebagaimana saya kerap mengagumi biografi pengarang, sudah saya duga bahwa biografi Karl May memang 'exciting'. Yah, barangkali harus mengalami penderitaan untuk menjadi pengarang terkenal.Karl May belum pernah ke Amerika dan negeri timur yang diceritakan di novelnya, tetapi dalam ceritanya begitu hebat 'menipu' pembacanya. Selain juga petualangan rumah tangganya yang dramatis dari istri ke istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusipun berlangsung. Dua pembicara mengatakan hal yang sama, Daniel Dakhidae (Kompas) menceritakan tentang guru SD-nya yang menceritakan buku - buku Karl May hingga menyebabkan murid dua kelas menangis tersedu - sedu di bagian Winnetou IV yang tewas. Lalu beliu membaca semua buku Karl May pada masa itu dan bersumpah, takkan membaca buku selain Karl May.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SGA lain lagi. Beliau membaca Karl May saat masih kecil (kalau gak salah SMP). Buku itu membawanya menjadi pengembara. Bersama temannya pesan sepatu (saya lupa nama sepatunya) lalu menjadi pengembara ke Sumatera, Kalimantan. Hingga akhirnya kehabisan uang dan menelpon ibunya. Dikirimilah tiket pesawat untuk pulang. Kesimpulannya, mengembara itu tidak enak. Tetapi katanya " Menjadi penulis itu bagus, tetapi lebih bagus jika menjadi pengembara" Sedemikian hebat ya pengarus buku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat mendengarkan dua pembicara itu, saya begitu iri pada masa kecil mereka yang begitu dekat dengan buku. Jauh sekali dengan yang saya alami. Bukannya saya protes pada orang tua saya, hanya saja buku merupakan benda dari negeri antah berantah yang jika perlu malah dihindari. Ayah saya selalu memarahi saya kalau terlihat banyak membaca,jangan banyak membaca, merusak mata. Pada masa kecil saya, memakai kaca mata sama dengan berpenyakit. Tidak jarang, pertengkaran saya dengan ayah saya terjadi karena buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, buku yang kami (saya dan ayah saya) kenal hanyalah buku pelajaran. Di luar itu, bahkan saya tidak tahu ada buku pengetahuan populer, buku novel apalagi komik. Barangkali Anda theran jika saya menceritakan ini. Ayah saya menganganggap membaca komik atau novel identik dengan membaca buku porno. Sungguh. Saya dilarang keras membaca komik (dan saat itu mengenal kartu). Mungkin kartu identik dengan judi. Saya ingat betul, saking kepenginnya bisa main kartu 41, saya dan adik saya bikin kartu sendiri. Kertas dipotong - potong, lalu digambari bintang, bunga, ayam dll dengan jumlah yang berbeda. Di situlah kami berdua main kartu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu SD, saya hanya kenal majalah Bobo dan cerita (kalau itu boleh dianggap novel karena bentuk bukunya) Lima Sekawan. Itu meminjam dari teman saya yang ayahnya guru. Kami berlima waktu itu (yang ikut - ikutan menamakan diri Lima serangkai)bergiliran meminjam Bobo dan Lima Sekawan. Kami masing - masing mendapat waktu sehari semalam untuk membawa pulang majalah Bobo. Giliran saya hari jumat, sementara Sabtu sudah terbit edisi berikutnya. Itupun tak boleh ayah tahu. Karena pernah, saya harus menangis dan ketakutan ketemu teman saya (pa kabar, Aliana...) karena majalahnya disobek ayah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru SMA, saya mengenal perpustakaan yang ada di sekolah saya. Itu pun tidak bisa memilih buku. Kami hanya bisa menunjuk dari luar kaca buku - buku yang kami inginkan. Dari sanalah saya mengenal Trio Detektif-nya Alfred Hitchock dan selalu mencarinya. Buku itu begitu memberi semangat saya. Salah satunya, saya tidak minder naik sepeda ke sekolah waktu itu (dimana teman - teman saya hampir 80% naik sepeda motor ke sekolah, yang 20% rumahnya dekat dengan sekolah). Dengan jarak 20 KM-an saya ke sekolah naik sepeda dan tetap semangat karena Jupiter Jones, Pete Crensaw dan Bob Andrews-pun naik sepeda di Rocky Beach.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala SD, ada buku pelajaran yang sangat saya sayangi dan mengispirasi 'kegilaan' saya selanjutnya. Buku itu warna biru, judulnya IPA SAINS untuk SD kelas 6. Pada halaman paling belakang ada gambar Einstein sedang menyangga dagu, lalu ada puisinya. Penggalan yang saya ingat :&lt;br /&gt;... namun Pak Einstein amat kecewa. Ilmunya disalahgunakan. Dapatkah kelak kalian mengunggulinya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sepenggal kalimat itu, memompa semangat saya. Tak tanggung - tanggung..saya bercita - cita bisa ke bulan ! Di kala teman -teman yang lain bercita - cita menjadi dokter, insinyur dll, cita - cita saya adalah : pergi ke bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, masa kecil saya yang begitu asing dengan buku. Kini saya bersyukur, Allah menjawab doa saya...saya bisa sangat dekat dengan buku, dan bisa sedikit jalan - jalan. Satu demi satu kota dan pulau di Indonesia saya singgahi. Dari Aceh hingga Papua, walau masih banyak tempat terindah-Nya yang belum saya singgahi. Termasuk bulan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan untuk sausan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sayang, ibu selalu berdoa, kita diberi kesempatan oleh-Nya untuk bersama - sama mendatangi tempat - tempat terindah-Nya. Satu lagi, semampu ibu, ibu akan ceritakan tentang keindahan buku - buku. Semoga kau merasa beruntung datang ke rumah mungil kami, sebagai sahabat, kekasih dan mimpi kami.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-2637028368827949750?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/2637028368827949750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=2637028368827949750&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/2637028368827949750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/2637028368827949750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/02/masa-kecil-mereka.html' title='Masa Kecil Mereka'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R8QJI9WdwtI/AAAAAAAAAEQ/NJmFUk51Ymc/s72-c/Img_0048.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-4358821384740265508</id><published>2008-02-05T04:49:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T12:48:30.773-08:00</updated><title type='text'>Sebelum lelap</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R6hetXrmhII/AAAAAAAAADs/Fh91_DcC4tI/s1600-h/sausan+jilbab+lg.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R6hetXrmhII/AAAAAAAAADs/Fh91_DcC4tI/s200/sausan+jilbab+lg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163481106324292738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sehelai kelopak mawar lepas dari kuntumnya&lt;br /&gt;Terombang ambing oleh angin keemasan&lt;br /&gt;Menepi di tepi hari&lt;br /&gt;Selamat sore, senja mungilku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentari di sebelah rumah kita mulai sayu&lt;br /&gt;Induk domba mengajak anaknya pulang&lt;br /&gt;Kabut turun pelan di lembah hati&lt;br /&gt;Senja hari ini begitu sunyi tanpamu, gadisku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam...malam rentangkan hangat sayapmu&lt;br /&gt;Jangan biarkan gadisku lelap dalam gigil &lt;br /&gt;Kutitipkan sebentuk jiwa mungil pada hangat dekapmu&lt;br /&gt;Ketika jemariku masih kaku dalam jarak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bintang.. bintang, dendangkan cerita senja &lt;br /&gt;Jangan ceritakan kesunyian yang mendera&lt;br /&gt;Sampaikan sebentuk senja emas lengkap dengan kemilaunya&lt;br /&gt;Tidurlah, gadisku...tidurlah dalam cahaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Untuk Sausan : ibu kangen&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-4358821384740265508?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/4358821384740265508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=4358821384740265508&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/4358821384740265508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/4358821384740265508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/02/sebelum-lelap.html' title='Sebelum lelap'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R6hetXrmhII/AAAAAAAAADs/Fh91_DcC4tI/s72-c/sausan+jilbab+lg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-2722103154260802287</id><published>2008-01-31T00:49:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T12:48:30.976-08:00</updated><title type='text'>TETANGGA SAYA MENGIBARKAN BENDERA SETENGAH TIANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R6GWY3rmhDI/AAAAAAAAADI/9Lfexv1Eknc/s1600-h/Rotation+of+IMG_0001.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R6GWY3rmhDI/AAAAAAAAADI/9Lfexv1Eknc/s200/Rotation+of+IMG_0001.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161572001951155250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;26 Januari 2008, hampir tengah malam,&lt;br /&gt;'Loh kamu tidak tahu to, Mbak...kan hari ini Pak Harto wafat pukul 13.10," demikian kata adik saya yang masih kelas 1 SMP, yang tinggalnya nun jauh di Klaten sana. Perlu diketahui, adik saya itu menyampaikan berita dengan kutipan waktu yang tepat dan dengan nada menyalahkan. Ia menyalahkan saya, masak berita sebesar itu saya sampai tidak tahu. ditambah lagi, Pak Harto itu kan tinggal di Jakarta, sementara saya juga. Jadi kalau ada sesuatu yang terjadi di Jakarta, keterlaluan kalau saya tidak tahu. Saya tahu pasti apa yang dipikirkan adik saya. Bahwa Jakarta itu hanya selebar desa Jiwo Kulon (tempat adik saya tinggal) dimana hanya ada beberapa biji rumah. Dimana ada seekor ayam diare, 5 desa di sekitarnya akan tahu saat itu juga. Tak pernah terbayang di benaknya, bahwa saya tinggal di lokasi yang demikian tidak 'komunikatif. Barangkali kalau di samping saya ada yang meninggal, kalau meninggalnya bukan karena ledakan bom yang menggoncang rumah saya, saya-pun tidak akan tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah..ketika saya menyalakan televisi, saya melihat juga berita yang disampaikan adik saya. Tidak susah mencari kronologis peristiwa besar tersebut. dalam waktu singkatpun, 'pengetahuan' saya sudah setara dengan adik saya. Pastilah adik saya sekarang ikut terlarut dalam 'duka' ketika menyaksikan berita. Sementara saya tersenyum membayangkan teman - teman saya yang sudah hampir sebulan ini stand by di RS Pertamina. "Iya nih, saya sampai bed rest gara-gara nungguin berita.." kata teman saya, jusnalis yang lagi hamil. Setelah berita ini, dia sekarang cuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, sejak saya masih setengah terjaga...berita detail pemakaman mantan orang nomor satu di Indonesia itu disiarkan. Mulai dari pukul berapa diupacarakan, diangkut hingga ditaburi dengan pasir di Astana Giri Bangun. (tempat ini mengingatkan saya pada ikrar waktu saya masuk Mapala. Kalau ga salah, PMPA Kompos lahir di dekat2 sini. saya kok lupa nama lokasinya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya melihat sekilas prosesi pemakaman itu, semua orang berpakaian hitam. Lalu ada liang lahat dimana terbaring sosok yang puluhan tahun lekat bagi ingatan saya sebagai seorang presiden (sampai sampai kalau menyebut kata presiden itu artinya Pak Harto). Tokoh yang sedemikian terkenal, akhirnya juga terbaring di tempat sempit, gelap dan tertimbun tanah (bagi petugas makam, pastilah dia orang yang paling hebat karena bisa menginjak - injak tubuh Pak Harto disaksikan banyak orang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya berangkat kerja, ada pengamen. Agaknya pengamen ini selalu up to date. Sebelum menyanyi, dia mengatakan prolog bak Rhoma Irama yang mau nyanyi. Kurang lebih begini ' Hari ini kita bangsa Indonesia, kehilangan seorang pahlawan besar..PAK HARTO (kata ini ditekankan pengucapannya). Dulu jaman Pak Harto, segalanya mudah. Beras murah, makanan mudah didapat. Sekolah murah. Saya naik angkot ke sekolah saja hanya bayar 100 rupiah, sekarang 2.500 (kondekturnya mendelik...dulu 100, skr lu gratis..kira2 begitu). Jadi pegawai negeri gampang...sekarang susah..makanya saya hanya bisa ngamen. Katanya reformasi bla..bla..(saya males menuliskannya di sini)" Lalu si pengamen nyanyi '...o..oo..kamu ketahuan, pacaran lagi, dengan dirinya'Saya pun tersenyum...ketika adik saya menganggap Jakarta hanya selebar celana kolor, pengamen ini menganggap segalanya mudah jaman Pak Harto. Tanpa dia tahu, kenapa bisa mudah saat itu. Ingin rasanya saya katakan yang saya tahu tentang kenapa masa itu segalanya murah, kenapa masih ada yang dendam dengan dengan lelaki ramah itu, kenapa....Lalu bis 45 jurusan cimone - blok M yang bobrok minta ampun pun tetap melaju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, seperti kata Iwan Fals..dimana kusembunyi, namun senyummu slalu mengikuti..dimana-mana ada 'smiling general'.Hingga larut malam..hingga esok harinya dan esoknya lagi. Tadi pagi, saya dengar talk show di sebuah radio..begini :&lt;br /&gt;'Jadi apakah kasus perdata Pak Harto bisa dilimpahkan ke ahli warisnya ?"&lt;br /&gt;'Bisa. Tetapi harus ada sidang legal yang menetapkan siapa saja ahli waris Pak harto. Demi hukum, kita tidak bisa mengatakan kalau Pak Harto yang kita tahu anaknya 6 itu ahli waris. harus ada surat resmi bahwa 6 orang anak itu ahli waris'&lt;br /&gt;(Saya tak tahu hukum, tapi sebagai warga biasa, bukankah akta kelahiran itu sudah merupakan bukti sah sebagai ahli waris ? Masak sih anaknya Pak Harto ga punya akte?)&lt;br /&gt;"Lha..kalau anak belum tentu ahli waris, berarti masih butuh sidang lagi song untuk menetapkan siapa saja yang berhak mendapatkan warisan harga Pak harto ? ' tanya wartwan. Nah. loh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, masih rumit dan berbelit -belit. Sayapun membuka jendela, kulihat, tentangga saya mengibarkan bendera setengah tiang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan untuk Sausan&lt;/span&gt; : Sayang, pagi tadi bunga hoya di depan rumah kita mekar. Ada 6 kuntum, kecil-kecil, bulat dan berwarna putih bersih. Dihiasi embun, bunga itu jadi indah sekali. Sayang kamu tidak melihatnya yah..Besok sore ibu mau ke Padang, ketemu ayah. Sausan titip salam tidak ? Minggu besok ya, kita ketemuan...miss u my litle sunset..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-2722103154260802287?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/2722103154260802287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=2722103154260802287&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/2722103154260802287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/2722103154260802287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/01/tetangga-saya-mengibarkan-bendera.html' title='TETANGGA SAYA MENGIBARKAN BENDERA SETENGAH TIANG'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R6GWY3rmhDI/AAAAAAAAADI/9Lfexv1Eknc/s72-c/Rotation+of+IMG_0001.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-322008119147126340</id><published>2008-01-24T20:25:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T12:48:31.480-08:00</updated><title type='text'>18 Januari 2008</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R5lvu3rmg9I/AAAAAAAAACE/Xho44qfvMa4/s1600-h/sausan+dan+lemot.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 211px; height: 160px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R5lvu3rmg9I/AAAAAAAAACE/Xho44qfvMa4/s200/sausan+dan+lemot.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159277699141108690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R5lub3rmg8I/AAAAAAAAAB8/BraCQCxuibE/s1600-h/lemot+blog.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 147px; height: 141px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R5lub3rmg8I/AAAAAAAAAB8/BraCQCxuibE/s200/lemot+blog.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159276273211966402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pagi kala kabut masih menyelimuti, 18 Januari 2008...&lt;br /&gt;Tanggal 18 Januari merupakan hari istimewa bagiku karena setiap tanggal ini selalu mengingatkan akan bertambahnya usia. Kali ini menjadi lebih istimewa karena pergantian dari kepala dua menjadi kepala tiga..hah ?! 30 tahun ! Gile...perasaan baru kemarin saya SMA. Kalau melihat orang tua saya dulu, 30 tahun kesannya tua banget...pas mengalami, kok ya belum merasa tua (dan memang harus begitu hehehe).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih ya Allah, atas waktu yang telah Engkau berikan hingga hari ini. Semoga waktu yang Kau berikan tidak sia - sia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadonya ? Hah..apa itu harus ? Saya sudah terbiasa untuk tidak berharap pada orang lain. Saya hanya memejamkan mata, bernafas sedalam - dalamnya, merasakan bahwa saya benar - benar masih diberi nafas hingga tambah usia saya, lalu menghembuskannya dengan harapan...semoga esok lebih baik. Itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu mengingat apa saja yang terjadi di hari itu setiap tahunnya. Ibarat puzzle, 18 januari setiap tahunnya selalu menghadapi hal yang berbeda, warna yang berbeda. Kalau saya membaca catatan saya di setiap tanggal 18 januari, di sana tergambar 'pertumbuhan' saya. Jika tahun lalu ada tumpeng mungil dan tiup lilin dengan suami saya plus Sausan yang masih meringkuk di perut, kini saya hanya sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih sendirian lagi ketika...&lt;br /&gt;Pagi itu tetangga saya mengetuk pintu pagar saya. Seperti biasa, tentangga satu ini kalau mengetuk pintu pagar, itu artinya meminjam cangkul. Dari sekian tetangga yang berpotensi punya cangkul, dia lebih memilih cangkul saya. Bener saja, hanya kali ini alasannya beda. Bukan untuk menggali selokan, mencabut rumput dll.&lt;br /&gt;"Untuk ngubur kucing teh..ada kucing mati kena racun tikus," katanya dengan logat sunda yang kental. Tiba - tiba perasaan saya jadi tidak enak.&lt;br /&gt;"Kucingnya warnanya apa, Bu ?" tanya saya paranoid.&lt;br /&gt;"Item sih," katanya chuek sembari menerima cangkul saya sembari berlalu&lt;br /&gt;"Ada putihnya tidak ?" teriak saya panik.&lt;br /&gt;"Ada sih," jawabnya sambil lalu. Bener ! Pagi ini, 18 Januari, Lemot tidak ada di depan pintu seperti biasanya. Tiba - tiba lutut saya lemas. Saya tidak berani mendekat. Dari jauh saya liat ada tubuh yang ditenteng dalam tas plastik putih. Saya yakin, itu Lemot...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lengkap sudah kesendirian saya. Hanya kecoak, kipas angin dan air kran yang bergerak di rumah ini. Satu -satunya teman yang menemani, pergi karena kelalaian saya. Karena malam terakhir itu, saya masih ingat memegang tengkuknya untuk saya letakkan di luar karena teman saya yang kebetulan datang tak suka kucing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya cerita ke ibu saya, ibu saya malah tertawa. "Kan hanya kucing saja !" Memang hanya kucing, tapi kalau kucing itu teman satu - satunya, tidak lagi menjadi 'hanya'. Setiap kali saya pulang, ketika kucni pagar saya buka, saya selalu berharap ada yang nyelonong di kaki saya seperti biasanya. Tapi hal itu tak pernah terjadi lagi...Mr. Lemot, thanks telah menemani saya selama ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan untuk Sausan &lt;/span&gt;: Sayang, apa kabarmu ? Gigimu sudah kelihatan belum ? Udah Bisa gigit apa ? Kau ingat Mr. Lemot ? Saat kamu umur 7,5 bulan di kandungan, Ayah dan Ibu ambil Mr. Lemot di warung kelapa hijau. Waktu itu susah banget membawanya, akhirnya diletakkan di kardus dan ibu pangku. Ketika kamu gera, Mr. Lemot meronta- ronta. Ibu ingat, sering kali kamu, Ayah dan Mr. Lemot berkolaborasi tidur di kamar biru. Ukuranmu sama Mr. Lemot hampir sama.Sekarang ketika kamu sudah merangkak, kamu suka nari-narik ekornya. Tentu saja Mr. Lemot pasrah. Sepasrah ketika racun tikus membunuhnya....Miss u, little sunset..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-322008119147126340?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/322008119147126340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=322008119147126340&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/322008119147126340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/322008119147126340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/01/18-januari-2008.html' title='18 Januari 2008'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R5lvu3rmg9I/AAAAAAAAACE/Xho44qfvMa4/s72-c/sausan+dan+lemot.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-6869029271276403920</id><published>2008-01-14T04:05:00.000-08:00</published><updated>2008-01-14T04:28:01.187-08:00</updated><title type='text'>PAK HARTO, KURA - KURA DAN BATU</title><content type='html'>Beberapa hari ini, semua media (tak terkecuali media hiburan yang biasa membahas artis) sibuk memantau kesehatan Pak Harto. Bahkan teman saya hingga tidak pulang beberapa hari karena menunggu 'keputusan'. Sampai saat ini, Dia masih belum mengambil keputusan. Saya tidak tahu, apakah teman - teman saya akan terus begadang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi mantan orang nomor satu di negeri ini (yang waktu kecil saya-pun bercita-cita bersalaman dengannya, sungguh :) ), saya menjadi berpikir, apakah arti semua yang telah ia miliki ? Yang saya yakin, semua itu didapatkan dengan tidak mudah bahkan mungkin menyulitkan orang lain. Hingga di senja usianya, di samping malaikat maut, sebelum menghadapi pengadilan yang Maha Adil, dia masih harus menghadapi pengadilan kasad mata alias meja hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, saya menemukan blog Mbak Dewi Lestari- yang penulis pinter itu- (www.dee-idea.blogspot.com). Ceritanya sederhana sekali, tentang anaknya - Keenan yang menumpulkan batu di pinggir selokan. Batu yang sudah banyak digenggaman tiba - tiba berantakan kala ia terpeleset. Betapa segala yang kita miliki bisa lenyap hanya dalam sekejap. Tak peduli bagaimana kita menggenggamnya, bahkan hingga tangan kita berdarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi ketika 'batu-batu' yang kita kumpulkan itu didapatkan dengan merugikan orang lain, menginjak teman. Apakah itu sebuah kemenangan ? Saya ingat tulisan SGA di Kompas, Catatan Desember 'Kura-Kura'. Sederhana saja, intinya ada dua kura - kura yang bersaing hingga satunya mati. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lalu kura-kura itu sendirian di dalam akuarium. SGA hanya menanyakan Apakah arti hidup bagi kura-kura yang telah menguasai dunia itu, jika sisa hidup, yang barangkali masih akan lama, dijalani sendirian saja&lt;/span&gt; ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, betapa menyedihkan diri saya selama ini, ketika mengedepankan ego hanya untuk sebuah nama, sebuah kemenangan semu, sebuah pujian. Bukankah kemenangan yang sesungguhnya ketika kita bisa mengalahkan ego kita ? Saya masih harus belajar untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan untuk Sausan&lt;/span&gt; : My little Sunset, kemarin kakek mengabari ibu, gigimu sudah tumbuh dua di bagian bawah. Ibu mau menangis, ah...pasti kamu lucu sekali. Ayah juga seneng banget ketika ibu kabari. Maaf, Sayang..ibu sempat membandingkanmu dengan bayi yang lain, kenapa gigimu tidak tumbuh-tumbuh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-6869029271276403920?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/6869029271276403920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=6869029271276403920&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/6869029271276403920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/6869029271276403920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/01/pak-harto-kura-kura-dan-batu.html' title='PAK HARTO, KURA - KURA DAN BATU'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-2478787538807032921</id><published>2008-01-11T01:53:00.000-08:00</published><updated>2008-01-11T02:58:43.936-08:00</updated><title type='text'>YU HANI DAN PANGERAN KELELAWAR...</title><content type='html'>Senja dan kelelawar, suasana suram nan memesona yang selalu mengingatkan aku pada dirimu. Kala itu bulan Mei 2003 di base camp Sucen Purworejo, kita sama - sama membaca sesobek koran Kompas yang memuat cerpennya Bre Redana, 'Kembalinya Pangeran Kelelawar'. Ada kalimat yang menjadi ikon kita setiap kali bersua, entah itu nyata maupun di dunia maya. Kurang lebih kalimat itu berbunyi ' &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan akhirnya perempuan itu menikah dengan laki - laki biasa yang berdarah daging. Seorang buruh tambang di Wollongong. Kemudian perempuan itu menjalani hidupnya, memasak, mencuci ...Sesekali ia masih mengingat Pangeran Kelelawar. Hanya saja sudah tidak segalau dahulu&lt;/span&gt;.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 tahun berselang, kami bertemu di dunia maya. Ya, masing - masing dari kami-pun menikah dengan 'laki - laki berdarah daging'. Tapi kutahu, perjalananmu ecxiting. Sebagaimana umumnya perempuan desa, melewati angka umur 25 itu kegundahan keluarga bila belum menikah. Hahaha...kamupun menceritakan bagaimana kakakmu menjadi 'biro jodoh' berusaha mencarikan lelaki untukmu. Mulai dari punggawa desa dengan sawah berhektar - hektar, guru yang sudah diangkat dan jelas punya NIP (Nomor Induk Pegawai) dengan pensiun pasti hingga sodagar kaya yang punya selepan beras di mana- mana. Semua itu kau sambut dengan ngakak dan sedikit frustasi. Karena hatimu sudah tertambat pad seorang laki - laki terindah yang kau puja. yang tentu saja bagi keluargamu masuk kategori tak jelas juntrungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dia itu indah sekali, Tik. Aku pernah dibacakan puisi-nya Sitok Srengenge, Kelenjar Betina Merah (- mungkin saya salah menjudulinya). Katanya - aku mencintai semua orang, apakah itu artinya aku harus menikahi semua orang. ha..ha..ha&lt;/span&gt;," katamu menirukan. Dan kitapun tergelak. Aku masih ingat, kau ucapkan suatu senja di tepi Parangtritis, lantas kita berfoto ala Charlies Angels. Di bawah foto itu kau tulis ' Mereka melihat sungai, kami melihat laut' Entah apa maksudmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat tahun berselang, akhirnya kamu menikah juga. Dengan lelaki baru yang belum pernah ada dalam perbincangan kita (ternyata waktu berlari begitu jauh yah..).Maaf saat itu aku tidak bisa datang karena bayi dalam kandungan sudah membengkak hingga 8 bulan (ini kamu, my little sunset). Aku sempat membungkus kado, namun tak sempat kukirim. Hingga kini, kado itu masih teronggok di meja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yah akhirnya aku menikah dengan lelaki berdarah daging. Memang tidak mudah, Tik. Karena perkerjaan kami masih belum pasti.Ah, bagaimana kalau anakku lahir nanti. Iya, aku percaya, anak membawa rejekinay masing - masing kok. Tapi kamu tahu, aku sangat bahagia. Bisa mendobrak keinginan keluargaku. Aku bisa mempertahankan idealismeku, bisa menikah dengan laki - laki pilihanku. Hahaha..emosi&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;"Eh, jangan bilang emosi...bilang saja karena idealismemu. Kalau begitu, langkahmu akan ringan..."&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oh ya..karena idealisme.&lt;/span&gt;." katamu mengiyakan. Lalu kamu pamit mau sholat dan istirahat. Bayi dalam kandunganmu memintamu untuk istirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pernah kubayangkan..ternyata langkahmu teramat ringan seringan ruh...sangat ringan hingga kau terbang melewati dimensi tak kasad mata. Sehari berselang setelah pembicaraan kita, ada SMS yang mengatakan kalau dirimu kecelakaan dan gegar otak hingga tak sadarkan diri. Aku beusaha menelepon HPmu, dijawab oleh kakakmu kalau kamu masih kritis. Sehari kemudian, kau pergi mendahului...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yu Hani..demikian aku suka memanggilmu. Karena namamu teramat singat, Istihani yang sering iseng kutambahkan dengan Nur'aini. Kamu hanya tersenyum kala itu. Senyum itu, kegilaan itu, mimpi - mimpi itu ...aku masih menyimpannya rapi dalam buku catatanku. Kalau catatanmu sudah berhenti, tapi kuyakin..kau masih ada untuk meneruskan catatanmu walau aku tak bisa lagi membacanya.Dan aku masih punya janji, untuk mengirimimu cerpenku yang bercerita tentang CAPRA. Satu lagi tentang Pangeran Kelalawar kita. Ketika kau tak lagi membacanya sendiri, aku akan datang membacakan di pusaramu. Yu Hani, kau takkan pernah pergi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan kematian jadi akrab, seakan kawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berkelakar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang mengajak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tertawa - itu bahasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semesta yang dimengerti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;('Kematian semakin akrab' Subagio Sastrowardoyo yang dikutip Gunawan Mohammad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan untuk Sausan &lt;/span&gt;: Ibu kangen sekali, Sayang...senja di sebelah rumah kita semakin sunyi tanpa tawamu. Rumah kita terlalu luas untuk ibu tinggali sendiri. Kamar birumu masih menyisakan bantal mungil, boneka kura-kura hijau dan selimut kuning gambar kelinci. Sayang, wajah mungilmu tak menempati. Baik - baik di sana ya, ku kan kirim senja emas untukmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-2478787538807032921?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/2478787538807032921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=2478787538807032921&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/2478787538807032921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/2478787538807032921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/01/yu-hani-dan-pangeran-kelelawar.html' title='YU HANI DAN PANGERAN KELELAWAR...'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-7745090377782870970</id><published>2008-01-08T02:10:00.000-08:00</published><updated>2008-01-08T02:47:54.168-08:00</updated><title type='text'>PEMBOKAT CS PETUGAS BERSERAGAM</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pembantu oh pembantu...itu keluh saya di awal tahun 2008. Seiring dengan gemerlap kembang api yang mengiringi pergantian tahun, pembantu saya pulang dan tidak kembali lagi. perlu diketahui, sebelum dia tidak kembali, saya tidak pernah memanggil dan menganggap dia sebagai pembantu. Saya anggap dia sebagai adik saya. Oleh karena itu, dalam hal makan dan apapun, saya tidak pernah membeda-bedakan. Bahkan kalau meminta tolong untuk mengerjakan sesuatu, saya tidak setiap saat. Kalau dia sedang nonton sinetron kesayangannya, saya tidak pernah mengganggu. Walaupun itu terjadi dari senja hingga laut malam. Untung saya tidak begitu suka nonton tv, ya terserah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kelonggaran yang saya berikan agaknya dimaknai lain. Si 'partner' ini semakin berani. Awalnya ia suka minta ijin ke rumah sodaranya saat saya libur dan belum kembali saat saya masuk kerja. Al hasil saya dirundung cuti yang tidak masuk akal. Aksi berlanjut menitip alat make up (yang sayapun tak pernah menggunakan), memakai barang-barang saya (ini mulai masuk ke privasi) hingga dimintai tolongpun bisa membantah. Masak menguras kamar mandi juga harus saya ? Pada suatu saat, menjadi sulit untuk membedakan siapa yang membayar siapa. Saya mencoba bersabar, yang penting anak saya bisa diasuh dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga puncaknya, ketika si 'partner' ini berlibur akhir tahun (sementara saya tidak ikut libur) dan puncaknya tidak kembali lagi. Menelponnya pun saat saya sudah akan masuk kerja, 1 januari 2008. yang menelepon simboknya, bahwa si partner tidak balik lagi karena mendapat perkerjaan baru. Tidak ada kata maaf atau kepedulian. Jadilah saya kalang kabut. Sekian keruwetan melembung di otak saya. Apalagi suami sedang di luar kota. Jadilah saya pontang panting sendirian. Bahkan saking puyengnya, saya sampai menjadi 'mengerti' kenapa ada pembokat yang dianiaya majikannya. Terus terang, saya juga tidak mendukung tindakan tersebut. Tetapi dengan kasus yang saya alami, saya menjadi tidak protes lagi. Mungkin ada sedikit kebiadaban terselip dalam hati saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 2 januari, saya pun langsung ke stasiun Gambir untuk mencari tiket pulang ke ibu saya. Dengan menggendong anak yang baru berusia 9 bulan plus aneka pernik-pernik yang setas jinjing, perjalanan menjadi tidak mudah. Untung sepanjang jalan, anak saya tidak begitu rewel. My little sunset, you are the nicest girl in the world...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekecewaan itu muncul ketika saya mengantri tiket. Betapa repotnya saya dengan menjinjing tas besar dan harus menulis di kertas pemesanan lalu mengantri lagi. Saya bernisiatif menitipkan tas saya ke petugas berseragam biru di depan lokat yang amboy..gagah sekali (seperti cara Andrea Hirata mengatakan)&lt;br /&gt;"Pak, tolong saya menitip tas saya. saya mau antri tiket" kata saya sembari tangan saya gemetar karena menahan beban anak saya yang lumayan berat di gendongan. dan Anda tahu jawabnya ?&lt;br /&gt;"Jangan meleng, Bu...kalau ga pengin tasnya disamber orang. Jagain tuh, jangan naroh sembarangan !" Petentang petenteng sembari membenarkan letak topinya yang sudah benar. Beribu makian pengin muncrat membasahi wajah manusia itu (kukira dia masih manusia). Kok tega dia ngomong begitu ? Apakah dia tidak pernah digendong ibunya ? Apakah dia dilahirkan dari batu cadas di puncak Merapi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tas terseret, akhirnya saya mengantri tiket. Tangan saya semakin kesemutan karena anak saya mulai bosan. "Sabar, Sayang..kita sedang menjadi pesakitan yang punya uang ratusan ribu untuk nggaji si manusia berseragam itu dengan harga tiket yang mahalnya semau udel.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jauh dari saya mengantri, ada dua bule yang kebingungan mengisi lembar pemesanan tiket. Tentu saja si bule takkan mengerti bahasa Indonsia. Dengan tertunduk - tunduk hormat sok ramah, si manusia berseragam itu mendekati untuk membantu dengan hormat. Kini kulihat lagi potret bangsaku, bangsa yang begitu silau melihat orang bermata biru. saya jadi berpikir, seandainya rambut saya merah dan saya pakai celana pendek, pastilah tas saya akan disangga di atas kepalanya tanpa saya minta..upsf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan senyum pertanda keramahan dan begitu berwibawanya, si manusia berseragam biru itu mengatakan entah apa, saya juga tak tahu. Yang terjadi malah keributan yang berkepanjangan. Akhirnya saya tahu, si bule tak mengerti bahasa Indonesia, sementara si berseragam tak bisa bahasa Inggris. Dalam hati sayapun tertawa...oh, malang sekali nasibmu si seragam biru. Bule yang kamu sanjungpun tak pedulikan dirimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samapi di sini saya hanya berkesimpulan, Tuhan begitu adilnya. Seandainya pembokat saya sedikit punya tanggung jawab, tentu dia tidak akan jadi pembokat. Seandainya saja si manusia berseragam biru tadi punya sedikit keramahan hati, tentu dia sudah menjadi jenderal. Jadi dengan kondisi yang 'jiwanya tidak lengkap, ada syaraf kemanusiaannya yang putus' memang dia tepat untuk posisi itu...(emosi heheheheh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;an di balik layar : Sayang, ibu sangat kangen padamu. Suatu saat akan ibu katakan, sebagai orang miskin di negara yang miskin juga, ibu tak banyak pilihan. Ibu tahu, ini bukan yang terbaik tetapi inilah yang paling mungkin ibu lakukan. Ibu percaya, kau anak yang kuat..karena kau anak ibu...Ayah, baik - baik ya di sana...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-7745090377782870970?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/7745090377782870970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=7745090377782870970&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/7745090377782870970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/7745090377782870970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2008/01/pembokat-cs-petugas-berseragam.html' title='PEMBOKAT CS PETUGAS BERSERAGAM'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-2096049343477088759</id><published>2007-12-26T23:55:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T12:48:31.658-08:00</updated><title type='text'>SELAMAT BERTUGAS, AYAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R5lzmHrmg-I/AAAAAAAAACM/lafp4tnutUo/s1600-h/Img_0267.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R5lzmHrmg-I/AAAAAAAAACM/lafp4tnutUo/s200/Img_0267.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159281946863764450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saya dulu paling tidak suka mengantar sahabat dekat untuk berpergian yang artinya perpisahan dalam waktu lama. Misalnya saja dahulu waktu kuliah, kakak tingkat saya pulang ke Jakarta (waktu itu saya masih di Solo) karena sudah lulus, saya berusaha mencari banyak alasan untuk tidak mengantar ke stasiun Balapan. Kalaupun terpaksa mengantar, saya akan mengantar ke stasiun dan langsung pulang. Saya tidak mau menunggu sampai kereta berangkat sembari melambaikan tangan. Bagi saya, keberangkatan kereta, bus apalagi pesawat akan menyisakan kesedihan lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, mau tidak mau saya harus berurusan dengan keberangkatan. Dari sejak pacaran hingga menikah, kereta membelah pulau Jawa sudah menjadi rutinitas kami setiap bulan. Hingga pada suatu saat, saya benar - benar benci melihat sebuah pemandangan kereta api dan jendelanya. Karena di sana ada lukisan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diskusi yang alot, kami diberi anugerah waktu untuk bisa bersama. Untuk sementara, kami tak lagi berurusan dengan kereta api dan jendelanya. Namun ternyata, saya berusrusan dengan jendela lain lagi dimana lukisan air mata itu semakin jelas mengalir. Jendela pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin saya harus mengantar suami saya bertugas ke Sumatera Barat. Dengan cuaca yang tidak menentu, berita bencana di mana - mana. Saya hanya berusaha meyakinkan diri saya 'everything gonna be oke..' Sekian doa dan slogan saya ucapkan untuk menguatkan hati saya.  Tuhan bersama orang - orang pemberani (ini sih slogan usang ketika sempat mengaku menjadi petualang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, ternyata tidak mudah bagi saya. Melihat pesawat satu per satu lepas landas, mau tak mau air mata saya mengalir deras. Kalau selama ini ia yang mengatar kepergian saya, dari stasiun ke stasiun, dari bandara ke bandara, saya masih bisa tersenyum. Tetapi ketika saya yang ditinggal, saya menderita paranoid yang luar biasa. Termasuk ketika Hp - nya tidak bisa dihubungi, segala pikiran buruk berkecamuk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mam, saya baru sadar, kenapa dulu ibu melarangku naik gunung. Bahkan larangan itu berupa ultimatum yang teramat keras (Walau dengan diam - diam aku tetap melanggarnya, dan diam - diam juga ibuku tahu). Ternyata larangan itu merupakan salah satu bentuk sayang yang tidak mengenakkan. Oleh karena itu, ketika suami saya minta pertimbangan untuk tugas ke Sumatera, dengan alasan ia ingin mengetahui daerah itu lebih banyak, saya berusaha menyetujui. Karena saya tahu bagaimana rasanya berpetualang di daerah yang baru. Bagaimana rasanya jika dilarang. Dan konsekuensi dari persetujuan itu ternyata panjang sekali. Kekhawatiran, dheg - dhegan, mencoba menumbuhkan kepercayaan... Keep my trust, my satria...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan di balik layar : Ayah, tadi pagi Sausan sudah 'pinter'. Ketika ibu mau berangkat ke kantor, sausan mau ikut terus. Sampai harus dibujuk - bujuk, didongengi dll...Sausan pilek, sulit napas karena ketularan ibu hiks...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-2096049343477088759?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/2096049343477088759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=2096049343477088759&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/2096049343477088759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/2096049343477088759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2007/12/selamat-bertugas-ayah.html' title='SELAMAT BERTUGAS, AYAH'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R5lzmHrmg-I/AAAAAAAAACM/lafp4tnutUo/s72-c/Img_0267.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-8846367039256861059</id><published>2007-12-04T02:57:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T12:48:32.021-08:00</updated><title type='text'>A SEED OF DANDELION</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R1U99rPOB9I/AAAAAAAAAB0/N7X1J2WeSzg/s1600-h/ist2_3431042_blow_dandelion.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R1U99rPOB9I/AAAAAAAAAB0/N7X1J2WeSzg/s320/ist2_3431042_blow_dandelion.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140082679501162450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Dandelion seed carried away&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;By the devil strong wind&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;br /&gt;No time for say good by &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;br /&gt;To Mom who give the arm all the time&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiny seed travel like tiny parachutes&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Fly..fly... to the unlimited sky&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;br /&gt;A devil wind can carry away a thousand miles&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Landing on unknow land&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Is it still the same planet ?&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No love, no friendship&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;br /&gt;No honesty, all is lie&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;br /&gt;No feeling, all is like machine&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;br /&gt;No hero, all is opportunis&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;br /&gt;No life, all is mumy&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Oh...If She have a choice&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dandelion seed lying on the stone&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Waiting for next wind&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;br /&gt;The angel wind who traveled her to home&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;(Untuk bayi - bayi yang dijadikan alat mengais recehan,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Semoga kalian mendapatkan tumpangan untuk pulang. Sayang, temanmu di luar sana butuh tumpangan...)&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Foto : www.ics.aci.edu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-8846367039256861059?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/8846367039256861059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=8846367039256861059&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/8846367039256861059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/8846367039256861059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2007/12/seed-of-dandelion.html' title='A SEED OF DANDELION'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R1U99rPOB9I/AAAAAAAAAB0/N7X1J2WeSzg/s72-c/ist2_3431042_blow_dandelion.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-7171413976350567202</id><published>2007-11-30T02:12:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T12:48:32.170-08:00</updated><title type='text'>THE HIDDEN AGENDA...SEBUAH PEMBUNUHAN YANG MANIS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R0_qFVEHKQI/AAAAAAAAABc/-LtfLTEJk2Y/s1600-R/Img_0142.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R0_qFVEHKQI/AAAAAAAAABc/TprIACAEkaY/s320/Img_0142.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5138583077127661826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sausan, Sayang...&lt;br /&gt;Ibu hanya bisa tersenyum manyun melihatmu tertawa - tawa gembira sembari mengacung - acungkan kertas, yang akhirnya Ibu kenali sebagai serpihan novel "Constan Gardener'. Buku yang baru dibeli dan belum sempat selesai kebaca itu 'kau selesaikan' dengan manis. Ibu hanya bisa menciummu dengan gemas, lalu menyelotip satu demi satu serpihan itu. Jadilah buku itu tambal - tambalan menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, melihat buku yang robek - robek itu, aku kembali ingat isinya (yang belum tuntas), lalu kejadian akhir - akhir ini yang membuatku giris. The hidden agenda...kalimat yang keren tapi mengerikan. Sebagaimana yang saya baca di Kompas hari ini, tentang tidak fair-nya virus sharing. Dulu orang amerika mengambil sampel virus flu burung dari Indonesia. Tentu saja kita sebagai bangsa 'negara ketiga' (saya paling benci pengotakan macam ini) manggut - manggut dengan lapang dada dan mengkeret kalah wibawa, memberikan virus itu. Untuk diteliti dengan harapan nanti si bangsa 'maju' itu akan memberi obat penangkalnya. Kenyataannya ? Mereka mengembalikan virus dalam bentuk vaksin yang dihargai mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Virus sharing adalah kejadian yang riil, barangkali itu bentuk kekurangajaran yang kasad mata. Hidden agenda untuk sebutan dari kekuarangajaran yang dibalut manis. Misalnya penawaran bantuan kemanusiaan gempa, banjir, kemiskinan dan lain-lain. Itu tidak gratis ! Mereka memberikan itu pasti ada maunya, percayalah. Karena di kapitalisme, kata 'sumbangan' itu tak ada dalam kamus mereka.&lt;br /&gt;Lebih sadis lagi, ketika hidden agenda ini disalurkan melalui para ilmuwan dan pakar negeri ini. Bukan sedikit penelitian yang dibiayai dari luar, dan penelitian itu yang kelihatannya tidak semengerikan nuklir, tetapi sebenarnya tak kalah jahat. Misalnya penelitian kesehatan, kependudukan, ekonomi dll. Berapa juta data yang bisa mereka peroleh dengan penelitian itu. Mereka bisa menguasai data Indonesia, itu berarti mereka telah masuk ke benteng pertahanan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, Sayangku...ini hanyalah sebuah kegelisahan. Kenyataannya, di luar sana agenda - agenda tak kasad mata itu terrus ada, negeri ini terlalu berat untuk bangkit. Ibu hanya bisa tertegun ketika seseorang, di suatu even wawancara mengatakan 'Kapan kita bisa menyanyikan lagu Padamu Negeri dengan kepala tegak ?". Segala isu bisa jadi alat. Termasuk yang kini hangat dibicarakan, konferensi lingkungan di Bali. Carbon trading, isu kemiskinan dll adalah alat untuk menyembunyikan niat - niat itu. Alat untuk cuci tangan dengan dosa yang telah mereka lakukan, jauh sebelum kmu dan ibu lahir. Kenapa negeri ini harus menanggung ? Karena negeri ini memang merelakan untuk itu. Negeri kita baru pada tahap begitu bangga ketika bisa mengagumi produk luar, tak pedul;i bagaimana cara membuatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My little Sunset,&lt;br /&gt;Ibu bukanlah anti orang asing, atau anti AS seperti orang - orang yang anti AS. Ibu hanya ingin seperti Ikal yang bsia bermonolog dengan Adam Smith dan Roma Irama, dimana ia bisa melontarkan kata 'Dosen Perancismu yang goblok' Betapa berbedanya keadaan sekarang dengan keadaan dimana John Perkin datang ke Indonesia (bandung) 20-an tahun silam. Percakapan mahasiswa dan generasi muda di sana begitu PD dan smart. Ditambah juga cerita wartawan Australia dalam 'Dangerous Living', betapa orang - orang putih itu menghormati negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu kemarin, suhu Jakarta mencapai 45 derajad celsius, tanaman di rumah kita banyak yang gosong daunnya. Tadi pagi temanmu, si bayi pipi gembul dengan lesung pipit, yang mangkal di ATM bersama perempuan sialan (kuyakin bukan ibunya), sudah bertambah dewasa. Matanya sekarang tidak sesipit 2 minggu lalu, masih sempat memancarkan cahaya ceria. Temanmu itu belum tahu, seharusnya dia berhak untuk bobo' di kasur empuk dan menghirup wangi bunga, bukan asap knalpot. Nun jauh di sana, ada juga yang mempersiapkan Pemilu 2009 yang masih 2 tahun lagi. Ah, sudahlah Sayang..cukup untuk hari ini. Ibu lelah sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-7171413976350567202?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/7171413976350567202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=7171413976350567202&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/7171413976350567202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/7171413976350567202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2007/11/hidden-agendasebuah-pembunuhan-yang.html' title='THE HIDDEN AGENDA...SEBUAH PEMBUNUHAN YANG MANIS'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R0_qFVEHKQI/AAAAAAAAABc/TprIACAEkaY/s72-c/Img_0142.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-7436935717149335791</id><published>2007-11-20T04:52:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T12:48:32.359-08:00</updated><title type='text'>BAHASAKU, RUPA RUPA WARNANYA...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R0LaDFEHKPI/AAAAAAAAABU/sPUIvf98OAs/s1600-h/Img_0006.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R0LaDFEHKPI/AAAAAAAAABU/sPUIvf98OAs/s320/Img_0006.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134906271589673202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di depan Plaza Semanggi, tadi siang...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ada seorang laki – laki berpakaian rapi, berdasi dan menenteng tas hitam persegi layaknya tas lap top sebagaiamana yang ngetren sekarang. Dengan sepatu mencilak (mengilap ?) dan rambut berminyak, berjalan dengan seorang perempuan muda yang pantas sebagai adiknya atau siapanya..pokonya lebih muda. Yang menarik bukan karena mereka berdua, tetapi percakapannya. karena kebetulan saya ada di belakangnya.. maka saya dengar jelas seperti ini :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“... &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kamu harus kursus bahasa inggris, bahasa jepang itu penting. O ya, bahsa mandari juga penting kalau kamu mau kerja di perusahaan besar..” GUBRAK!! saya terkejut, karena nabrak pembatas segitiga yang berwarna oranye hehehe..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Saya melanjutkan masuk ke plaza yang besar itu. Hemm...dimanakah saya berada ? Begitu sulitkah untuk menjadi orang Indonesia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di negeri yang sejak Soempah Pemoeda telah mendeklarasikan bahwa ‘Kita Bangsa Indonesia berbahasa satu, Bahasa Indonesia.’ Kukira, di sini belum menjadi markas besar PBB dimana bahasa yang digunakan dari berbagai negara. Jadi para pemuda harapan bangsa memakai bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan Pancasila, UUD 45, GBHN dan KUBI (Kamus Umum Bahasa Indonesia).&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saya pernah ketemu orang Thailand, mereka hanya mengerti bahasa Thailand dan berbicara Thailand. Bahkan bahasa Inggris-pun tidak bisa, apalagi bahasa Indonesia. Ada lagi orang Jepang, prestasinya sama dengan orang Thailand. Hanya tahu bahasa Jepang. Dan mereka chuek saja datang ke Indonesia, memborong tanaman di Indonesia atau menceramahi orang Indonesia yang terpana mengikuti terjemahannya. Mereka tidak mengerti bahasa Indonesia tapi bisa berbinis di Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saya ingat Bung Karno (yang idolanya bapak saya, tapi beliau tidak mengidolakan putra putrinya hehehe). Saya dengar cerita dari Bapak saya kalau Bung Karno pinter berbagai bahasa, sehingga bisa membaca buku dalam berbagai bahasa. Bung Karno mendapat ilmu dari sumbernya langsung dan menjadi pinter. Bahasanya Inggris, Belanda, Perancis (yang kata Andrea Hirata ‘sengau, tegas dan berkelas’), Jerman dan lain –lain. Saya belum pernah bertanya pada Bapak saya, apakah Bung Karno juga pinter mandarin, jepang (mungkin kali ya). Setelah Bung Karno pinter, keberadaannya bisa diakui di seluruh dunia.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saya kira, mempelajari aneka bahasa memang penting. Hanya seandainya, motivasi mempelajari bahasa seperti yang Bung Karno punya, mungkin banyak orang yang akan mempelajari Bahasa Indonesia demi bisa berkomunikasi dengan orang Indonesia. Begitulah....&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Catatan di balik layar :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Duh anakku, Sayang... begitu berat yang harus kamu lakukan untuk bisa hidup di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;(keterangan lagi : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;tidak ada hubungannya dengan teks, tetapi foto hanya berhubungan dengan kegiatan dan suasana penulis : puyeng !!!)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-7436935717149335791?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/7436935717149335791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=7436935717149335791&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/7436935717149335791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/7436935717149335791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2007/11/bahasaku-rupa-rupa-warnanya.html' title='BAHASAKU, RUPA RUPA WARNANYA...'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/R0LaDFEHKPI/AAAAAAAAABU/sPUIvf98OAs/s72-c/Img_0006.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-4541747288062246828</id><published>2007-10-31T00:08:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T12:48:32.541-08:00</updated><title type='text'>Selamat Tidur, Kak...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/RygvCuLK41I/AAAAAAAAABM/VIS43OtRits/s1600-h/Img_3317.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/RygvCuLK41I/AAAAAAAAABM/VIS43OtRits/s320/Img_3317.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5127399899562435410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Senin malam, aku mendapat SMS dari adikku kalau kakak sepupuku meninggal dunia. Rasanya tidak percaya..dia ? dia itu yang meninggal ? Sejenak aku terdiam. Ikan mas kremes kesukaanku teronggok di meja hingga dingin. Ya, Allah...benarkah telah kau panggil dia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Ibuku, kakakku meninggal karena sakit kanker hati. Katanya, kalau dioperasi butuh biaya sekitar 30 juta. Tentu saja jumlah yang tidak sedikit bagi keluargaku. Itupun belum ada jaminan sembuh. Aku semakin diam mendengar cerita ibuku. Demikian mahal yang namanya 'sehat' Kembali kutanyakan, Tuhan... apakah kehidupan ekuivalen dengan uang ? Yang punya uang saja yang diberi kesempatan untuk hidup ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakakku yang ceria, yang lucu, yang selalu mengatakan 'Wah, kemarin aku melihatmu di Pasar Kebayoran. Aku ga mau negur, karena kamu sama temanmu yang pakai mobil. Gak level lah...aku kasihan kamu malu kalau aku tegur heheheh," Mengingat itu, aku tersenyum pahit. Ternyata hidup sedemikian labil, bisa berubah hanya dalam selesatan cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih membuatku terdiam, ketika ayahku mengatakan, "Setelah rumah sakit menyerah, akhirnya dibawa pulang. Trus aku suruh minum obat tradisional sesuai dengan buku yang kamu tulis itu. Hasilnya lumayan, tapi terus puasa dan jatuh lagi.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang kutulis ? Aku mau nangis rasanya. Beberapa kali media tempat aku bekerja mengeluarkan buku tentang tanaman obat alternatif. Karena pekerjaan yang berjibun, terkadang kami menulisnya 'serampangan', asal comot teori demi deadline. Ditambah lagi, terus terang hingga kini aku masih belum bisa percaya jika menulis tentang tanaman obat, sementara belum ada penelitian yang bisa dipercaya. Hanya berdasar pengalaman empirik. Dulu aku kerap menghindari artikel ini, karena aku merasa beban moral. Tetapi karena tuntutan deadline, mau enggak mau aku menulisnya juga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kekhawatiranku benar. Di sini aku menulis demi deadline, asal jadi, sementara di luar sana, ada ribuan pembaca, diantara sekian bahkan menggantungkan nyawanya pada buku yang kami tulis. Sungguh aku merasa sangat berdosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, semoga kau beri tempat yang indah untuk kakakku. Kau beri kebahagiaan bagi anak dan keluarga yang ditinggalkan. Kini, aku berusaha untuk menulis lebih baik lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-4541747288062246828?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/4541747288062246828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=4541747288062246828&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/4541747288062246828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/4541747288062246828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2007/10/selamat-tidur-kak.html' title='Selamat Tidur, Kak...'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/RygvCuLK41I/AAAAAAAAABM/VIS43OtRits/s72-c/Img_3317.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-8407217217004758428</id><published>2007-10-23T03:45:00.000-07:00</published><updated>2007-10-23T03:47:58.762-07:00</updated><title type='text'>Kupanggil Kau, Langit Pagi</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Engkaulah pelita yang menunjukkan tapak mungilku&lt;br /&gt;Engkaulah terang yang mendekapku dalam gelapnya  pertanyaan&lt;br /&gt;Engkaulah bahagia yang menyapa ramah membendung kedukaan&lt;br /&gt;Engkaulah getar hati dalam keterasingan yang meninggalkan perih &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Andai kau tahu kepekatan semestaku tanpa kehadiranmu&lt;br /&gt;Andai kau tahu bekunya tangan tanpa kata-katamu&lt;br /&gt;Andai kau tahu beribu harap yang bersandar di punggungmu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Menengoklah ke belakang, Sayang&lt;br /&gt;Aku tersungkur di langit barat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Suatu siang....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-8407217217004758428?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/8407217217004758428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=8407217217004758428&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/8407217217004758428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/8407217217004758428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2007/10/kupanggil-kau-langit-pagi.html' title='Kupanggil Kau, Langit Pagi'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-8134922746714707802</id><published>2007-09-10T03:00:00.000-07:00</published><updated>2007-09-10T03:05:33.977-07:00</updated><title type='text'>REMBANG PENANTIAN..</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Dalam hujan, aku menunggumu&lt;br /&gt;Dalam desir angin dingin, aku menyandarkan harap padamu&lt;br /&gt;Dalam detik-menit-jam, aku merasakan kehadiranmu !!!&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Perlahan sosokmu terajut jejarum perak&lt;br /&gt;Bergetar hatiku, menyaksikan kilaumu dalam gelap&lt;br /&gt;Ya..itu kau !!&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Kutatap, kudekati, kusapa&lt;br /&gt;Kamu diam&lt;br /&gt;Kubelai, kuhapus tetes hujan yang membaluri tubuhmu&lt;br /&gt;Kamu menggigil dalam diam&lt;br /&gt;Kusandarkan tubuhku ke badanmu&lt;br /&gt;Kamu berbisik lirih,&lt;br /&gt;“ Kurelakan kau bersama yang lain, aku tak mampu lagi,maafkan aku..”&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Aku tercekat,&lt;br /&gt;Baru kuketahui, kamu mogok tak bisa jalan&lt;br /&gt;Oh, Sayang...&lt;br /&gt;Aku harus menunggu satu jam lagi...DEBORAH&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-style: italic;" lang="IN"&gt;Terminal Depok, bersama Armin, dingin dan la&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;par September, 07.2007. 07.00 PM&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan di balik layar :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;DEBORAH adalah bis jurusan Depok – Kalideres yang lewat hanya sejam sekali. Jum’at malam itu, Sayang....Ibu liputan dari Museum Zoologi. Pulangnya macet setengah mati. Mungkin karena tarif tol naik, mungkin karena demo sana-sini. Yang jelas, dari Depok jam 7 malam, sampai rumah hampir tengah malam. Sampai habis dua bungkus kuaci dan lidah lumayan asin. Kulihat, kau tidur dengan tersenyum... thanks tidak marah sama ibu (hehehehe).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-8134922746714707802?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/8134922746714707802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=8134922746714707802&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/8134922746714707802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/8134922746714707802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2007/09/rembang-penantian.html' title='REMBANG PENANTIAN..'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-8203179867625673439</id><published>2007-09-04T21:36:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T12:48:32.750-08:00</updated><title type='text'>Just : STAY THE SAME...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/Rt4z0jatMzI/AAAAAAAAAA8/rsrGeaSeQhs/s1600-h/sunset+blog.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/Rt4z0jatMzI/AAAAAAAAAA8/rsrGeaSeQhs/s320/sunset+blog.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5106576005438190386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;           &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Terkadang kita sedih hanya karena sekeliling kita tidak seperti yang kita inginkan.&lt;br /&gt;Terkadang kita merasa tidak berguna, hanya karena satu hal yang tak berhasil kita lakukan.&lt;br /&gt;Terkadang kita merasa dunia tak menyukai kita hanya karena satu orang tak mempedulikan kita&lt;br /&gt;Terkadang...kita jatuh karena diri kita sendiri yang mengatakan jatuh&lt;br /&gt;Yakinlah, bahwa sebenarnya kita sangat hebat, melebihi yang kita bisa pikirkan sebelumnya...&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Just : STAY THE SAME...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt; Don't you ever wish you were someone else,&lt;br /&gt;You were meant to be the way you are exactly.&lt;br /&gt;Don't you ever say you don't like the way you are.&lt;br /&gt;When you learn to love yourself, you're better off by far.&lt;br /&gt;And I hope you always stay the same,&lt;br /&gt;cuz there's nothin' 'bout you I would change.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt; Verse&lt;br /&gt;I think that you could be whatever you wanted to be&lt;br /&gt;If you could realize, all the dreams you have inside.&lt;br /&gt;Don't be afraid if you've got something to say,&lt;br /&gt;Just open up your heart and let it show you the way.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bridge&lt;br /&gt;Believe in yourself.&lt;br /&gt;Reach down inside.&lt;br /&gt;The love you find will set you free.&lt;br /&gt;Believe in yourself, you will come alive.&lt;br /&gt;Have faith in what you do.&lt;br /&gt;You'll make it through.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;(&lt;i style=""&gt;Dicopy dari :www.gadispertamaku.blogspot.com, pemiliknya adalah sahabat yang menjadi saksi perjalananku&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Catatan di balik layar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt; : Sayang, lagu ini pernah Ibu tempel di langit-langit kos-kosan waktu masih kuliah di Solo (jangan tanya, bagaimana caranya sesobek kertas bisa nangkring di eternit). Di samping gambar Usaghi, tokoh film animasi Sailormoon yang Ibu gambar sendiri. Ibu sangat suka dengan tokoh ini ' Dengan kekuatan bulan, aku akan menghukummu!!!. Di sebelahnya ada poster Filippo Inzaghi dan Roberto Baggio dan tulisan ‘Make a better place’ dari potongan koran, jadwal titip absen, lukisan ibu yang kadang mirip orang kadang enggak, juga Yussy- si boneka panda abu-abu yang sudah sering mau dibuang oleh nenek (Jadi kau bisa bayangkan, seperti apa kamar kos ibu kala itu). Yang jelas, semua itu menjadi ‘sahabat’ yang menjadikan Ibu selalu bisa bangkit dengan menyemangati diri sendiri. (kala itu, Ibu belum kenal ayahmu hehehe). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Kata Andrea Hirata : Kalau kita sedih, kita hanya akan sendirian, tetapi kalau bahagia, dunia akan datang pada kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-8203179867625673439?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/8203179867625673439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=8203179867625673439&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/8203179867625673439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/8203179867625673439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2007/09/just-stay-same.html' title='Just : STAY THE SAME...'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/Rt4z0jatMzI/AAAAAAAAAA8/rsrGeaSeQhs/s72-c/sunset+blog.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-7464071186868726969</id><published>2007-09-03T03:29:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T12:48:32.902-08:00</updated><title type='text'>Setetes Embun Kemenangan Untukmu, Senjaku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/Rtvk3zatMyI/AAAAAAAAAA0/gO1wolr5yCI/s1600-h/Resize+of+maudy+koesnadi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/Rtvk3zatMyI/AAAAAAAAAA0/gO1wolr5yCI/s320/Resize+of+maudy+koesnadi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105926249900749602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Selamat senja, senja mungilku...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Hari Sabtu lalu kamu diimunisasi DPT yang bikin demam itu. Begitu kamu memasuki ruang periksa, kamu justru tertawa ngakak. Aha..mungkin kamu merasa geli ketemu dokternya. Pak Dokter itu memang lucu dan ramah. Begitu jarum disuntikkan, kamu menjerit. Nah, pas dicabut...ketawa lagi. Kamu memang tahan sakit, Sayangku...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Malamnya agak rewel sedikit, tetapi lantas tertidur nyenyak. Malam berikutnya, Ibu tinggal ke TIM untuk menghadiri Malam Seni HUT Majalah PARLE (kamu masih sempat ketawa ketika ibu pamitan). Undangan itu sudah Ibu terima via phone dari Mbak Endah sulwesi yang punya blog &lt;a href="http://www.perca.blogdrive.com/"&gt;www.perca.blogdrive.com&lt;/a&gt;. Nah, ada sedikit harapan bahwa Ibu menang dalam lomba cerpen karena kata tante Christ di majalah Intisari, biasanya kalau ditelepon ada kemungkinan menang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dengan dheg-dhegan, Ibu menuju ke Teater Kecil. Sebelumnya sempat melihat pameran lukisan India. Memenuhi undangan Mr. Ajit Vahadane, teman Ibu. Lukisannya bagus, terutama yang bertema hujan. Ya, Ibu suka sekali melihat lukisan hujan itu...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Selamat buat tabloid PARLE. Acara malam seni bagus sekali, musikalisasi puisi dan pentas teater Tanah Air. Karena sponsornya pasta gigi kale ya, maka tema pentas teaternya gosok gigi juga. Ibu menonton sama Om Fajar Sidik, itu sahabat Ibu yang sudah menyalip di tikungan dengan menerbitkan bukunya ‘Sukses Ngutang di Bank’ (Ibu pikir sih bukan menyalip, kan memang dia dulu yang ngajari ibu nulis hehehe).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Nah, pembacaan cerpen pertama oleh Maudy Koesnadi yang cantik itu. Dan kau tahu, Sayang...cerpen itu judulnya Capra oleh Titik Kartitiani ! Kau tentunya kenal bukan dengan nama penulis itu. Kontan Ibu menjerit (padahal lagi sepi tuh). Lalu ibu mendapat selamat dari tetangga kursi, yang Ibu tidak kenal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Sayang, Maudy membacakannya dengan bagus sekali. Ibu sampai haru dan..yah walaupun bukan juara satu, impian Ibu tercapai. Berdiri di panggung itu...(waktu kamu masih dalam perut Ibu, kita juga ke tempat ini. Menyaksikan pengumuman novel DKJ. Dan kau tahu...Ibu tidak disebut-sebut hehehe). Terima kasih ya Allah...thanks.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Kemenangan ini kupersembahkan untukmu, Sayangku..yang telah menemani Ibu dengan tawa dan tangismu. Untuk Mas...Adik menang, besok kalau pulang, adik traktir yah. O ya, untuk Mas Fajar, thanks telah menjadi sahabat, dimanapun berada. Fazza, Faya..kau pasti bangga punya Ayah seperti dia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;Catatan di &lt;/o:p&gt;Balik Layar: Pagi sebelum berangkat, ibu mengelem sepatu Ibu. Sepatu sandal ala Mak Lampir itu bersejarah. Dibeli tahun 2003 silam. Dan sengaja ingin Ibu kenakan di saat bersejarah. Eh, ternyata lem yang digunakan salah. Waktu mau naik panggung, perlahan lem-nya copot. Bisa dibayangkan bagaimana groginya Ibu, Nak. Begitu ada di kursi, Ibu kehilangan keseimbangan dan terduduk di pangkuan cowok yang tadi ngasih selamat Ibu. Huhuhu..cewek sebelahnya cemberut. Maaf. Mbak..siapanpun Anda, sungguh saya tidak sengaja. Kesimpulannya, jangan mengelem sepatu dengan lem Fox karena lem putih itu sebenarnya lem kayu. Anda bisa memilih dengan lem tikus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-7464071186868726969?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/7464071186868726969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=7464071186868726969&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/7464071186868726969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/7464071186868726969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2007/09/setetes-embun-kemenangan-untukmu.html' title='Setetes Embun Kemenangan Untukmu, Senjaku'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/Rtvk3zatMyI/AAAAAAAAAA0/gO1wolr5yCI/s72-c/Resize+of+maudy+koesnadi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-3795353279066232831</id><published>2007-08-27T21:43:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T12:48:33.239-08:00</updated><title type='text'>BAYI - BAYI DI SEPANJANG JALAN PALMERAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/RtOx_DatMvI/AAAAAAAAAAc/_7UGin5z-ok/s1600-h/Img_1011.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/RtOx_DatMvI/AAAAAAAAAAc/_7UGin5z-ok/s320/Img_1011.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103618499548099314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Selamat Siang, Sayangku...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Ibu baru saja tiba di kantor. Hemm...semalam ibu tidak membacakan buku kesukaanmu (kesukaan ibu kalee), Benjamin Rabbit (Ibu anggap kau suka, karena kau segera tertidur jika ibu membacakannya, atau terpesona dengan merdu suara Ibu hehehe). Semalam Ibu sampai di rumah hampir jam 1 pagi. Ada rapat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang membahas anggrek hingga jam 11-an, pulangnya terdampar di Blok M sementara Patas 45 sudah mengakhiri jam terbangnya...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Sesampai di rumah, kamu sudah terlelap dengan posisi miring ke kanan (posisi favoritmu). Kulihat, bulu matamu menempel di pipimu yang gembil dengan bibirmu manyun karena posisi miring. Hehehe..kalau ayahmu di luar kota sana liat, pasti pengin segera pulang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Melihat bobokmu yang nyenyak, tenang, damai dan hangat mengingatkan Ibu akan kejadian di luar sana...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Suatu pagi, ketika ibu mendapat tugas meliput di salah satu rumah keluarga Cendana, Ibu terjebak dengan kemacetan luar biasa di jalan Palmerah Barat. Itu tuh..jalan raya dekat kantor Kompas. Mobil hanya beringsut sedikit sekali. Pemandangan khas kemacetan bak slide film tragedi negeri miskin yang dulu ditayangkan TVRI hanya terjadi di Ethiopia. Lelaki muda yang terbungkuk, lelaki setengah baya yang jalan dengan penopang kaki, lelaki tua yang terkapar di pinggir jalan, lelaki yang tangannya hanya satu, lelaki gondrong yang meneriakkan tembang ‘Negeri Di Awan’, semuanya menadahkan tangan di pintu mobil yang terjebak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Itu pemandangan yang begitu biasa di ibu kota ini, Sayangku. Namun pemandangan biasa yang masih selalu menjadikan Ibu tidak terima adalah ketika melihat perempuan dengan anak kecil laki-laki, perempuan tua dengan anak setahunan (gak ketahuan kapan hamilnya), perempuan dengan dua anak yang duduk-duduk, dan yang paling Ibu pengin teriak...PEREMPUAN DENGAN BAYI YANG MASIH MERAH !! Iya, Sayang...maaf Ibu tulis dengan huruf besar semua lantaran begitu emosinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Ibu tahu, bayi itu umurnya belum genap 2 bulan, masih dengan popok putih dengan kaki-kakinya yang kecil-kecil dan masih lembut, dengan kepala yang masih lunak, di pinggir jalan dekat terowongan menantang panas dan asap knalpot. Ketika mobil Ibu mendekat, mata bayi itu menatap Ibu....duh. Perlahan air mata ibu menetes (dan sekarang saat Ibu menuliskannya-pun, mata ibu serasa panas). Tiba-tiba Ibu ingin pulang, dan mendekapmu erat-erat, Sayangku....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Di luar sana, banyak sekali teman-temanmu yang tidak bisa bobok siang di tempat yang teduh, tidak bisa didongengin Ibunya, tidak bisa mendengarkan musik, tidak bisa jalan-jalan di kebun bunga. Bayi-bayi itu ibarat biji, yang terbang terbawa angin atau burung, lalu mendarat di tempat yang mereka tidak bisa tentukan. Biji-biji itu mendarat di beton, dimana mereka harus menengadah sepanjang musim untuk menunggu hujan. Bayi-bayi yang tidak beruntung itu berlokasi hanya 500m dari Gedung DPR/MPR yang megah itu. Ah, barangkali Bapak-Bapak di sana tuidak pernah melihat, karena kalau ke gedung DPR tidak lewat jalan raya, apalagi naik Patas 45. Pasti mereka tinggal di ‘Negeri Awan’ lalu langsung turun ke atap gedung melalui jembatan pelangi. Jadi mereka memang tidak pernah bertemu teman-temanmu itu...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Ah, seandainya ada yang bisa Ibu lakukan...selain hanya menceritakan kepadamu. Selamat bermain, Sayangku...Ibu berharap kau merasa menjadi biji yang jatuh di tempat yang menyenangkan untuk berkecambah...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-3795353279066232831?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/3795353279066232831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=3795353279066232831&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/3795353279066232831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/3795353279066232831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2007/08/bayi-bayi-di-sepanjang-jalan-palmerah.html' title='BAYI - BAYI DI SEPANJANG JALAN PALMERAH'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/RtOx_DatMvI/AAAAAAAAAAc/_7UGin5z-ok/s72-c/Img_1011.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-703451701953135582</id><published>2007-08-23T04:06:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T12:48:33.397-08:00</updated><title type='text'>Menjadi Kontributor National geographic...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/RtvbczatMxI/AAAAAAAAAAs/nHHXLfPfoCU/s1600-h/national+geo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/RtvbczatMxI/AAAAAAAAAAs/nHHXLfPfoCU/s320/national+geo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105915890439631634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Foto : Frankie Handoyo - PAI Jakarta&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Diiringi Lady in Black-Gregorian dan kopi yang sudah licin tandas,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Selamat sore, Senja Mungilku...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Pagi tadi pukul 5 kamu sudah teriak-teriak membangunkan ibu. Setelah minum susu, ibu tepuk-tepuk kepalamu yang ditumbuhi rambut sedikit ‘De’ bobok dulu ya, ibu masih ngantuk’ Lucu sekali, kamu langsung meletakkan kepala di bantal dan memejamkan mata. Sukurlah kau mengerti kalau ibumu rada pemalas, sebenarnya bukan pemalas sih..hanya tidak menyukai even bangun pagi hehehe&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Hari ini ibu bahagia sekali, saat melihat artikel ibu sudah dimuat di National Geographic Indonesia. Sejumlah 17 halaman dengan gaya khas feature. Rasanya ibu ingin melonjak kegirangan (pas malemnya mau pulang, mau masuk angkot coklat jurusan Bonang – Bojong Nangka, our sweet home, ibu ingin teriak...hey penumpang sekalian, inilah penulis National Geographic pung..pung..) karena tidak terbayangkan..bahkan bermimpipun tidak untuk bisa masuk dalam jajaran kontributor majalah keren itu. Yang dulu ibu hanya bisa terkagum-kagum dengan membeli majalah bekasnya di pasar loak di Yogyakarta saat masih sekolah (waktu itu 1 eksemplar Rp 7.000,- itu artinya harus menghemat uang makan 10 kali).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Penugasan itu sebenarnya sudah lama sekali, tepatnya waktu kau masih di kandungan ibu 6 bulan, sekitar bulan November 2006. Mas Tantyo, editor in chief NG Indonesia mengatakan pada ibu via redpel ibu untuk menulis tentang anggrek Indonesia. Jadilah saat kau semakin membesar di perut ibu, kita berjalan-jalan. Kandungan berusia 7 bulan, menyusuri kawasan Pasuruhan sampai Lawang Jawa Timur untuk mengumpulkan data penganggrek di sana. Kandungan usia 8 bulan, menyusuri kawasan Lembang hingga Ciwidey. Dan tentu saja ayahmu mendampingi ibu dengan setia (waktu itu, untuk pertama kali ayahmu memenangkan kontes kuat-kuatan jalan, biasanya ibu yang menang). Yang paling ibu ingat, waktu menyusuri kawasan Lembang dimana lokasi kebun Pak Ayub yang bergunung-gunung, hujan deras lagi licin, ibu menapak setapak demi setapak karena takut jatuh. Bukan takut ibu luka, tetapi khawatir kalau kamu cedera. Ayahmu memegang tangan ibu begitu eratnya hingga kesemutan. Di balik semua itu, ibu sungguh-sungguh merasakan menjadi ‘wartawan yang sesungguhnya’.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Hari ini, Sayang...setelah hampir 1 tahun, dimana hari ini usiamu tepat 5 bulan di luar kandungan, artikel itu tercetak. Dengan fotografer life style muda yang terkenal, mas Jerry Aurum. Yang bikin haru dan kurasa kelak kau akan bangga (semoga) membaca editorial yang dibikin Mas Tantyo, kurang lebih isinya begini : (majalahnya tertinggal di rumah) :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;‘ berinteraksi dengan para penulis memberi kesan tersendiri bagi saya. Salah satunya penulis Titik Kartitiani yang menuliskan anggrek asli Indonesia dengan dua batas waktu : batas waktu penulisan dan batas waktu kelahiran putri pertamanya..” Aha, kau disebut juga, Sayangku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Begitulah, Sayang..sekelumit saksi perjalanan ibu yang kerap merampok waktu kebersamaan kita. Bukan berarti ibu lebih mementingkan karier daripada mendampingimu..bukan begitu. Semoga kau akan mengerti, bahwa ibu sangat menyayangimu melebihi apapun, dan ibu mewujudkannya dalam bahasa yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Selamat tidur, Senja Mungilku....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-703451701953135582?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/703451701953135582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=703451701953135582&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/703451701953135582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/703451701953135582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2007/08/menjadi-kontributor-national-geographic.html' title='Menjadi Kontributor National geographic...'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f8hz5yttRKI/RtvbczatMxI/AAAAAAAAAAs/nHHXLfPfoCU/s72-c/national+geo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-5039807500048367992</id><published>2007-07-10T04:50:00.000-07:00</published><updated>2007-07-10T05:03:11.747-07:00</updated><title type='text'>MALL ITU...GEDE BENER</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Selamat malam, Sayangku...&lt;br /&gt;Maafkan Ibu sayang... hari minggu seharusnya ibu ada di rumah menunggumu. Namun ada tugas liputan yang harus ibu lakukan. Pagi itu, bahkan saat kau belum bangun..ibu sudah berangkat. Waktu menciummu, ibu serasa takkan jadi pergi. Pagi itu kau dimandikan ayahmu... (agaknya ayahmu terlalu bersemangat memakaikan sabun, hingga air bekas mandimu putih semua)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu berjanji, untuk pulang sore, sebelum matahari tenggelam. Liputan memang singkat, namun perjalanan pulangnya..masyallah macetnya bukan main. Angkutan sama sekali tidak beranjak. Mana duduknya berdesakan amit-amit dah. Aneka spesies keringat membaur jadi satu. Membentuk adonan keringat yang kukira hanya ada di Indonsis. Endemik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 1 jam merangkak pelan, baru kulihat biang keladinya. Mall yang baru berdiri, besarnya tiada tara dan di lokasi yang sangat-sangat tidak masuk akal. Cibubur Junction namanya...&lt;br /&gt;Begitulah, Sayang...negeri ini. Tidak ada perencanaan sama sekali. Semua bangunan bisa berdiri asalkan ada uang. Katanya sih bukan negeri kapitalis...tetapi kenyataannya, orang-orang yang tak punya uang bakal terbuang dari republik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mall-mall itu sudah berdiri megah laksana mercu suar yang menyilaukan. Siapakah yang diterangi, Sayangku ? benarkah trickle down effect yang menjadi andalan berdirinya mall benar-benar menetes menyembuhkan dahaga anak negeri ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah pembukaan mall di dekat rumah kita, ibu ikut bertepuk tangan keras-keras. Seorang pejabat mengaku dengan bangga bahwa beliau berteman akran dengan bos pemilik 200 hektar komplek bisnis yang direncanakan akan dibangun. Begitulah mentalitas pejabat kita, pertemanan dengan 'orang-orang kaya' adalah prestis tersendiri. Mereka sedikit lupa kalau tugas utama mereka adalah mengingat orang-orang miskin yang mengangkatnya menjadi pejabat. Hehehe..siapa sih yang mau mengaku bahwa mereka digaji oleh gembel miskin di seantero negeri ? Dan gemebl-gembel inilah orang kaya sesungguhnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, sudahlah Sayang. Tidur sajalah dengan nyenyak. Karena dalam mimpimu, kau bisa singgah di Republik Mimpi. Nanti ketemu sama Dik Pendi yang pinter itu. Katakan padanya, Ibu nitip salam yah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: O ya, ada berita menggembirakan, hari ini Ibu dapat email dari redaktur opini Kompas kalau cerpen ibu tidak sesuai untuk Kompas. Manis bukan ?(huahahahaha)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-5039807500048367992?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/5039807500048367992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=5039807500048367992&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/5039807500048367992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/5039807500048367992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2007/07/mall-itugede-bener.html' title='MALL ITU...GEDE BENER'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418429000381421642.post-3574992679659409822</id><published>2007-07-06T04:19:00.001-07:00</published><updated>2007-07-06T05:03:33.611-07:00</updated><title type='text'>Kau Hadir Sayangku...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://smg.photobucket.com/albums/v224/fajarmurwantoro/?action=view&amp;current=Re-exposureofIMG_0443.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://smg.photobucket.com/albums/v224/fajarmurwantoro/?action=view&amp;current=Re-exposureofIMG_0443.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;24 Maret 2007, 17.40 WIB&lt;br /&gt;Ketika nafasku tinggal satu-satu&lt;br /&gt;Ketika wajah kehilangan aliran darah&lt;br /&gt;ketika nyeri sudah tak lagi terasa&lt;br /&gt;Ketika harap hanya bertumpu dalam bisik doa ayahmu&lt;br /&gt;Ketika jarum jam sudah bergeser 16 kali&lt;br /&gt;Kau hadir, Sayangku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar sana, senja telah merentangkan sayapnya&lt;br /&gt;Hangat mendekap tubuh mungilmu&lt;br /&gt;Lantunan adzan maghrib ditelingamu&lt;br /&gt;Mengantarkan nyaring tangismu&lt;br /&gt;Untuk pertama kalinya seumur hidupku&lt;br /&gt;Kurasakan senja terindah dari senja indah yang lalu&lt;br /&gt;Kau hadir, Sayangku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusentuh kulit merahmu&lt;br /&gt;Wajah mungil yang terlelap dalam boks bayi&lt;br /&gt;Bibir tipis yang sesekali mengeriut&lt;br /&gt;Jemari rapuh bergerak lembut&lt;br /&gt;Tuhan, kau percayakan makhluk ajaib ini&lt;br /&gt;Pada kami yang baru saja melangkah&lt;br /&gt;Kau hadir, Sayangku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangis, haus, pipis dan eek&lt;br /&gt;Menjadi irama merdu yang mengalun dalam kamar biru kita&lt;br /&gt;Mengetik dengan satu tangan menjadi keahlian baru&lt;br /&gt;Saat kau lelap dalam dekapanku&lt;br /&gt;Berhitung rumit kala di etalase toko buku&lt;br /&gt;Menjadi perdebatan lucu aku dan ayahmu&lt;br /&gt;Teringat susu, popok dan minyak telon&lt;br /&gt;Kau hadir, Sayangku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doaku untukmu, Sayangku&lt;br /&gt;Jadilah kau bangga telah hadir di rumah mungil kami&lt;br /&gt;Dengan segala remah dan renik keseharian kita&lt;br /&gt;Kau datang sebagai sahabat, kekasih dan harapan kami&lt;br /&gt;Selamat datang, Sayang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kami memilih nama untukmu : Sausan Nada Intishar (bunga,embun, kemenangan) Kehadiranmu ditandai dengan ludesnya rumah kita oleh pencuri. Benda berharga yang hanya sedikit itu lenyap tanpa sisa. Kami mencoba tersenyum, Sayangku... saat kita tahu rumah kita kebobolan, saat itu baru kita sadari 'betapa kayanya' kita hehehehe )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang di PERJALAN SENJA..untuk Senja Mungil yang datang menyadarkanku, aku sudah jadi ibu (simbok ?!)...semoga lembar abstrak ini bisa menjadi ruang bercerita, bercanda dan berkhayal. Sejenak beristirahat dari kesintingan dunia. Termasuk betapa kesalnya ibu, ketika blog lama tak bisa diposting lagi. http://sunrisemalam.blogdrive.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418429000381421642-3574992679659409822?l=perjalanansenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/feeds/3574992679659409822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418429000381421642&amp;postID=3574992679659409822&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/3574992679659409822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418429000381421642/posts/default/3574992679659409822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perjalanansenja.blogspot.com/2007/07/kau-hadir-sayangku.html' title='Kau Hadir Sayangku...'/><author><name>Titik Kartitiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12942279681278802918</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
